
Jessica terdiam melihat el yang ada di depannya sekarang ini. Sampai akhirnya suara telpon menyadarkan mereka berdua.
Jessica yang melihat siapa yang menelpon el pun bergumam " Dia lagi ternyata" lirih jessica.
El yang melihat jessica mau pergi pun menarik pinggang jessica ke pelukannya.
" Wait my Queen " bisik el mencium rambut jessica.
" Panggilan itu lagi " lirih jessica menghapus air matanya.
El pun segera mengangkat panggilan telpon tersebut dengan malas.
📞 " Kenapa?"
📞 " ? "
📞 " iya, aku tau tunggu di tempat biasa "
Setelah itu El langsung mematikan teleponnya secara sepihak.
" Apa kamu mau bertemu dengannya? "tanya jessica masih di pelukan el.
" Ya, nanti aku mau bertemu dengannya " ucap El menelusuri leher jessica.
Jessica yang mendapatkan serangan yang begitu intens pun memejamkan matanya. Seolah-olah dia melupakan semua yang terjadi.
"Prince"
Jessica yang sadar pun memegang tangan El dan menggelengkan kepalanya. Dia sadar apa yang dia lakukan adalah kesalahan.
" Stop kar, aku harus pergi " ucap jessica.
" Bukannya kamu mau bertemu dengannya? lepaskan aku, aku harus pergi! Dan kita tidak mungkin bisa bersama lagi! kita sudah putus kar! " lirih jessica.
__ADS_1
" Urusan aku bertemu dengannya itu nanti! Dan soal kita putus? itu kamu yang memutuskan hubungan kita! Bukan aku! Dan kenapa kamu menolakku?, padahal tubuhmu berkata lain? "ucap El menarik tangan jessica.
" Karena aku sudah memiliki tunangan! Dan apa yang sekarang kita lakuin ini salah El! "ucap jessica dengan nafas memburu.
" Tunangan ya? aku akan merebutmu darinya, karena sampai kapan pun kamu hanya milikku! " ucap El menatap jessica.
" kita mau ke mana? "tanya jessica berusaha melepaskan genggaman el.
" Jangan di lepas! atau aku akan berbuat hal lebih terhadapmu! "ucap el memperingati.
" Pergi? bertemu dengan tunanganmu itu? tidak akan aku biarkan! "ucap El geram duduk di taman tersebut.
Jessica menggeleng " Bukan tapi bertemu dengan reyhan "
" Kamu akan bertemu dengan reyhan sebagai kakak ipar bukan sebagai pengawal anna lagi "Ucap el mengelus rambut jessica.
" Kakak ipar? menikah dengannya? "
El langsung menarik jessica pergi dari sana.
" Memilikimu! " ucap El.
Jessica yang mendengar itu langsung melepaskan tangannya dari El.
" Kenapa? apa kamu takut ketahuan oleh tunanganmu itu hm? "tanya el smrik.
" Kalau pun kamu sudah memilikiku, kamu tidak akan pernah bisa menikahiku karena---"
"Karena apa? kenapa tidak di lanjutkan?"
Jessica terdiam tak tau harus berbicara apa.
" Karena tante vanni tidak mungkin membiarkan pernikahan ini terjadi "
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan? "ucap jessica mengalungkan tangannya di leher El.
" Menggendongmu dan memilikimu seutuhnya! " bisik El mencium kening jessica.
" Dan aku butuh penjelasan tentang kenapa kamu meninggalkanku dulu secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas" bisik el.
" Apa sudah saatnya el mengetahui semuanya? semuanya yang sudah di tutup rapat-rapat? "
" Ke tempat biasa! " ucap el pada sang supir.
" Baik tuan! "ucap sang supir.
Sang supir pun menjalankan mobilnya dan melirik perempuan yang di pangkuan tuannya.
" Apa ini singa betinya-nya tuan? "
" Turunin aku" ucap jessica menarik tangan El di pinggangnya.
El hanya acuh dan mengeratkan pelukannya.
45 menit mereka sampai di sebuah mansion.
El pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam mansion.
" Mansion ini ! "
" Selamat siang tuan dan-- " ucap para pelayan dan terdiam melihat seorang perempuan yang ada di gendongan tuannya.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC