
Reyhan hanya menatap pesan tersebut dengan ekspresi datarnya
Anna yang melihat perubahan ekspresi suaminya pun mengelus rahang tegas reyhan untuk menghilangkan ekspresi tersebut.
"Kamu kenapa hmm? " tanya anna lembut.
Anna mencium bibir reyhan sekilas. Reyhan menoleh ke bawah dengan ekspresi lembutnya, seketika ekspresi datarnya sirna seketika.
"Aku ngak papa"reyhan tersenyum dan mengecup bibir anna sekilas
" Yakin? "anna merasa suaminya menyebunyikan sesuatu darinya.
Reyhan menghela nafas " Hah mana bisa sih aku sembunyiin sesuatu dari kamu hmm reyhan mengelus pipi anna"
"Kamu terlalu peka sayang " ucap reyhan.
Anna hanya tersenyum saja mendengar ucapan reyhan
"Kamu juga peka sayang " ucap anna.
"Jadi ada apa? " ucap anna.
"Aku curiga yang nyerang kamu itu audrey " ucap reyhan.
"Audrey? " ucap anna menatap reyhan.
"Hmmm"ucap reyhan.
" Apa kamu ngak curiga? " tanya reyhan.
"Aku sempet curiga, karena pas audrey liat aku dia kaget " ucap anna.
"Mau ikut? " tanya reyhan.
"Kemana? " tanya anna.
"Temuin audrey " ucap reyhan.
" Yauda, aku ikut "ucap anna.
" Tapi,nanti kita pisah meja ya "ucap reyhan.
" Kenapa harus pisah? kenapa ngak bareng aja? "tanya anna menatap heran reyhan.
__ADS_1
" Aku mau jebak dia, supaya dia terus terang sendiri "ucap reyhan.
" Oke, tapi kamu jangan macem-macem "ucap anna.
Reyhan menggaguk, " Aku ngak akan macem-macem sama dia kamu. percaya aku kan?"
"Aku akan selalu percaya sama kamu". Anna menyatukan bibirnya dengan reyhan
Reyhan ******* bibir anna dan menyesap bibir anna.
Anna mau melepaskannya tapi tengkuk leher anna di tahan reyhan
" Ciumannya turun ke leher anna
"Eughhh"anna meleguh
" Sayang" lirih anna.
Setelah puas reyhan melepas cumbuannya
"Kamu ganti baju,sebelum aku lepas kendali lagi " ucap reyhan.
Anna pun turun dari kasur dan melangkahkan kakinya ke ruang ganti.
15 menit kemudian anna keluar dari ruang ganti sudah berpakaian rapih dan langsung menuju kasur
"Udah yu jalan"
Reyhan yang mendengar suara anna langsung membuka matanya.
Reyhan menggaguk dan menggandeng tangan anna untuk keluar dari ruangan reyhan menuju parkiran.
Di parkiran sudah berjejer bodyguard yang mengawal anna tadi pagi kurang lebih 2 mobil itu belum termasuk orang bayang-bayang yang di setiap sudut kota. Jadi walaupun anna di kawal oleh 2 bodyguard tapi jangan lupakan orang bayangan di sekitaran nya, kecuali reyhan bersamanya tidak akan ada yang mengikutinya tapi bayangan nya tetap ada dari jauh, intinya kemana pun anna pergi tidak akan lepas dari pantauan sang suami, satu lagi anna memakai kalung yang di pakai di leher putihnya bisa mendeteksi keberadaan anna, dan anna tidak pernah melepas kalung yang ada di lehernya
"Kalian bisa pergi dari sini, pantau kita dari jauh saja " ucap reyhan.
" Siap tuan"
Orang reyhan pun pergi dari parkiran
"Yuk " ucap reyhan.
Anna menggaguk.Reyhan membuka kan pintu untuk anna masuk mobil
__ADS_1
"Makasih sayang " ucap anna.
" Sama-sama " ucap reyhan.
Setelah anna masuk mobil reyhan pun masuk juga ke dalam mobil. Reyhan dan anna pun menuju rumah sakit
Setelah sampai anna dan reyhan keluar dari mobil menuju resepsionis.
"Del dokter alya ada? "tanya reyhan.
" Ada dok"
"Makasih del " ucap anna.
"Sama-sama dok"
Mereka berdua pun berjalan ke ruangan alya.
Tok.. tok... tok...
"Masuk" ucap alya dari dalam.
Anna dan reyhan pun masuk ke ruangan alya
"Akhirnya yang di tunggu datang juga" ucap alya.
"Jadi ada apa nih? " tanya alya.
Anna dan reyhan sudah duduk di kursi pasien.
"Mau periksa sekalian mau ngecek tadi anna sempet kram dan waktu itu kram lagi perutnya"ucap reyhan.
" Kram? "tanya alya.
Anna menggaguk.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC