
Pangeran Pertama Beizintang Mo Ran menaiki kereta Kuda dengan ditemani lima pengawal nya.
Ia masih memikirkan kata-kata dari Mertuanya ( Perdana Menteri Zhu ), sepanjang perjalanan nya dari Zhian Hai ke Zhoushan.
Ia hanya tak menyangka hari yang ia tunggu-tunggu ternyata tidak berbuah manis.
Setiap hari ia berkunjung ke kediaman Zhu semata-mata ingin bertemu Li Xian Ai.
Ia sudah kehabisan cara mencari kesana-kemari tapi tak kunjung menemukan nya.
Hingga ia berfikir, suatu saat istrinya itu pasti akan pulang menemui Ayah nya.
Meskipun Ia tak mengetahui maksud istrinya pulang ke kediamannya lagi dengan sebuah tujuan.
Ia hanya meyakini, ada hari dimana ia dan Li Xian Ai bisa bersatu kembali.
Apapun persyaratan agar keinginannya tercapai akan ia penuhi.
🍁🍁🍁🍁
Sesampainya ia di Zhoushan ia mendatangi ruangan Ayahnya.
" Di mana Ayah Kaisar ..?" Tanya Pangeran Mo Ran kepada salah seorang pengawal.
" Maaf Pangeran Mo Ran, Paduka Kaisar sedang ada rapat dengan Petinggi Dinasti Ming Selatan, beliau berpesan Agar tidak mengganggu sampai rapat selesai ."
Jawab lantang Pengawal itu dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Mo Ran mengangguk, ia lalu pergi dan duduk di sebuah taman dekat Ruangan Ayahnya.
Tampak dari kejauhan ia melihat Ibu Suri tiri nya nampak sedang tergesa-gesa.
Ia tak mengerti arti dari pemandangan yang ia lihat.
Tapi rasa ingin tahu nya yang begitu besar, ia lantas mengikuti nya.
Hingga berakhir di sebuah Paviliun yang terletak sangat ujung.
Ia melihat ibu Suri tirinya masuk keruangan itu di ikuti beberapa pelayan nya.
Mereka seperti melihat-lihat situasi sekitar sebelum memasuki ruangan terpencil itu.
Ia tak mengerti apa yang dilakukan mereka, ia akhirnya menunggu sekitar 30 menit sampai mereka keluar.
Rasa ingin tahunya yang begitu besar membuatnya ingin mengetahui ruangan yang nampak asing baginya.
Selama ia masih kecil ia tak pernah melihat ada satu ruangan aneh yang terletak sangat ujung yang jarang terjamah.
Ia seketika mengernyitkan dahinya.
Ruangan macam apa ini ..??? Gumamnya.
Perhatian nya lalu tertuju pada Dupa yang dibakar di ruangan itu.
Aroma Wangi Lavender yang familiar baginya.
" Pangeran Pertama sepertinya sangat penasaran sampai mengikuti ku kemari ."
Suara yang begitu menggoda terdengar dari ranjang tertutup kelambu tepat di belakangnya.
__ADS_1
Mo Ran seketika menoleh dari arah suara itu.
" Siapa kamu..?"
Lalu turun dari ranjang dengan penuh hati-hati, Wanita dengan gaun malam tipis yang sangat di kenali nya.
Ia lalu mendekati Mo Ran dengan bahasa tubuh yang menggoda.
" Maaf Ibu Suri, saya hanya tak sengaja ingin melihat kalau begitu saya akan segera pergi ."
Tanpa basa-basi ia lantas pergi.
" Pangeran janganlah terburu-buru, tinggal lah sejenak, mungkin aku bisa membantu masalah mu ." Ucapnya dengan sangat santai.
Langkah Mo Ran terhenti, tanpa ia menoleh ia mengatakan.
" Apa yang bisa kau bantu dari permasalahan ku ..?"
" Tergantung apa yang bisa aku lakukan untukmu, hanya saja ada harga yang harus di bayar untuk itu ." Berkata dengan santai sambil memegang sebuah kuntum mawar.
Mo Ran semakin penasaran di buatnya.
" Apa benar kau bisa membantu permasalahan ku dengan Li Xian Ai ."
Mo Ran langsung berkata pada intinya.
Senyuman mengembang terlihat di wajah ibu Suri tiri nya.
" Itu hanya sebuah masalah kecil, bagaimana dengan harga nya ." Berucap sambil memegangi pundak Mo Ran.
" Apa Persyaratan mu ...?"
__ADS_1
Mo Ran bertanya kepada wanita paruh baya di depan nya.