
Kayla menolak ajakan altaric yang ingin membawanya pulang. Kayla tidak ingin ketinggalan pelajaran hanya karena sakit diperutnya.
"Gak usah ngeyel kalo dibilangin"
"Udah ilang kok al sakitnya"
Altaric berdecak sebal lalu kembali duduk dikursi. Tatapan matanya mengarah pada ersya.
"Maaf al gue kasian sama kayla jadi gue kasih makan bakso pedas"
"Apa?! lo kasih makan pedas ke kayla! lo tau kan sya kalo kayla perutnya gak bisa nerima yang pedas pedas"
"Al jangan marahin ersya, ersya gak salah apa apa. Disini yang salah aku tadi aku maksa biar ersya ngasih dikit bakso pedasnya"
"Akhirnya kamu ngaku juga. Kenapa kamu nyari penyakit sendiri sih, aku kan udah larang kamu makan gituan"
"Eum maaf. Aku ngiler liat yang pedes"
"Oke biar kamu gak ngiler lagi. Nanti aku bakal ngelarang penjual sediain cabe ataupun sambel disini"
"Jangan!"
"Why? gampang aku ngelakuin itu, kamu harus ingat sayang sekolahan ini milik papa aku"
Kayla memukul pelan bahu altaric, pacarnya itu suka sekali bersikap bossy mentang mentang kaya raya.
"Gak boleh gitu al. Jangan karena mentingin aku, kamu jadi ngerugiin yang lain"
Altaric mengusap punggung tangan kayla yang berada diatas meja "Apapun bakal aku lakuin jika itu menyangkut kamu sayang"
Seseorang menutup mata ersya dari belakang "Jangan diliatin, gak baik buat mata"
"Hay bro!"
Rafa ikut bergabung duduk manis disebelah ersya, melihat ada kinderjoy rafa langsung mengambil dan memakannya.
"Rafa!"
Kayla berteriak kesal. Kesal karena kinderjoy yang dimakan rafa adalah miliknya.
"Apaa bocil. Mau juga nih coba mulutnya mangap"
Altaric menepis tangan rafa dari kayla, tidak altaric biarkan rafa menyuapi pacarnya.
"Itu punya aku"
"Elah minta dong kay, pelit amat"
"Rafa jangan dimakan lagi, entar kayla nangis loh"
"Gak mungkin ah. Lo mau disuapin gak sya?"
Ersya mencebik kesal. Rafa memang cowok yang suka bikin orang kesal, sifat jahilnya sudah mendarah daging.
Terdengarlah tangisan kayla membuat ersya melotot dan rafa kalang kabut apalagi ditatap tajam oleh altaric, mampus sajalah rafa.
"Nih gue balikin kay, jangan nangis lagi ya"
"Huwaa gak mau! makanannya bekas rafa"
"Sya bantuin kek. Gue bisa dicekek cowoknya nih"
__ADS_1
"Bodo amat. Dah gue bilangin tadi"
Altaric memeluk kayla untuk menenangkannya. Meski tatapannya tak lepas dari rafa.
"Diem sayang nanti aku beliin kinderjoy sekarung"
Mendengar kata sekarung. Kayla langsung berhenti menangis, ersya makin melotot dan rafa menganga.
"Bucinnya dah stadium akhir ygy"
"Diem lo raf! "
"Iya ampun big bos"
"Beneran beliin kinderjoy sekarung?"
"Bener kayla. Kamu lupa pacarmu ini anak konglomerat, cuma kinderjoy doang gak bakal bikin aku miskin"
Anak cewek yang mendengar ucapan altaric menjerit histeris. Iri dengan perlakuan manis altaric untuk kayla, begitu beruntungnya kayla mendapat altaric yang bucinable banget.
"Rafa"
Rafa maupun ersya menoleh. Seorang gadis berambut pendek tersenyum tipis ketika rafa menatapnya.
"Wulan? kenapa?"
"Temenin gue yuk nyari buku diperpus"
"Guys gue duluan"
Ersya tersenyum kecut melihat kepergian rafa dan wulan. Kayla memperhatikan ersya dan prihatin.
"Sya lo gak pa'pa"
"Kay gue duluan kekelas ya. Gak pa'pa gue tinggal?"
"Oh iya gak pa'pa kok sya. Kamu yakin kekelas sendiri? mau barengan?"
"Gak usah. Lo sama altaric aja"
Kayla menunduk sedih membayangkan ersya yang hatinya pasti sedang sakit melihat sikap rafa yang plin plan seperti itu.
"Jangan sedih nanti aku coba ngomong sama rafa"
Kayla langsung mendongak, menatap senang kepada altaric.
"Makasih al. Kamu harus sadarin rafa, sifatnya yang kayak gitu bisa bikin dua orang sakit hati nantinya"
"Hem iya bawel"
Kecupan pelan mendarat dipipi kayla. Kayla memeluk altaric guna menutupi perasaan malunya yang dilihat banyak orang dikantin.
Jam pulang sudah tiba tapi kayla belum bisa keluar kelas sebab dirinya tengah piket menyapu.
"Eh kayla yang bener napa nyapunya gitu aja gak bisa!"
"Ini udah bener kok. Kamu aja yang daritadi duduk liatin doang, bantuin kek"
"Halah berani lo ngatur gue! lo tuh kalo gak ada altaric bukan apa apa, jadi gak usah belagu jadi cewek"
"Kamu mending diem deh ra kalo gak mau bantuin, telinga aku sakit denger celotehan kamu daritadi"
__ADS_1
Laura turun dari meja. Menghampiri kayla, tangannya mendorong bahu kayla sampai membuat kayla hampir jatuh.
"Gue udah bilang lo gak usah belagu. Tapi ngeyel sih, gue kan jadi tertantang"
Dua teman laura tersenyum miring dan mendekati kayla.
"Kalian mau apain aku?!"
"Mau kasih pelajaran buat cewek belagu kayak lo! guys pegang yang kuat tangannya jangan sampe dia kabur"
Altaric baru saja selesai latihan basket. Karena kayla sedang piket jadinya altaric menunggu kayla sambil bermain basket. Namun karena kayla terlalu lama dikelas akhirnya altaric memutuskan untuk menemuinya langsung.
Brak
Mendengar suara mencurigakan dari arah kelas kayla, altaric melajukan langkahnya.
Ketika sampai dipintu. Altaric menemukan kayla yang tergeletak dilantai dengan keadaan berantakan.
Tak ada lagi kelembutan diwajah altaric. Kini hanya ada sosok iblis yang mungkin sebentar lagi akan mengamuk.
Laura bersama kedua temannya terkejut karena ketahuan oleh altaric.
"Kalian tau dengan nyakitin kayla, kalian udah berurusan sama gue"
Altaric mendekati tubuh kayla dan menggendongnya. Tatapan tajamnya masih belum berubah, laura adalah target altaric selanjutnya.
"Tunggu pembalasan gue *****"
Tubuh laura seketika lemas. Laura terduduk dilantai, hidupnya terancam.
"Mel din bantuin gue"
"Sorry lau gue juga takut sama altaric"
"Gue juga lau"
"Arghh sialan!! kalian berdua emang gak berguna"
Kayla dibawa altaric kerumahnya. Kenapa tidak kerumah sakit, alasannya karena kayla tidak menyukai tempat itu.
"Al kayla kenapa?!"
Sarah selaku mama dari altaric, seketika cemas melihat keadaan kayla yang cukup memprihatinkan.
"Nanti al jelasin. Ma tolong gantiin pakaian kayla"
Altaric meletakan tubuh kayla diatas kasur dengan cukup pelan agar tidak menyakitinya.
"****** itu harus membayar perbuatannya. Gak ada yang boleh sakitin kamu sayang, sekalipun diri aku sendiri"
Altaric pun langsung keluar ketika sarah masuk untuk mengganti pakaian kayla.
"Jahat sekali nak yang bikin kamu seperti ini. Mama gak rela"
Sarah dengan pelan melepaskan pakaian kayla agar tidak mengenai lukanya.
"Al mama udah selesai gantiin baju kayla. Sekarang kamu obatin kayla yaa"
"Makasih ma"
"Iya sayang. Mama kedapur dulu suruh bibi buatin makan buat kamu sama kayla"
__ADS_1
Altaric mengangguk, dan melangkah masuk kekamarnya. Ternyata dimeja sudah tersedia berbagai macam peralatan medis untuk mengobati luka kayla, ternyata sarah sangat perhatian.
"Sayang ayo bangun, aku kangen"