Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 21


__ADS_3

Seseorang memegang pundaknya, Amira tak berani menoleh, ia hanya takut apakah orang ini mendengar semua percakapan antara Ia dan suaminya.


" Maaf, mengagetkan mu habis nya pintu nya terbuka, jadi aku langsung masuk saja ."


Suara yang terdengar itu sangat familiar di otak Amira, ia hanya langsung menghela nafas bersyukur.


" Lain kali ketuk pintu dulu, kau tahu aku sangat kaget ."


Dengan nada sedikit tinggi.


Pria itu hanya menyeringai sambil menggaruk kepalanya.


" Kak, kamu takut ketahuan pas aku masuk kalian sedang memainkan adegan panas yah ."


Berbisik di telinganya.


Amira menjitak kepala nya, memang Adik ipar nya ini selalu saja membuat nya agak kesal.


" Pangeran Mo Ran tak perlu berakting, apakah anda tidak mengenalnya ."


Menarik tangan Wei Zhan di hadapannya.


Mata nya seperti berkaca-kaca ketika tahu mata kakak nya itu beneran telah hidup.


Suaminya itu hanya memandang nya, lalu sedikit mengerutkan alisnya.


" Siapa ya, aku tidak kenal ."


Berbicara dengan gaya khas anak kecil.


Wei Zhan menutup sebagian matanya dan menghela nafas dalam tawa kecil nya.


" Istriku, mana mungkin Pangeran pertama mengenaliku kita kan baru saja bertemu ."


Menarik tubuh Amira dalam pelukannya.

__ADS_1


Gadis cantik itu langsung melotot padanya.


" Oh, kau suami pelayan ku, kebetulan sekali aku bisa bertemu dengan mu, apakah kau sudah sembuh tuan ."


" Sembuh ..? ."


Kedua mata Wei Zhan & Amira bertatapan.


" Ah iya saya sudah sembuh Yang mulia pangeran pertama ."


Dengan terus mendekap erat tubuh Amira.


" Pangeran pertama mari mandi, saya akan menyiapkan air hangat untuk anda ."


Amira berusaha melepaskan pelukannya.


Wei Zhan yang mendengar itu sedikit kaget.


" Istriku, pangeran pertama sepertinya sudah bisa berjalan sendiri, kenapa tidak membiarkan nya mandi sendiri saja ."


berkata dengan nada sangat malu dan ragu - ragu.


Wei Zhan yang mendengar itu langsung menggeleng geli.


" Istriku, kalau kamu sudah tak tahan mari kita lakukan, jangan asal memegang barang orang lain itu tidak baik, apalagi itu milik pangeran pertama ."


Sambil sedikit mengedipkan matanya.


Amira yang mendengar itu semakin tambah kesal, beberapa kali ia mengencangkan kepalan tangannya.


" Kalian mau melakukan apa ."


Pangeran pertama itu menunjukkan tampang polos nya lagi.


" Ah, sudahlah Pangeran pertama tidak usah dibahas, lebih baik pangeran mandi saja dulu, saya akan menyiapkan baju ganti untuk pangeran ."

__ADS_1


Mengarahkan suaminya ke kamar mandi.


Tatapan tajamnya langsung mengarah pada Adik ipar nya itu, berkali-kali Amira di buat kesal oleh nya, ia menjitak kepalanya untuk kedua kalinya.


" Lain kali berpikir dulu sebelum bertindak, kenapa kamu bilang ke Mo Ran kalau kamu suamiku ."


Pria itu menyeringai memegangi kepalanya karena kesakitan.


" Kak Xian Ai kamu jahat sekali padaku, bukankah dengan begitu kita bisa melindungi Mo Ran bersama-sama ."


Dengan sedikit berbisik.


" Terserah kamu saja, yang penting jangan tiba-tiba memeluk ku ."


Amira tak memandang wajah nya lagi, ia mulai sibuk menyiapkan baju suaminya untuk berganti.


Tak berselang lama datang beberapa prajurit dan seorang kepala pelayan wanita, ia mengetuk pintu dan memberi salam.


" Maaf Pangeran Kedua Beizitang Wei Zhan, saya diutus Paduka Kaisar untuk membawa anda ke ruangan nya, mari ikut hamba ."


Kepala pelayan itu menunduk kan badan nya dan menyuruh prajurit itu menjemputnya.


Amira seketika berdiri, Wei Zhan menahannya.


" Tak usah di jemput, aku bisa berjalan kesana sendiri ."


Kepala pelayan itu tersenyum padanya.


" Tidak apa-apa, aku akan tetap menjaga kalian tunggu aku dan tetap disini ."


Menatap lekat-lekat mata Amira


Wei Zhan melepaskan tangan gadis itu dan pergi mengikuti Para pengawal yang mulai meninggalkan pintu.


__ADS_1


__ADS_2