Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 22


__ADS_3

" Silahkan Pangeran kedua, mari ikut kami ."


Pelayan itu menudukkan badan nya mempersilakan nya masuk dalam ruangan yang tampak sangat asing.


Wei Zhan menatapnya dengan tajam, ia memasuki ruangan itu dengan waspada.


Di sana sudah berdiri Seorang yang sangat di kenalnya, Pria tua itu berdiri membelakangi nya.


" Apa yang kau inginkan Pak tua ."


Tanya nya dengan nada sangat dingin.


Pria tua itu langsung membalikkan badannya, melemparkan senyum padanya.


" Wei, Ayah tidak tahu kenapa sampai sekarang kau masih menjadi anak yang susah diatur, permintaan ku tidaklah banyak aku hanya ingin kamu kembali ke istana dan mengelola pemerintahan untukku ."


Wei Zhan menatap nya dengan tawa sinis.


" Kalau aku tak bersedia, apa yang akan kau lakukan ."


Pria berpawakan tinggi tegap itu seakan menjawab nya dengan nada menantang dan penuh kebencian.


Pria tua itu menatap anak nya itu dengan tatapan yang sayu.


Lalu memberi kode untuk memanggil beberapa prajurit.


Dengan sigap puluhan prajurit datang, dan mengepung nya.

__ADS_1


Tawa Pangeran tampan itu semakin menjadi-jadi, menggeleng kan kepala nya dan kembali memberikan senyum sengit.


" Apa kau akan memenjarakan aku, silahkan Pak tua aku tidak takut ."


Hingga Pria tua yang sangat di segani orang-orang itu meninggalkan nya, Para prajurit itu langsung menyerangnya tanpa pandang bulu lagi bahwa ia adalah anak seorang Kaisar.


Kemampuan ilmu bela dirinya sangat kuat, hanya saja ia kalah telak dalam jumlah, saat ia dapat menangkis semua serangan itu, seseorang dari belakang dengan curang menghantam kepalanya dengan Parang.


Wei Zhan seketika terjatuh, ia tak dapat membuka kembali matanya, yang dapat ia lihat saat terakhir adalah pandangan samar mereka yang membawanya pergi ke suatu tempat, hingga akhirnya ia tak mendapatkan kesadarannya lagi.


🍃🍃🍃🍃🍃


Puteri cantik itu terlihat mondar-mandir kesana kemari.


Suami nya Pangeran pertama baru keluar dari kamar mandinya, Amira dengan sigap memberikan rangkap pakaian dan mengulurkan handuk padanya.


" Kenapa dengan mu, kau tampak sangat kebingungan..?"


" Ah, tidak apa-apa pangeran saya hanya kurang enak badan."


" Dimana suamimu..?"


" Dia pulang duluan, karena ada kepentingan mendadak ."


Pangeran itu hanya berfikir, mungkinkah kehidupan menjadi orang dewasa itu sangat tidak mudah, padahal dalam arti yang sebenarnya memang benar-benar tidak mudah dan sangat sulit untuk dipahami.


🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Dalam sudut ruangan rahasia itu ada beberapa pelayan seperti dayang-dayang masuk dan membawakan sejenis obat beserta alat-alat seperti ritual Taoisme.


Di sana sudah terdapat tabib kepercayaan istana, Kepala pelayan serta Sang Permaisuri Kaisar Jiang Tang.


Sang Permaisuri Kaisar itu mengulurkan nya selembar kain putih dari salah satu dayang itu.


" Ingat tabib, lakukan dengan hati-hati, jangan sampai kau menghilangkan rasa kepercayaan ku lagi ".


Melangkah pergi dengan di ikuti para pelayan nya.


Meninggalkan Pria renta dan seorang yang sudah berbaring dalam kasur.


Tabib itu menuliskan huruf sakral abjad kuno dalam kain putih itu dan membacakan sebuah kalimat yang sangat khusyuk.


sesaat ia melukai jari pangeran kedua dengan pisau kecil, meraih beberapa tetes darah nya untuk menodai kain putih itu.


Ritual Taoisme hitam itu berjalan dengan sempurna, Mata pangeran kedua itu tiba-tiba terbangun.


Mata itu bukan lagi seperti miliknya, tatapan itu benar-benar melayang seperti jiwanya tak berada dalam raga nya.


Tabib itu kemudian membisikkan nya sesuatu, seperti bukan watak asli dari dirinya.


Ia langsung mengangguk mendengar perintah itu.


meraih mangkuk kecil berisi obat itu dan meminumnya.


__ADS_1


__ADS_2