Possessive

Possessive
eps 88


__ADS_3

Alice yang sudah selesai mengeringkan rambutnya langsung mengarahkan kakinya ke arah balkon kamarnya.


" Sudah puas mengerjai kakak iparmu? "ucap reyhan tanpa membalikan tubuhnya.


" Bagaimana reaksi kak anna? " ucap alice berdiri di samping Reyhan.


" Dia menyerahkan foto itu padaku dan kita hanya berantem sedikit " ucap Reyhan menyerahkan foto tersebut pada alice.


Alice langsung membuka amplop tersebut dan melihat foto tersebut dengan seksama.


" Ini kan foto--- "


" Foto kita pada saat waktu itu dan foto kita pada saat SMA dulu " ucap Reyhan.


" Audrey! "ucap Reyhan dan alice bersamaan.


" Karena hanya dia yang memiliki foto kita saat SMA dan jangan lupakan kita bareng dengan audrey itu sejak SMP dan kalian sempat berpacaran dulu kan? "ucap alice menatap Reyhan.


" Tapi darimana audrey mendapatkan foto kita pada saat itu, terlepas dari foto kita pada saat SMA dulu? karena alumni Sekolah SMA prince's creative punya fotonya masing-masing " ucap Reyhan.


" Kamu tau kan gimana sifat liciknya audrey? " tanya alice.


" Audrey akan melakukan segala cara untuk apapun yang di inginkan, termasuk memakai cara tidak masuk akal sekalipun "ucap Reyhan.


" Kamu tidak takut bertemu dengannya? "ucap Reyhan memperhatikan baju alice.

__ADS_1


" Aku bertemu dengannya? Mustahil! "ucap alice masuk ke dalam kamar.


" Bagaimana kalau dia ada di sini? "tanya Reyhan duduk di Samping alice.


Alice terdiam mendengar pertanyaan Reyhan.


" Dia disini? Ngak mungkin! Dan kalaupun dia ada di sini buat apa dia di sini? " lirih alice memejamkan matanya.


Reyhan langsung membawa alice ke dalam pelukannya


" Menangislah jika kamu ingin menangis, keluarkan lah semuanya "bisik Reyhan mengusap punggung alice.


Alice yang sudah tidak bisa menahan tangisnya pun langsung pecah tangisnya dalam pelukan Reyhan.


" Ini adalah tangisan terakhir mu lice, karena setelah ini kamu harus selalu tersenyum. Kamu ngak sendiri sayang, kamu punya aku, el dan yang lainnya. Aku tau kamu selalu menangis walaupun kita terpisah oleh jarak tetapi aku tau semua hal tentangmu. Di saat aku mendapatkan orang yang tepat aku akan melepasmu kepada orang itu " ucap Reyhan mengusap punggung alice yang bergetar karena menangis.


" Apa kamu akan melepas aku? " serak alice sehabis menangis.


" Aku ngak akan selalu bersama mu. Suatu saat nanti pasti kamu akan menemukan seseorang yang pasti bisa menjagamu. Dan semoga orang itu bisa menjaga dan membahagiakan kamu seperti aku membahagiakanmu " ucap Reyhan mengusap rambut alice.


Alice merasa ada yang aneh dengan ucapan Reyhan seperti orang yang mau pergi tapi takkan kembali lagi, tetapi alice tidak menyampaikan itu kepada reyhan.


" Kamu ngak akan pergi ke mana-mana kan? " tanya alice memastikan.


" Gimana kondisi tempat acara? " tanya Reyhan mengalihkan topik.

__ADS_1


Alice yang tau Reyhan menghindari pun terdiam sebentar.


" Aman, dan di beberapa tempat sudah ada penjagaan takut tiba-tiba ada penyerangan " ucap alice.


" Gimana? " tanya alice menyerahkan sesuatu.


" Kamu yakin? " tanya Reyhan yang tak yakin.


" Yakin dan semoga ini berhasil " ucap alice dengan senyum simpulnya.


Yauda, kalau gitu aku harus balik ke kantor lagi " ucap reyhan melihat jam tangannya.


" Sekarang jam berapa? " tanya alice.


" Jam 3 dan acaranya jam 8 kan? " ucap reyhan.


" Kamu siap-siap nanti di jemput sama supir dan aku akan mengatur soal anna " ucap reyhan.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2