
Reyhan keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruang keluarga tempat dimana sang istri berada.
Reyhan yang melihat keluarga Wijaya ada di sana terdiam.
"Apa benar kau adalah keluarga kami? kak gretta kami? " gumam Reyhan menatap hayva dari jauh.
" Sayang ngapain kamu berdiri di situ? sini "ucap anna yang melihat sang suami diam saja di sana.
Reyhan pun segera melangkahkan kakinya menuju tempat sang istri berada.
"Kenapa mereka di sini? Apa mereka menyakitimu Sayang? " tanya reyhan menatap sekilas hayva.
Anna diam tak menjawab dan berkata.... "Pulang yu, aku cukup lelah hari ini dan sepertinya mereka ingin bermanja dengan papanya sayang " ujar anna mengusap perutnya.
Reyhan menatap anna dan mengusap perut anna " Kamu pulang duluan ya, aku harus bertemu dengan kak el dulu"
Anna menggeleng dan meremas tangan reyhan.
" Hanya sebentar, aku janji "ucap reyhan.
" Pulanglah bersama andrew"ucap reyhan.
Anna pun melepaskan genggaman tangannya dan mengikuti andrew.
Setelah anna sudah keluar bersama andrew reyhan pun menatap hayva.
" Bisa kalian tinggalkan kami berdua saja"ucap reyhan terus menatap hayva.
Xinphia yang melihat ekspresi dari reyhan pun langsung menyuruh mereka semua untuk meninggalkan ruang keluarga tersebut.
" Bisa kita bicara? "tanya reyhan. Hayva terdiam lalu mengangguk. " Apa yang kau ingin bicarakan kepadaku? Sampai mereka semua harus pergi dari sini? Sepenting apa yang mau kau bicarakan? "tanya hayva menatap reyhan.
Reyhan pun menunjukkan sebuah foto seorang perempuan di handphonenya kepada hayva " Apa kau mengenal orang ini?"
Hayva terdiam sebentar lalu menggeleng. "Aku tidak mengenal siapa orang itu. Memangnya apa hubungan perempuan itu denganku? Tapi sepertinya perempuan tersebut mirip denganku. Siapa nama perempuan itu? " ucap hayva meneliti foto tersebut dan menatap reyhan.
__ADS_1
" Jawab saja kau mengenalnya atau tidak? "tanya reyhan memperhatikan ekspresi hayva dengan tatapan yang sulit diartikan.
Hayva menggelengkan kepalanya "Ti-tidak, aku tidak mengenal perempuan itu "
Ternyata kakak tidak berubah
Drrt.... drrt.... drrttt.....
Hayva mengambil handphonenya yang ada di tasnya dan melihat siapa yang menelponnya.
" Xavier.... "lirih hayva.
" Siapa yang menelponmu? "tanya reyhan yang melihat hayva terdiam.
" Yauda, aku pergi dulu harus ada yang harus aku urus terlebih dahulu "ucap reyhan.
Reyhan pun bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari mansion.
" Xavi nya kakak"lirih gretta menatap punggung reyhan dari jauh.
Setelah itu reyhan pun melanjutkan jalannya menuju garasi
...----------------...
Hampir 35 menit akhirnya reyhan sampai di scarlett's cafe. Reyhan pun turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe tersebut.
" Udah lama? "tanya Reyhan duduk di depan el.
El menggelengkan kepalanya " Belum, gue juga baru sampe tadi"
"Pesen apa? " tanya el.
" Hot chocolate"ucap Reyhan.
" Pelayan! "panggil el.
__ADS_1
" Ya tuan? Apa anda ingin memesan sesuatu? "tanya pelayan tersebut.
" Hot chocolate 2 "ucap el.
" Apa ada pesanan lain tuan? "tanya sang pelayan.
" Tidak ada itu saja"ucap el.Pelayan tersebut mengangguk dan pergi menyiapkan pesanan el.
" Jadi sebenarnya apa betul yang di bilang oleh xinphia? "tanya Reyhan.
El mengangguk. " Jadi apa yang terjadi dengan hayva kenapa pada saat gue menunjukkan foto kak gretta padanya sepertinya dia mengenal foto itu? "ucap Reyhan.
" Me--"
" Permisi tuan ini pesanannya " ucap pelayan.
" Makasih"ucap El.
" Sama-sama tuan"ucap pelayan tersebut.
" Mengenal foto gretta? Tapi yang gue dapet dari orangku hayva mengalami amnesia. Jadi tidak mungkin hayva mengenal foto gretta "ucap El meminum minumannya.
" Amnesia? Tapi dia memanggilku xavi "ucap Reyhan.
" Sepertinya ada 'sesuatu' gue akan menyuruh orang ku untuk menyelidiki ini lagi " ucap El.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1