
Xavier membuka matanya saat merasakan sinar matahari masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa kamu menjadi orang lain saat di hadapanku dan keluargamu sendiri sayang" lirih xavier mengusap pipi gretta.
" Apa yang menyebabkan kamu menjadi seperti ini hm? kenapa kamu bisa masuk keluarga 'iblis' seperti mereka? "gumam xavier.
Drrttt.... drrrtt.... drrtt.....
xavier yang mendengar suara handphone nya berbunyi pun melepaskan pelukan gretta perlahan-lahan.
"Vander" gumam xavier menatap handphone nya. Xavier pun langsung mengangkat telepon tersebut.
📞 "Halo van ada apa? " tanya xavier langsung.
📞 " Halo tuan, nona muda kembali berulah kembali tuan" lapor vander.
Xavier yang mendengar itu mengambil nafas panjang dan di keluarkan perlahan-lahan.
📞 " Tsh! sekarang dimana dia? "tanya xavier memejamkan matanya.
📞 " Nona muda ada di mansion tuan, sekarang saya ada di depan kamarnya tuan"ucap vander.
📞 " Jaga dia, jangan sampai dia berulah kembali dan mengacaukan semuanya"ucap xavier.
📞 "Baik tuan! " ucap vander.
Xavier kembali menaruh handphone di atas nakas dan mengecup kening gretta sebelum turun dari kasur.
Xavier masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah 15 menit kemudian.... Xavier turun ke bawah.
__ADS_1
"Velia! " panggil Xavier.
" Ya tuan, ada yang bisa saya bantu? "ucap velia.
" Saya ada urusan sebentar, jaga nona keras kepalamu itu. Jangan sampai dia membuat ulah atau kamu yang menanggung akibatnya"perintah Xavier pada velia.
" Bukannya kalian sama-sama keras kepala"gumam velia.
" Kamu bicara apa tadi? "tanya Xavier menatap velia menyelidik.
" Tidak tuan, saya tidak bicara apa-apa"ucap velia.
" Tadi apa mendengar apa yang kukatakan velia? "tanya Xavier menatap velia.
" Saya dengar tuan, saya akan menjaga nona dengan sangat baik selama anda pergi "ucap velia.
" Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu"ucap Xavier keluar dari vilanya.
"Selamat siang tuan! " ucap para pelayan yang lewat.
Xavier menghiraukan semua nya dan langsung naik ke lantai 2 untuk bertemu dengan asistennya.
" Apa viona masih di dalam? "tanya Xavier.
" Masih tuan, nona viona masih ada di dalam"ucap vander.
Cklek... pintu kamar terbuka dan terlihatlah seorang perempuan yang sedang duduk di atas kasur.
"Apa yang sebenarnya terjadi? " gumam Xavier yang melihat kamar ini berantakan.
" Quennza "panggil Xavier lembut berjalan ke arah kasur.
__ADS_1
Viona yang merasa namanya dipanggil pun mengangkat kepalanya dan menatap xavier yang ada di depannya.
" Xavier" lirih viona mengarahkan tangannya ke arah xavier. Xavier langsung memeluk viona dengan sangat erat.
Viona yang berada di pelukan Xavier kembali menangis kembali. Xavier yang merasakan punggung viona bergetar pun langsung mengusap punggung viona lembut.
Viona yang merasakan sudah tenang pun melepaskan pelukannya dan menatap Xavier.
Xavier mengusap sisa air mata di pipi viona "Kamu kenapa seperti ini hm? ada apa sayang? " tanya Xavier mengusap pipi viona lembut.
...****************...
Tangan tersebut meraba-raba samping tempat tidurnya dan tidak menemukan Xavier di sampingnya.
Hayva menghela nafas dan membuka matanya
"Kamu tidak tahu alasanku menjadi hayva dan menjadi seperti ini di depanmu dan keluargaku sendiri vier. Dan aku masuk ke dalam keluarga 'iblis' tersebut karena aku harus melakukan 'hal' yang seharusnya aku lakukan dari dulu. Dan nanti pada waktu sudah tepat aku akan kembali lagi menjadi gretta dan kembali padamu dan keluargaku"lirih hayva meneteskan air matanya.
" Apa kamu akan kembali setelah semuanya selesai gretta? " Tanya Xavier masuk ke dalam kamar.
Deg! hayva terdiam melihat Xavier yang ada di depannya.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1