Possessive

Possessive
eps 109


__ADS_3

“ Sayang...... ”ucap anna duduk di pangkuan Reyhan.


“Kamu-------”


Anna langsung mencium bibir Reyhan dengan rakus dan menyesapnya.


Setelah puas dengan bibir anna turun ke leher Reyhan menciuminya.


" Anak-anak ingin di jenguk oleh papanya" Bisik anna mengelus milik Reyhan dari luar celana.


"Ssshhh..... sayangghhhhh...... " Desis reyhan memegang tangan anna.


" Aku ingin dibuahi olehmu Rey " Bisik anna menjilati leher reyhan.


Tangan anna secara perlahan membuka celana reyhan dan mengelus pelan milik reyhan.


" Jangan aaaaahhhhh....... "Erang reyhan merasakan pijatan tangan anna di miliknya.


Reyhan menarik tangan anna ke atas kepala dan menatap anna dengan tatapan intens.


" Ada apa denganmu? Pasti tidak ada sebab kau melakukan ini 'kan? " Ucap reyhan menyusuri lekuk tubuh sang istri.


Anna tersenyum "Memangnya aku salah ingin memanjakan dirimu " Bisik anna mengecup pelan leher reyhan.


Reyhan mengelus pelan rambut anna "Tidak ada salahnya, tapi kita ingin menemui seseorang sayang"


Reyhan mencium bibir anna dan menyesapnya. Mereka saling berpangutan sangat dalam sampai akhirnya mereka menyudahi ciuman mereka.


Reyhan mengelus pipi anna sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan " Hanya sebentar oke? "


Anna tersenyum dan menggangguk " Baiklah sayang!


Sebentarmu berbeda sayang, kita lihat akan berapa lama


Setelah 4 jam mereka melakukan ritual suami istri, anna mengelus rambut Reyhan pelan " sebentarmu seperti ini sayang " Gumam anna.


Anna menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dengan Reyhan. ia mengelus perut besarnya pelan " Makasih ya sayang, sudah bekerja sama dengan mama dengan baik! "


Anna pun masuk ke dalam pelukan Reyhan dan menyusulnya ke alam mimpi


...----------------...


"Eughhh........" Anna meleguh dan membuka matanya melihat jam yang menempel di atas dinding.


"Sudah jam 7 ternyata" Gumam Anna.


Mereka yang merasa kelelahan kemarin tak sadar kalau mereka tidur di kantor.


Anna mengelus tangan Reyhan yang melingkari perut besarnya " Hei sayang bangun sudah pagi! " Anna membangunkan Reyhan.


Reyhan yang di bangunkan bukannya bangun malah mengeratkan pelukannya " Sebentar lagi sayang! Aku masih mengantuk! " Lirih Reyhan mengelus perut besar Anna.


Ting! suara handphone berbunyi. Anna mengalihkan perhatiannya terhadap handphone Reyhan yang ada di atas meja.


Anna pun mengambilnya dan membuka handphone tersebut.


📩 Tuan anda di mana? saya ke mansion anda tidak ada!


Anna membaca pesan yang di kirim oleh rasya dan langsung di balas olehnya.


📩 Rasya! ini saya Anna. Saya dan Rey tadi malam tidur di kantor jadi kau langsung ke kantor saja ya


📩 Baik nona


Anna pun menaruh kembali handphone Reyhan di atas meja tetapi tidak jadi karena ada satu pesan lagi yang masuk.


📩 Rey semuanya sudah siap ya


Anna mengerutkan dahinya saat membaca pesan tersebut.

__ADS_1


" Apa maksud dari pesan ini? " tanya pada diri sendiri.


Anna pun mengscreenshoot pesan tersebut lalu ia kirim ke nomornya dan langsung ia hapus screenshootnya dan pesannya.


Anna menaruh handphone Reyhan di atas meja dan menatap sang suami yang masih tertidur sambil memeluknya.


" Semoga kamu tidak menyembunyikan apapun dariku yang membuat kita pisah sayang! Aku tak tahu harus bagaimana kalau sampai itu terjadi! " Lirih Anna menghapus air matanya yang keluar.


...****************...


Seorang perempuan bangun dari tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi. 15 menit kemudian.....


Perempuan tersebut keluar dari kamar mandi dan mulai merias dirinya.Setelah semua sudah selesai pun perempuan tersebut keluar dari kamarnya untuk turun ke bawah.


" Makan dulu sayang "ucap charlotte. " Dimana kak alva ma? "tanya jessica.


" Alva sudah berangkat sejak pagi "ucap charlotte.


" Hari ini kamu mau ke mana? "tanya arva memperhatikan penampilan sang putri.


" Hari ini jess mau bertemu dengan dosen sekalian ketemu sama el "ucap jessica.


"Bisa temuin kita sama el sayang? " tanya arva. Jessica berpikir sejenak lalu mengangguk.


" Nanti jess akan bawa el ke rumah" Jessica melihat jam di hpnya


"Jess berangkat dulu ya, udah mau telat nih"


" Yaudah hati-hati di jalan ya, oh iya kamu berangkat sama siapa? "tanya charlotte.


" Sendiri ma! "teriak jessica keluar dari rumah. Setelah setengah jam jessica pun sampai di kampus dan langsung bertemu dengan dosen. " Jessica! "panggil seseorang. Jessica yang merasa ada yang memanggil namanya pun berhenti berjalannya sejenak.


" Ngapain kamu di sini?! "ucap jessica menatap laki-laki di sampingnya dengan tatapan tajam.


" Apa aku salah ingin bertemu dengan pacarku sendiri? "ucap vega. Jessica menepis tangan vega yang ada di pundaknya dan menatap vega sinis.


" Apa kau tak takut dengan raf------ " Tiba-tiba sebuah telpon berbunyi dan jessica mengambil hpnya di sakunya. Jessica menatap nama yang tertera di hpnya.


" Hallo kak, ada apa? "tanya jessica.


" Bisa ke markas sebentar....Ada yang perlu kakak bicarakan denganmu "ucap alva.


" Ada apa? apa tidak bisa di rumah saja nanti? "tanya jessica mengernyitkan dahinya. " Tidak bisa! Kakak akan menunggumu di sini! "ucap alva.


" Oke kak, aku akan ke sana sekarang "ucap jessica.


Tak biasanya kak alva memintanya datang ke markas.Mengapa intonasi bicara kak alva berbeda dari biasanya?.Biasanya membicarakannya di rumah. Kecuali ada hal yang sangat genting. Apa yang sebenarnya terjadi?


" Raf? Raf siapa? Kenapa kau tak melanjutkan kata-katamu? "ucap vega menatap jessica. Jessica tidak menanggapi pertanyaan vega dan langsung pergi dari sana menuju ke markas.


"Raf siapa? Siapa sebenarnya raf? Apa hubungan raf dengan jessica? Gue harus mencari tahu tentang ini! " ucap vega menatap punggung jessica yang mulai menjauh dari pandangannya.


.


.


" Selamat datang lady! "ucap para maid yang melihat jessica datang. Jessica hanya mengangguk untuk menanggapinya setelah itu jessica langsung berjalan ke sebuah ruangan untuk bertemu dengan prince A.


" Ada apa kau ingin bertemu denganku? Tak biasanya kau ingin bertemu di sini? Apa yang sebenarnya terjadi? "ucap jessica masuk ke dalam ruangan pribadi dan duduk di depan alva.


" Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu "ucap alva. " Apa itu? "tanya jessica menatap alva. Alva menatap jessica sejenak dan menaruh sebuah map di depan jessica. " Map apa itu? "tanya jessica menatap map tersebut.


" Bukalah dan bacalah dengan tenang jangan marah dulu "ucap Alva dengan tenang. Jessica mengambil map tersebut dan mulai membuka map tersebut. Setelah selesai membaca map tersebut jessica langsung menatap Alva.


" Ini nggak benar kan va? Ini salahkan? "lirih jessica. Alva terdiam tak tahu harus menjawab apa.


" Itu benar! Dan kamu harus segera mengakhiri hubunganmu dengan gabriel! "ucap seseorang masuk ke dalam ruangan pribadi tersebut.


Deg! Jessica menatap seseorang tersebut.

__ADS_1


" Apa maksud kakak mengakhiri hubungan?"tanya jessica menatap varez.


"Apa kau tak lihat di map tersebut kalau el adalah orang yang kita cari selama ini!! " ucap varez.


" Ya, aku tahu tapi aku tidak bisa mengakhiri hubungan ini kak! "ucap jessica.


" Kenapa?! Kenapa kamu tidak bisa meninggalkan gabriel! "ucap varez menatap tajam jessica.


" Aku mencintainya! mencintainya kak! "lirih jessica tanpa sadar air matanya keluar.


" Tapi kamu tahu kan bahayanya hubungan ini?"tanya Alva. Jessica menghapus air matanya dan menatap alva.


" Apa aku harus mengakhiri hubungan ini kak? "serak jessica menatap alva.


" Sini "ucap Alva menepuk sofa di sebelahnya. Jessica pun berpindah ke sebelah Alva dan duduk di sana. Alva menarik tangan jessica dan mengenggamnya


" Apa kamu tahu bahayanya hubunganmu dengan gabriel? "tanya Alva lembut. Jessica mengangguk


" Tapi aku ingin mempertahankan hubungan ini kak! Apa aku salah mencintainya? "Alva langsung menarik jessica ke dalam pelukannya dan mengusap punggung jessica bergertar.


" Kamu tidak salah mencintai dia, tetapi sepertinya Tuhan ingin menguji cinta kalian "ucap alva.


" kakak tahu kamu ingin mempertemukan el dengan mama papa kan? "tebak varez tepat sasaran. Jessica yang sudah tenang melepas pelukan Alva dan menghapus sisa air matanya lalu menatap varez sejenak. Alva yang mendengar itu langsung menatap jessica.


" Apa itu benar jess?" Jessica beralih dan mengangguk lemah. Alva yang melihat jessica mengangguk langsung mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan


" Pertemukan mereka secepatnya! "ucap Alva. Varez yang mendengar perkataan Alva langsung menatap tajam.


" Apa kau ingin mengibarkan bendera perang va?! Ini hanya boleh kita yang tahu tentang ini! Tidak dengan mama papa atau dengan yang lainnya va! "ucap varez tegas.


" Mama dan papa ataupun yang lainnya mengetahui gabriel sebagai kekasih jessica bukan sebagai musuh dari Red Devil "ucap alva menatap varez. Jessica terdiam dan berkata " Beri aku waktu, setelah waktunya tepat aku akan melakukannya! "ucap jessica menatap varez. Alva yang mendengar pernyataan jessica langsung mengalihkan pandangannya.


" Apa kau serius dengan ucapanmu jess? "tanya alva.


" Aku yakin, walaupun nantinya el akan membenciku karena tanpa penjelasan meninggalkannya begitu saja "ucap jessica tenang.


" Tanpa penjelasan? Apa kau akan meninggalkan el dengan hubungan yang menggantung? "tanya alva. Jessica mengangguk dan pergi dari sana menuju tempat yang menenangkan hati dan pikirannya.


.


.


Jessica menghirup udara di sana dan memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya yang kacau.


" Ngapain kamu ke sini? "tanya el berdiri di samping jessica. Jessica yang mendengar suara el membuka matanya dan menatap el.


" Kenapa kamu bisa tau aku ada di sini? "tanya jessica. El tersenyum " Apa kau lupa kalau HP mu terhubung ke hpku jadi aku tau kau di mana sayang." Jessica langsung memeluk el erat.El yang merasakan pelukan yang berbeda dari jessica melepaskan pelukannya dan menatapnya.


"Ada apa hm? " Jessica menggeleng dan menaruh kepalanya di ceruk leher El.


Kamu terlalu mengerti perasaanku El. 


Jessica melepaskan pelukannya dan berkata.... "Milikku aku! " El yang mendengar itu sedikit kaget dan mencoba biasa saja di depan jessica.


" Bukannya aku sudah memilikimu? "tanya El mengusap pipi jessica.


" Kamu memang sudah memilikiku tapi milikku aku seutuhnya El! "ucap jessica mengusap rahang El.


El terdiam dan menatap jessica intens


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Ingin tahu kelanjutan ceritanya kalian bisa ke aplikasi fizzo ya bisa di cari nama penanya celine825


__ADS_2