Possessive

Possessive
eps 94


__ADS_3

Anna sudah berapa kali tak terhitung pelepasan


dengan benda itu dengan kecepatan paling kuat tetapi dia belum mencapai 'puas' yang dia mau.


" Sayang"racau anna dalam pangkuan reyhan.


" Hmm " ucap reyhan meremas dada sang istri.


" Remas mereka yang kuat dan masuki aku sekarang juga "ucap anna mengelus milik sang suami.


Reyhan menggendong anna menuju kamar hotel.


Bruk! Dalam sekejap sepasang suami istri ini sudah tidak memakai pakaian apapun. Dapat Reyhan lihat gaun yang di pakai oleh sang istri sudah basah semua oleh cairan sang istri.


Anna yang mau melepas benda tersebut dari liangnya di tahan oleh sang suami.


" Biarkan dia bekerja sampai kamu mendapatkannya kembali " ucap reyhan mengelus perut bulat anna.


" Lepasshhh dia aku ingin kamu sekarang akkhhh..... " desah anna mendapat pelepasannya.


Reyhan pun melepaskan benda tersebut dan dapat dia lihat cairan sang istri yang menempel di benda tersebut.


Reyhan mengambil cairan sang istri dan mengoleskannya di miliknya.


Reyhan mulai memasukkan miliknya ke dalam liang sang istri.


" Kenapa liangmu selalu sempithhh " ucap Reyhan berusaha memasukan miliknya.


Blesh.... Akhirnya milik reyhan masuk ke dalam.


" Bergerak sayang " ucap anna menggerakan pinggulnya merasakan milik sang suami di dalam sana. Sama persis ukurannya dengan benda yang tadi tetapi ini 2 kalinya benda itu.

__ADS_1


" Hentakan dengan cepat sayang"ucap anna memejamkan matanya merasakan pergerakan di bawah sana.


" Tapi mereka--- "


" Mereka juga ingin, ingin di jenguk oleh papanya " racau anna saat merasakan hentakan yang dia mau.


******* terus menggema sepanjang malam ini.


Semua ruangan kamar ini sudah terlewati oleh sepasang suami istri itu. Sampai di tempat terakhir yaitu kamar mandi.


"Sayangghhhh...... " desah anna memegang kaca untuk tumpuan dia berdiri.


" Kenapa hm? "ucap reyhan menghentakan pinggulnya.


" Aku.... ingin keluar... "ucap anna memejamkan matanya.


" Bersama sayang..... "ucap reyhan.


" Arghhhh..... " Keluar sudah mereka.


Reyhan menyalahkan showernya dan membersihkan dirinya dari sisa-sisa pertarungan panas ini.


" Jangan dikeluarkan aku ingin merasakannya seharian ini " ucap anna menghentakan pinggulnya saat Reyhan ingin mengeluarkan miliknya.


" Tidur, sudah malam"ucap Reyhan menarik selimut dan mengusap punggung anna.


...----------------...


" Gimana?"tanya alva.


" Semuanya gagal " lirih jessica.

__ADS_1


Jessica memeluk alva dan menangis di pelukannya.


" Oo jadi ini yang namanya toilet ya " ucap El menatap tak suka cowok yang dipeluk jessica.


Jessica yang mendengar suara el pun langsung melepas pelukannya.


El langsung menarik pinggang jessica dan memeluknya erat.


" Apa dia adalah tunangan yang kamu bilang waktu itu? " tanya El menatap jessica.


Alva yang mendengar kata tunangan yang di tuju untuknya mengangkat sebelah alisnya menatap jessica.


Jessica memberi kode lewat menjelaskannya.


Bug! El memukul morgan dan mengenai pelipisnya "Kamu dengar ya, jessica sudah menjadi milikku sekarang! " ucap El menarik kerah baju morgan.


El yang mau memukul alva tidak jadi karena di tahan oleh jessica.


" Jangan dia tidak bersalah " lirih jessica memeluk el dari belakang. Jessica mengelus dada el yang bergemuruh.Jessica memberi kode kepada morgan untuk pergi dari sana.


El yang melihat morgan pergi pun " Mau kemana kamu?! " ucap el dengan emosi.


"Sayang... biar akan dia pergi " ucap jessica mengelus dada el untuk mengurangi emosinya.


"kenapa kamu menghalangiku untuk memukulnya? Apa benar dia adalah tunanganmu jess? "ucap el melihat tangan jessica yang melingkar di pinggangnya.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2