Possessive

Possessive
03 - Menghilang


__ADS_3

Kayla tengah makan disuapi oleh altaric, tadi setelah matanya terbuka kayla langsung meminta makan karena perut kelaparan.


"Eunyak"


"Telen dulu nasinya"


"Enak al" ucap kayla setelah menelan nasi dimulutnya.


Altaric mengusak rambut kayla gemas sekali "Yaudah makan yang banyak"


"Wah romantis banget sih suap suapan, mama mau juga dong disuapin" sarah mendekati altaric dan kayla.


Altaric mendengus ketika sarah menganggu altaric yang sedang ingin berduaan dengan kayla.


"Mama ngapain sih kesini. Mending sama papa aja dikamar"


"Mama mau disini aja bareng kayla. Mama kangen banget dah lama gak ketemu kayla"


"Tapi kayla lagi makan ma"


"Aku udah kenyang al"


"Nasinya harus dihabisin! ayo buka lagi mulutnya"


"Ckck pemaksa banget kamu al kasian kayla udah kenyang"


"Istriku dimana kamu?"


"Tuh papa nyariin"


Sarah mengangguk, dan berlari keluar dari kamar altaric.


Kayla yang melihat itu terkekeh. Orang tua altaric sangat romantis menurut kayla padahal mereka sudah tidak muda lagi.


SMA Crystall tengah gempar dikarenakan desas desus berita mengenai menghilangnya tiga siswi kelas 12 ips.


Kayla yang tidak tau apa apa tampak bingung melihat teman sekolahnya yang berkerumbung sesama circlenya seperti membicarakan suatu hal.


"Mereka ngomongin apa sih al?"


"Aku juga gak tau. Kamu jangan banyak pikiran nanti pusing, sana masuk kelas"


Kayla melambaikan tangannya pada altaric sebelum masuk kekelasnya.


Ersya terlihat kaget melihat wajah dan tangan kayla yang terluka.


"Lo kenapa kay?!"


"Aku kemarin dibully sama genknya laura"


"Hah?! serius?"


"Serius. Tapi untung ada al yang nolongin aku"


Ersya jadi bungkam. Pikirannya jadi mengarah pada altaric, apa kehilangan laura ada kaitannya dengan insiden pembullyan kayla.


"Kok bengong sya?"


"Ah gak kok"


"Eum sya kamu kan suka gosip gosip tuh. Kamu tau gak anak anak lagi ngomongin apaan ya, tadi sepanjang koridor aku ngeliat mereka bisik bisik gitu"


"Lo bener bener gak tau berita hari ini?" kayla menggeleng "Laura sama kedua temannya hilang, orang tuanya sampe laporin pihak sekolah kepolisi, soalnya posisi terakhir luara yaitu disma crystall"


"Laura hilang?"


"Yup!"


Kayla merasa aneh. Kenapa laura dan teman temannya menghilang, dan kenapa mereka menghilang setelah membully kayla. Apa mungkin?..

__ADS_1


"Gak mungkin kayla!"


"Eh buset lo kenapa teriak dikuping gue kay"


"Maaf sya kelepasan hehe"


Altaric tersenyum miring dibalik buku tebal yang tengah dibacanya. Tak ada yang menyadari senyuman itu selain rafa.


"Al bisa kita bicara?"


"Gue sibuk"


"Ck ayo"


Rafa memaksa altaric dengan menarik tangannya keluar kelas.


"Mau ngomongin apa?"


"Laura"


"Kenapa dia?"


"Ini bukan ulah lo kan al?"


Altaric terkekeh sinis. Tubuhnya ia sandarkan dipembatas rooftop sambil menatap rafa.


"Seperti dugaan lo, itu gue"


Rafa membelalakan matanya. Langkahnya makin dekat pada altaric.


"Kenapa lo lakuin ini al?!"


"Karena ****** itu udah lukain kayla"


"Lo apain laura sama temen temennya?"


"Eum.. " altaric tampak berpikir dengan melipat tangannya didada.


"Udah mati mungkin"


"****!" rafa mencengkram kerah baju altaric menatapnya marah "Gak gitu anjing cara balas perbuatan mereka kekayla! lo tau perbuatan lo ini kriminal, lo bisa dihukum"


Altaric terbahak seolah ucapan rafa sangat lucu.


"Lo benar benar gila al! "


"Gue emang udah gila dari dulu raf. Dan gue bisa lebih gila lagi kalo ada yang gangguin cewek gue"


Kayla perlahan mundur. Tubuhnya gemeteran setelah mendengar percakapan altaric dan rafa, tadi kayla tidak sengaja melihat rafa yang menyeret altaric kearah rooftop jadilah kayla membuntutinya dan kayla malah mengetahui fakta mengejutkan baginya.


"Al kamu.."


Kayla berlari menuruni tangga sambil membekap mulutnya untuk tidak mengeluarkan isak tangisnya.


Bahkan kayla mengabaikan orang yang sudah ditabraknya sampai buku ditangannya berhamburan.


Sepanjang jalan menuju rumah kayla. Dimobil hanya ada keheningan membuat altaric bingung karena seperti bukan kayla yang suka berceloteh setiap saat.


"Kayla kamu kenapa diem aja?"


"Aku lagi males ngomong aja al"


"Ada yang kamu sembunyiin dari aku"


Tuh kan, kayla tidak bisa berbohong. Karena altaric akan cepat mengetahuinya, entahlah kayla pikir altaric sejenis cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain.


"Al kamu tau gak laura cewek kemarin yang bully aku, katanya dia menghilang"


Altaric menghendikan bahunya seolah tak peduli "Serius dia hilang? yaa aku ketinggalan berita dong"

__ADS_1


"Eum al.."


"Hem"


"Jujur sama aku bukan kamu kan yang bikin laura sama temen temennya hilang"


CKIT


Mobil berhenti mendadak. Hampir saja kepala kayla terpentok dashboard namun tangan altaric menahannya.


"Atas dasar apa kamu nuduh aku?"


Kayla tergagap ketika pertanyaan itu terlontar untuknya. Bagaimana ini kayla bingung menjawab apa.


"Kayla!"


"Huh?"


"Aku tadi gak sengaja nguping omongan kamu sama rafa" ucap kayla dengan satu tarikan nafas.


Altaric mengetuk ngetuk jarinya dikemudi mobil. Suara itu terdengar menyeramkan ditelinga kayla.


"Kamu terlalu aku manjain jadinya mulai nakal. Apapun yang kamu denger dirooftop tadi lupain"


"Al!"


"Jangan berani teriak didepan aku!"


"Kamu berlebihan tau gak sih. Aku tau laura udah jahatin aku, tapi kamu gak seharusnya bertindak jauh gini al"


"Berhenti ngomongin ****** itu kayla! kamu gak tau gimana prustasinya aku liat keadaan kamu kemarin!"


"Aku tau kamu khawatir dengan keadaan aku al tapi aku gak mau kamu berubah jadi orang jahat"


"Kamu kayaknya harus diingatin lagi. Poin nomor lima, jadi gadis penurut kalo gak mau dapet hukuman dari aku"


Kayla mengatupkan bibirnya rapat. Tak lagi bersuara, ancaman dan hukuman sudah tidak asing lagi diindra pendengarannya, altaric akan mengucapkan kata keramat itu jika kayla sudah berani membantah.


Altaric menoleh kesamping dimana kayla tertidur dengan kepala bersandar dikaca mobil. Perlahan altaric memindahkan kepala kayla untuk bersandar dibahunya.


"Siapapun yang berani ganggu kamu, aku gak akan biarin dia hidup tenang sayang" gumam altaric sembari mengelus rambut kaya lembut.


•••


Kayla mengerjabkan matanya, berapa lama kah dirinya tertidur. Kayla bangun dari kasurnya dan melangkah keluar kamar.


"Abi"


"Sudah bangun nak"


Zayid mendekati kayla dan membawanya kemeja makan. Disana humairah tengah menata masakannya.


"Umi masak apa?"


"Wah putri umi sudah bangun. Ayo duduk kita makan bareng bareng"


Kayla memang terlahir dari keluarga kelas menengah. Tidak seperti altaric yang keturunan konglomerat. Entah kenapa altaric memilih kayla untuk dijadikan kekasih.


"Kayla abi boleh tanya?"


"Tanya apa abi?"


"Altaric, apa dia menjaga kayla dengan baik seperti janjinya pada abi dan umi?"


Kayla menggigit bibirnya. Sulit untuk menjawab, ingin jujur takut abinya marah dan jika kayla bohong nanti berdosa.


"Altaric menjaga kayla dengan baik abi. Jadi abi sama umi jangan khawatir yaa"


"Syukurlah"

__ADS_1


Kayla merasa bersalah telah membohongi orang tuanya. Yaa tidak sepenuhnya bohong sih soalnya altaric memang baik padanya namun suatu waktu altaric juga bisa menyebalkan.


__ADS_2