
Anna masih merasakan keram di perutnya dan reyhan masih mengelus perut anna.
"Kakak pergi dari sini "teriak anna.
" Akhh perutku sayang shh " anna mengerang.
Anna meremas tangan reyhan untuk mengurangi rasa sakitnya sambil mengatur napasnya.
"Kamu tenang jangan emosi ingat pesen alya jangan banyak pikiran itu akan mempengaruhi janin"
Reyhan terus mengelus perut anna. Tak lama rasa keram di perut anna menghilang.
"Udah enakan?"
Anna mengangguk. Anna langsung memeluk reyhan dengan erat.
"Usir dia rey aku ngak mau liat dia di sini "ucap anna lirih.
Reyhan hanya mengganguk saja.
" Kakak pergi dulu dari sini, kakak udah liatkan gimana reaksi anna dia masih butuh waktu " Ucap reyhan.
Lia yang mendengar ucapan reyhan pun segera pergi dari sana.
...----------------...
"Mau tidur?" tanya Reyhan mengelus rambut anna.
"Mau, temenin ya"
"Yauda. ayo"
Anna dan reyhan menuju kamar yang ada di balik rak buku itu. Anna merebahkan dirinya di kasur.
"Peluk "anna meretangkan tangannya.
Reyhan pun memeluk anna dan mengelus punggung anna.
Anna yang sudah mengantuk akhirnya tertidur di pelukan reyhan. Reyhan yang merasakan anna sudah pulas pelan-pelan melepaskan pelukannya.
Reyhan menurunkan kepalanya ke perut anna dan mengelus perut anna.
"Hey kesayangan papa jangan kaya gitu lagi ya, kasian mamanya kesakitan tadi"
Reyhan pun mencium perut anna dan menyelimuti anna
sebelum keluar dari kamar reyhan mencium kening anna
"Selamat tidur sayang. "
__ADS_1
Reyhan pun keluar untuk menyelesaikan kerjaannya
...----------------...
Reyhan sedang fokus mengerjakan berkas yang ada di meja.
Tok... tok.... tok...
"Masuk!"
"Ada apa ras?"
"Ada alexa"
"Mau apa dia?"
"Katanya sih mau bahas kerjaan"
"Harus gue yang temuin ngak bisa di wakilin sama lo?"
"Ngak bisa gue banyak kerjaan di ruangan"
"Yauda ntar gue temuin"
"Dimana alexa?"
"Ruang rapat"
"Ngapain lo tanya istri gue "dengan tatapan tajamnya.
" Gpp tanya aja"
"Anna lagi istirahat di kamar"
"Gimana reaksi anna?"
"Sempet histeris dan kram perut"
"kram? jangan bilang kalau.... "
Reyhan mengangguk.
"Selamat ya"
"Makasih"
"Dengan kondisi anna yang begini apa lo akan kasih tau tentang masalah alexa dan yang lainnya?"
"Gue pikir dengan masalah kak lia aja reaksi nya sudah begini apalagi dengan masalah alexa dan hubungan anna dan orang tuanya"
__ADS_1
"Sampai sekarang masih?"
Reyhan mengangguk.
"Yauda kalau gitu gue keluar dulu, jangan lupa temuin alexa"
"Hmm"
Reyhan pun melanjutkan pekerjaan nya tak lama pekerjaan reyhan selesai dan langsung ke ruang rapat.
...----------------...
Ruang rapat terbuka dan muncullah reyhan dari balik pintu.
"Selamat siang nona alexa! "dengan seramah mungkin Reyhan berbicara.
Alexa yang mendengar suara reyhan langsung mengalihkan pandangannya ke arah reyhan sedang berdiri.
" Selamat siang tuan reyhan"
"Ada apa ya nona datang ke sini?"
"Saya datang ke sini mau membahas proyek kita "alexa beralasan.
" Bukannya masalah proyek sudah di bahas ya tinggal rampungnya saja ya"
"Oh iya saya lupa" ucap alexa beralasan baru ingat.
"Silahkan di minum tuan " ucap alexa dengan senyum liciknya.
Reyhan yang melihat senyuman alexa langsung terbaca rencananya.
"Anda sudah salah bermain dengan orang yang salah nona"
"Gimana kalau nona saja yang minum punya saya kebetulan saya tidak haus, sepertinya nona lagi haus "pancing reyhan.
" Kalau begitu saya permisi dulu, masih banyak kerjaan"
Reyhan pun langsung meninggalkan alexa di ruang rapat
"Sekarang lo lolos tapi tidak. dengan nantinya " seringai alexa.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC