
Hayva berjalan menuju ke restoran untuk bertemu dengan xavier.
" Permisi, apa ada reservasi atas nama xavier? "ujar hayva.
"Dengan nona gretta? "ucap resepsionis restoran.
hayva menganggukkan kepalanya. " Silahkan ikut saya nona"ucap sang pelayan.
Hayva pun mengikuti sang pelayan ke sebuah ruangan.
"Silahkan masuk nona, tuan xavier sudah menunggu anda di dalam" ujar sang pelayan membuka pintu ruangan tersebut.
Hayva mengangguk dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
Hayva mulai berjalan ke arah xavier yang sedang duduk di kursinya.
"Ada apa kau tadi meneleponku? Dan menyuruh datang ke sini? " tanya langsung hayva duduk di depan xavier.
Xavier tidak mengeluarkan ucapan apapun dan hanya menatap intens penampilan gretta.
Beberapa saat kemudian hayva yang tidak mendapatkan jawaban apapun pun memanggil xavier.
"Xavier! " panggil hayva.
"Hmmm.... " ucap Xavier tidak mengalihkan pandangannya dari gretta.
"Tsh! Apa tujuanmu memintaku untuk datang ke sini? Dan meneleponku tadi?! Saat aku berada di mansion smith. " ucap hayva menghela nafas.
Setelah puas memandangi gretta Xavier pun berkata.... "Pada saat aku meneleponmu di sana ada reyhan kan? " tebak Xavier menatap hayva.
"Jangan libatkan keluarga smith dan agatha dalam hal 'ini' " ucap hayva.
Xavier yang mendengar ucapan gretta langsung menatap tajam.
__ADS_1
" Apa maksud dari ucapanmu itu?! Apa karena agatha adalah keluargamu dan smith adalah kakak iparmu hm?! "ucap Xavier mencengkram tangan gretta.
" Shh... Sakit! Lepaskan tanganku! "ucap hayva mendesis.
Xavier bukannya melepaskan tangannya tapi malah mendorong gretta ken dinding.
" Ada apa denganmu gretta? Apa karena kamu sudah bertemu dengan adik tersayangmu itu kau jadi melupakan semuannya? Jawab sayang! "bisik Xavier menghisap ceruk leher gretta.
Hayva memejamkan matanya saat merasakan bibir Xavier menelusuri lehernya.
" Xavier.... aku..... emh..... "racau hayva meremas rambut Xavier.
...----------------...
Reyhan yang sudah selesai bertemu dengan el pun langsung pulang menuju ke rumahnya.
Setelah 30 menit melewati jalanan yang tidak terlalu ramai akhirnya reyhan sampai di rumah.
" Jessica! "panggil reyhan.
" Apa anna sudah makan dan tidur? "tanya reyhan.
" Nona anna sudah makan tadi siang tuan, tapi untuk makan malam belum tuan "lapor jessica kepada reyhan.
" Tidak keluar kamar? "tanya reyhan lagi.
Jessica menggelengkan kepalanya " Tidak tuan"
Reyhan menganggukkan kepalanya dan berjalan ke lantai 2.
Cklek...
Reyhan membuka pintu kamar dan melihat sang istri yang membelakanginya.
__ADS_1
Reyhan berjalan ke arah sang istri dan mengusap pelan rambut anna "Sudah tidur " gumam Reyhan.
Anna yang merasa ada pergerakan di sekitar pun membuka matanya.
"Eghh..." Anna membalikan tubuhnya melihat sang suami yang menatapnya.
" Kebangun ya? Bukannya sudah tertidur hm? "ucap Reyhan mengusap pipi Anna.
Anna tersenyum " Baru pulang? "tanya serak Anna.
Reyhan tersenyum dan mengangguk. Anna merentangkan tangannya " peluk! "ucap Anna.
"Aku mandi dulu ya " ucap Reyhan mengecup kening Anna.
Reyhan pun turun dari kasur dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
15 menit kemudian Reyhan keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam ruang ganti.
Setelah semuanya selesai Reyhan naik ke atas kasur dan menarik selimut sampai ke pahanya.
"Sini" ucap Reyhan merentangkan tangannya. Anna pun masuk ke dalam pelukan sang suami dan menghirup dalam aroma tubuhnya.
Beberapa saat hening sampai....
" Ada apa kamu bertemu dengan kak el? Apa saja yang kalian bicarakan?"
.
.
.
.
__ADS_1
TBC