Possessive

Possessive
eps 15


__ADS_3

Reyhan dan anna jalan ke ruangan dokter alya.


Tok... tok... tok...


"Masuk! "ucap alya.


Anna dan reyhan pun masuk ke ruangan alya. Alya tersenyum ketika melihat siapa yang datang.


" Wah ada nih? tumben banget? ada apa?"ucap alya.


Reyhan dan anna duduk.


"Anna seminggu ini mual,pusing dan mood nya naik turun" ucap reyhan.


"Udah tes?" tanya alya.


"Udah" ucap anna.


"Hasilnya?" tanya alya.


"Positive"ucap anna.


Alya terseyum mendengar hasilnya.


" Yu periksa keponakan ku " ajak alya.


Anna bagkit dari kursi dan mengikuti alya dan tiduran di kasur.Aya membuka sedikit baju anna dan mengoleskan gel ke perut anna. Alya pun memeriksanya


"Wow!"ucap alya menatap reyhan.


"Kenapa al?" tanya reyhan bingung.


"Kalian perhatikan monitor baik-baik" ucap alya.


Setelah di perhatikan anna dan reyhan pun ikut kaget


"Reyhan boleh juga ternyata sekali tembak dapat 4" ucap alya.


Anna yang memperharikan monitornya terseyum


Setelah selesai di periksa anna pun turun dari kasur dan duduk kembali.


"Gimana keadannya?"


"Janinnya sehat dan cukup kuat usianya masih seminggu, jangan strees dan kecapean itu bisa mengakibatkan kram perut" ucap alya.


"Apakah bisa? "ucap reyhan dengan tatapan matanya.


" Bisa " jawab alya dengan tatapan matanya.


"Apakah ada keluhan selain pusing,mual, dan moodnya naik turun?" tanya alya.


"Ngak sih al hanya manjanya saja yang makin menjadi"


Alya yang mendengarnya hanya terseyum saja.


"Yauda aku hanya kasih resep pereda pusing dan mualnya dan vitamin ya"


"Jangan"


Alya yang mendengar ucapan anna alisnya terangkat sebelah.


"Obatnya ada di sebelahku"


"Alya yang paham terseyum.

__ADS_1


"Rey jangan bilang anna selalu ikut kamu kemana pun?"


Reyhan hanya menggaguk saja.


"Semangat ya di ikutin bumil terus"


Reyhan hanya tersenyum saja.


Yauda aku tetep kasih buat jaga-jaga obatnya siapa tau reyhan ngak ada ya"


Anna hanya mengganguk saja.


"Makasih al"


"Sama-sama"


Anna dan reyhan pun keluar dari ruangan alya.


"Langsung ke kantor?"


"Ya"


Anna dan reyhan pun menuju kantor. Tak lama mereka sampai di kantor


"Pagi tuan dan nona"sapa karyawan.


" Pagi"


Reyhan dan anna menuju ruangan.


"Kamu duduk dulu aku mau cek berkas"


Anna pun duduk di sofa.


"Pagi rey"


"Pagi ras"


"Ada yang mau ketemu sama lo"


Reyhan yang mendengar ucapan rasya terdiam.


"Apa lia?"


"Siapa?"


"Lia" ucap rasya.


"Suruh dia masuk"


Tak... tak... tak...


Suara high heels berbunyi lia pun masuk ke ruangannya.


"Hi rey! "


Reyhan hanya tersenyum saja.


"Udah siap jujur?"


Lia hanya mengangguk.


"Dimana anna?"


"Itu dia" ucap Reyhan menunjuk sofa.

__ADS_1


Lia yang melihat keadaan anna tersenyum haru.


"Dek! " panggil lia.


Anna yang mendengar suara yang familiar menengok ke samping.


DEG


Anna yang melihatnya kaget dan terdiam.


"Kak lia "gumam anna.


" Kamu siapa?"tanya anna dingin.


"Ini kakak" ucap lia terisak


"Ngak, ngak mungkin kak lia udah ngak ada


hiks... hiks... hiks....."anna menangis.


" Ini kakak dek kakak masih hidup"


"Ngak kak lia udah ngak ada " anna teriak.


Lia pun maju ke hadapan anna.


Anna bangun dari kursi dan mundur perlahan


Lia memegang tangan anna.


"Ini kakak sayang, kakak masih hidup kakak belum meniggal"


"Kalau kakak masih hidup, kenapa kakak ngak temuin aku, aku terpuruk selama bertahun-tahun kak, dan kakak tau kak nathan dan kak lio pergi kak untuk menenangkan diri kita bertiga terpuruk kak, dan kakak datang tiba-tiba sekarang kemana aja kakak dulu,kenapa ngak langsung temuin aku kak "anna berteriak histeris.


Lia yang mendengar ucapan anna kaget.


Tiba-tiba anna merasakan perutnya keram.


" Akhhh " anna memegang perutnya.


"Kamu kenapa dek? "lia panik memegang tangan anna.


" Jangan sentuh aku!"


"Sayang perutku akhh"


Reyhan yang tak jauh dari anna pun menyusulnya.


"Akhh rey perutku"


Reyhan langsung memeluk anna dari belakang.


"Kamu tenang jangan nangis, anak-anak kita juga bisa ngerasain apa yang kamu rasain"


Reyhan mengelus perut rata anna untuk menenangkannya.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2