
"Sejak kapan kamu berada di sana? Apa kamu mendengar semuanya? " tanya hayva waspada.
"Apa kamu akan kembali setelah semuanya selesai? " ucap xavier mendekati hayva.
"Apa kamu mendengar semuanya? " tanya hayva sekali lagi.
"Aku mendengar semuanya, dan aku harap setelah ini kamu bisa kembali padaku" bisik xavier memeluk gretta dari belakang.
"Apa hal yang seharusnya kamu lakukan pada keluarga itu sayang" bisik xavier menciumi leher gretta.
Hayva memejamkan matanya saat merasakan bibir xavier terus menelusuri lehernya.
" Eughhh stpohhh "leguh hayva saat tangan xavier mengusap lembut privasinya.
Dengan hayva yang belum memakai pakaiannya membuat xavier memilih akses lebih.
" Apa ada hal yang membuat semuanya menjadi lebih cepat selesai dan kamu segera kembali kepadaku gretta? "lirih xavier mencium punggung gretta.
Hayva membalikan badanya menghadap xavier
" Bantu aku membalaskan dendam ku pada keluarga Wijaya, dan jangan memanggilku gretta di depan orang banyak terutama depan keluarga Wijaya dan keluargaku. Panggil aku seperti biasa saja "
"Apa yang bisa aku bantu untuk membalaskan dendammu kepada 'keluarga iblis' itu" ucap xavier sambil mengusap inti gretta.
Hayva tersenyum dan mencium bibir xavier melanjutkan dengan pagi panas.
...----------------...
"Apa yang akan kamu lakukan setelah melihat reyhan waktu itu? " ucap gabriel meminum wine.
__ADS_1
" Aku akan bertemu dengan setelah ini " ucap vasya.
" Setelah ini? Maksudmu reyhan ada di sini? "el mengangkat sebelah alisnya.
" Orang ku sudah mengikuti reyhan dari lama dan aku dapat kabar dari orangku kalau reyhan sekarang ada di rumah sakit"ucap vasya.
"Rumah sakit? untuk apa reyhan ada di rumah sakit? " ucap el.
"Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan" ucap vasya.
...----------------...
"Bagaimana kondisi ku? " tanya reyhan menatap sang dokter.
" Saya sudah bilang dari awal kalau kondisimu semakin menurun, apalagi kau jarang untuk check up rutin. Dan saya ada satu dokter yang bisa membantumu"ucap sang dokter.
"Siapa? Siapa dokter itu? " tanya reyhan.
Reyhan mengangguk dan keluar dari ruangan dokter tersebut.
Reyhan yang sedang tidak memperhatikan jalan pun tak sadar telah menabrak seseorang.
Bruk!
"Kau tidak apa-apa? " tanya Reyhan membantu perempuan itu berdiri.
" Aku tidak apa-apa"ucap perempuan tersebut.
Deg! Reyhan terdiam melihat perempuan yang di tabrak tersebut.
__ADS_1
Perempuan tersebut tersenyum melihat Reyhan terdiam menatapnya.
" Apa kita pernah bertemu sebelumnya? "ucap Reyhan terus menatap perempuan tersebut.
Perempuan tersebut menggelengkan kepalanya dan mengusap rahang Reyhan " Tidak, kita tidak pernah bertemu tetapi aku pernah bertemu denganmu tanpa kau menyadarinya. Dan kita akan bertemu kembali untuk ketiga kalinya nanti, dan aku sangat merindukanmu rey, kakakku tersayang"ucap perempuan itu. Setelah mengatakan itu perempuan tersebut langsung pergi dari hadapan Reyhan.
"Bertemu kembali? tiga kali? Sebenarnya siapa perempuan itu? " gumam Reyhan menatap punggung perempuan tersebut.
Drtd... drttt.... drttt....
Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah hpnya.
"Xinphia? Ada apa xinphia meneleponku? " gumam Reyhan mengangkat telepon tersebut.
📞 " Halo xin ada apa meneleponku? "tanya Reyhan.
📞 " Halo Rey, kamu tidak lupa kan janji kita hari ini? Dan kesepakatan yang kita buatkan? Jangan lupa ada yang menungguku bersamaku" ucap xinphia mengingatkan.
📞 " Aku tidak melupakan janji kita dan perjanjian itu , tapi apa kau tak langsung berbicara saja tanpa bertemu" ucap reyhan.
📞 " Tidak bisa, kamu harus bertemu denganku dan juga dengannya. Aku tunggu di tempat yang sudah di sepakati "ucap xinphia.
" Oke aku akan ke sana sekarang "ucap Reyhan.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC