
Seminggu batas yang diberikan humairah kepada kayla. Entah bagaimana caranya kayla harus memberitahu tentang kepergiannya pada altaric.
Banyak yang kayla pikirkan, kadang hal itu membuat semua yang kayla lakukan terlihat berantakan.
Seperti sekarang ini kayla dimarahi oleh gurunya karena didapati tengah melamun dikelas.
"Kayla angelisa keluar dari kelas saya!"
"Bu maafin kayla. Janji deh gak ngelamun lagi"
"Gak ada maaf. Sana keluar!"
Kayla pun terpaksa keluar daripada gurunya tambah marah. Ersya hanya bisa menatap kayla dengan prihatin, sahabatnya itu seperti tengah menyembunyikan suatu masalah.
Tak tau akan kemana. Kayla akhirnya pergi kekantin, mungkin dengan mengisi makanan diperutnya akan mengurangi pikiran diotaknya.
Rafa yang kebetulan lewat dari situ melihat kayla yang makan sendiri dikantin.
"Kayla kenapa diluar bukannya mereka lagi ada kelas. Ah gue harus lapor sama al nih" rafa pun dengan cepat menuju kelasnya.
Kelas ipa yang gaduh karena jam kosong sama sekali tidak membuat fokus altaric akan bukunya buyar, malah altaric tampak santai dan tetap membaca serta mencoreti kalimat yang menurutnya penting.
Rafa duduk disebelah altaric dengan nafas yang masih tidak stabil. Salahnya juga sih berlari, padahal dengan berjalan pun akan sampai juga, tapi masalahnya rafa tidak sabar melaporkan tentang kayla yang berada diluar disaat jam masuk.
"Kenapa lo kayak habis dikejar hantu aja"
Meski dengan mata menatap buku namun altaric tau saja dengan keadaan rafa.
"Coba deh lo kekantin al"
"Ngapain gue kesana?"
"Kayla ada disana"
Brak. Buku yang tadi ditangan altaric dia lepas, tanpa basa basi lagi altaric keluar kelas.
Rafa mendengus melihat itu. Jika sudah nama kayla disebut pasti altaric maju paling depan.
"Bucin" cibir rafa pelan, matanya melirik buku altaric diatas meja dan membuka halamannya "Aelah buku beginian dibaca bikin otak panas aja"
Rafa kembali menutup buku altaric yang mempelajari hal berbau rumus rumus fisika.
Kayla menoleh ketika merasakan ada seseorang yang duduk didekatnya.
"Al kamu kok kesini? kalian lagi ada kelas kan?"
"Gurunya lagi rapat jadi kosong. Kamu sendiri ngapain dikantin, sendiri lagi"
Kayla gelagapan ketika ditanya altaric "A.. ak.. ku"
"Kamu diusir dari kelas"
Tebakan altaric tidak pernah meleset, kadang hal itu membuat kayla memuji diam diam kemampuan altaric.
"Iya aku diusir"
"Kenapa hm?"
"Aku ketahuan melamun dikelas"
Altaric menghela nafasnya. Tangannya perlahan mendarat diatas kepala kayla lalu mengusapnya lembut.
"Ada masalah?"
"Gak ada"
__ADS_1
Melihat tatapan altaric yang mulai menajam, kayla pun menunduk takut.
"Aku gak lagi pengen dengar kebohongan kamu kayla, jadi tolong jawab jujur"
"Al aku pengen selalu berada disamping kamu"
"Aku tau"
"Eum aku juga gak bisa jauh jauh dari kamu"
"Itu aku juga tau"
"J--jadi eum aku"
Altaric menarik tubuh kayla agar semakin dekat dengannya. Menatap bola mata pacarnya yang terang dan indah.
"Jadi apa sayang?"
Blush, altaric sukses membuat pipi kayla memerah malu.
"Kamu bisa gak turutin permintaan aku, aku pengen dimanja kamu untuk beberapa hari kedepan"
Altaric terbahak mendengarnya. Tangan altaric tak kuasa untuk tidak mengusak rambut kayla gemas.
"Kayla dengar aku. Aku bakal manjain kamu selamanya bukan hanya sehari atau dua hari, jadi mulai besok siap siap aja"
Kerlingan nakal altaric membuat kayla memalingkan wajahnya kelain arah. Senyumnya tertahan, ayolah kayla tidak ingin terlihat melting didepan altaric.
Pagi sekali altaric sudah tiba dirumah gadis yang amat ia cintai siapa lagi jika bukan kayla.
Humairah menyambut kedatangan altaric dengan ramah serta menyuruhnya masuk dan ikut sarapan bersama.
"Tante gak perlu repot repot al udah sarapan tadi dirumah" tolak altaric dengan halus.
Zayid yang kebetulan lewat dan mendengar ucapan altaric pun menyeletuk.
"Tuh denger al. Gak pa'pa misalnya kamu mau makan dikit yang penting jangan nolak rezeki"
Terpaksa altaric pun mengalah dan menyayangkan perutnya yang sebentar lagi akan kembung karena kekenyangan.
"Ngomong ngomong kayla dimana ya tan?"
"Masih dikamarnya, bentar ya tante panggilin. Abi tolong temenin al dimeja makan"
Zayid pun melangkah kemeja makan dan duduk didekat altaric. Tak tau saja altaric jadi gugup karena itu.
Humairah menggeleng melihat putri semata wayangnya yang tampak masih tidur pulas dikasurnya. Perlahan humairah mendekati kasur kayla dan mengusap rambutnya pelan.
"Sayangnya bunda bangun yuk. Liat ini udah pagi"
Kayla sama sekali tidak bergeming dan memilih merapatkan selimut ditubuhnya.
"Kayla cepat bangun nak, kasian nanti altaric nunggu kamu lama"
Seperti sebuah keajaiban. Mata kayla langsung terbuka, humairah sudah hapal kayla akan bangun jika disangkutpautkan dengan altaric.
Huh dasar bucin!
"Altaric"
"Iya om"
"Semisalnya kamu ditinggal pergi kayla apa kamu akan baik baik aja?"
Detak jantung altaric seakan berhenti mendengar ucapan zayid. Apa maksud dari perkataan itu, apa kayla akan meninggalkannya.
__ADS_1
Zayid terkekeh melihat keterdiaman altaric "Haha om cuma bertanya saja, kamu jangan terlalu memikiri itu"
Altaric mengangguk memperlihatkan senyum palsunya. Pikiran altaric jadi terganggu.
"Abi ngomong apa kok muka al pucat gitu?"
Kayla menarik kursi dan duduk disebelah altaric, meneliti setiap inci wajah tampan pacarnya.
"Al abi apain kamu?"
"Gak apa apa kay. Eum kamu kenapa belum siap, kita bisa telat nanti"
"Hehe" kayla nyengir karena memang tadi kayla langsung keluar kamar ketika mendengar nama altaric disebut oleh humairah, bahkan kayla pun belum mandi.
"Mandi gih sana"
"Al aku males mandi. Gak usah ya"
"Kayla masa sekolah gak mandi sih. Jangan jorok jadi anak gadis" tegur humairah.
"Dingin umi"
"Nanti abi angetin airnya tapi mandi harus mandi ya"
Kayla sudah rapi dengan seragam yang membaluti tubuh semampainya. Tak hanya itu kayla juga memakai make-up sehingga wajahnya sangat cantik.
Kayla berpamitan pada orang tuanya untuk pergi sekolah bareng altaric. Setelah itu kayla pun menyusul altaric yang sudah menunggunya diluar.
"Sayanggg" teriak kayla sambil berlari lalu memeluk altaric.
"Jangan lari lari entar jatuh" peringat altaric.
"Boleh gak sih kita bolos aja"
"Eh, " altaric kaget mendengar celetukan kayla.
"Pasti gak dibolehin kamu"
Altaric tersenyum dan mengelus rambut kayla dan setelah itu mengacak ngacaknya.
"Ih al kok rambut aku diacak acak, berantakan"
"Pacar altaric gak boleh bolos harus jadi murid teladan"
"Kenapa aku gak boleh bolos padahal kan kamu sering bolos al"
"Kita beda"
"Apanya yang beda. Sama aja!"
Altaric memperhatikan wajah kayla, seperti ada yang berbeda.
"Eh mau ngapain? " kayla memundurkan kepalanya ketika wajah altaric sangat dekat.
Altaric mencengkram kedua pipi kayla dengan satu tangannya, tidak terlalu kuat.
"Kamu dandan?"
"Iya. Cantik kan"
"Cantik tapi aku gak suka"
"Kenapa?"
"Kecantikan kamu cuma aku yang boleh liat, jadi kamu atau aku yang hapus tuh make-up"
__ADS_1
"Al aku capek loh dandan, padahal ini buat kamu"
"Gak ada yang suruh dandan!"