
Jessica mengerjapkan matanya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 2 siang.
Jessica menatap el yang sedang tertidur di pelukannya.
El yang merasa ada yang memperhatikan pun membuka matanya.
" Jam berapa sekarang? " suara serak El.
" Jam 2 "ucap jessica.
" Mau makan sekarang? " tanya jessica.
El menggangguk dan mereka turun ke bawah.
" Mama! mama ngapain di sini? " tanya El dingin.
" Memangnya mama salah mau bertemu dengan anak sendiri? Dan kenapa dia ada di sini?! "tanya vanni menatap jessica sinis.
" Mama kenapa menatap jessica seperti itu? Apa mama ada hubungannya dengan putus ku dengan jessica?! "tanya el penuh selidik.
Deg!
Kenapa mama diam? Apa benar ucapanku? " ucap el.
Vanni terdiam dan menatap jessica dengan tajam.
Jessica yang mendapatkan tatapan itu hanya tersenyum saja.
Jessica melepaskan genggaman tangan el. El yang melihat itu pun menatap jessica dengan mengangkat sebelah alisnya.
" Aku harus kembali! Bukannya di sini ada TUNANGANMU di sini kar! "ucap jessica menatap Marsya.
" Aku dan dia belum tunangan jess! Dan kamu akan menjadi pengganti calon tunangannya! "bisik el.
" Apa mungkin? "
__ADS_1
" Itu tidak akan pernah terjadi! Kalau pun terjadi itu hanya mimpi yang belum terwujud! " ucap jessica mengelus pipi el.
Setelah itu jessica pergi dari sana, tetapi berhenti karena ucapan el.
" Dan aku akan membuat mimpi itu akan terwujud! Kamu akan menjadi tunanganku jess! Dan aku akan membatalkan pertunangan ku! " ucap el lantang.
Jessica berhenti mendengar ucapan el.
" Semoga! semoga mimpi kita terwujud el! tapi apakah mungkin? "
Setelah berhenti sesaat jessica langsung pergi dari sana.
" Apa maksud dari omonganmu el?! "tanya vanni tak Terima atas pernyataan el.
" Maksud dari omonganku adalah aku membatalkan pertunangan ini! Dan lebih baik mama pulang sekarang! El cape, El butuh istirahat! "ucap El meninggalkan mamanya di meja makan.
...----------------...
Sebulan kemudian...
" Gimana? Udah siap semuanya? "tanya reyhan.
" Sudah tuan, semua sudah siap tinggal menunggu malam untuk memulai acaranya " ucap sang pelayan hotel.
" Pastikan semuanya berjalan dengan aman! " ucap reyhan.
Reyhan pun pergi dari hotel tersebut dan menuju ke kantor.
Cklek! pintu terbuka.
Reyhan yang sedang memejamkan matanya pun membuka matanya untuk melihat siapa yang datang.
" Alice! Ada apa kamu ke sini? "ucap Reyhan.
" Aku mau minta tolong boleh? " ucap alice naik ke pangkuan reyhan.
__ADS_1
Reyhan mengernyitkan dahi melihat keluarkan alice.
Reyhan menempelkan tangannya di dahi alice.
" Tidak panas " gumam Reyhan.
" Aku tidak sakit sayang " ucap alice membuka kancing baju reyhan.
" Oh jadi ini alasan kamu selama sebulan ini sikapmu berubah! " ucap anna datar menatap sang perempuan yang ada di pangkuan suaminya.
" Turun ngak kamu dari pangkuan suamiku! " ucap anna.
" Aku tunggu kamu di apartemen ya sayang " ucap alice menghisap leher reyhan dan turun dari sana.
" Selamat datang kakak iparku " ucap alice mengecup pipi anna.
Anna yang melihat kelakuan perempuan tersebut hanya bisa menarik nafas dalam.
" Sayang--- "
" Jangan sentuh aku! Jadi ini alasan kamu berubah! " ucap Anna melempar beberapa foto di atas meja kerja Reyhan.
Reyhan pun mengambil foto-foto tersebut dan memperhatikan foto tersebut dengan seksama.
" Foto ini kan? foto... "
" Apa ini maksud dari omonganmu sebulan yang lalu? apa benar kamu mengkhianati pernikahan kita? Jawab rey! " lirih Anna.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC