
Mo Ran menatap lantang mata mertua nya yang meminta penjelasan kepada nya, Sepasang mata yang di wariskan untuk Istrinya, tatapan tajam yang sangat familiar bagi dirinya.
" Saya bisa Jelaskan kepada anda Perdana menteri Zhu, atas kesalahpahaman ini ."
Jawab Mo Ran dengan Lantang.
Pria tua itu langsung menyuruh Wei Zhan dan Amira meninggalkan ruangan.
Ia benar-benar ingin berbicara Empat mata dengan Mo Ran.
🍁🍁🍁
" Kak Xian Ai, tunggu penjelasan ku ."
Wei Zhan nampak berlari mengejar Amira.
Pria itu dipenuhi rasa cemas.
Amira menoleh padanya,
" Aku sudah tidak ingin membahas masalah itu, kenapa kau mengungkitnya ".
Wei Zhan menatap mata Amira, ia memegangi kedua pundak nya.
" Kak, Semua itu tergantung padamu, kau harus bagaimana menyikapi semua ini, tapi setidaknya masalah besar ini juga perlu di ketahui Orang tua mu ."
Amira terus menatap matanya, Lalu meninggalkan kan Wei Zhan yang masih terpaku.
__ADS_1
Wei Zhan memandangi Wanita keras kepala itu, Persis Seperti 15 tahun silam.
Selalu tidak ingin melibatkan banyak orang kedalam masalah nya.
Apakah Mo Ran layak mendapatkan nya ?...
Opini nya tentang itu selalu terngiang-ngiang di dalam pikirannya.
Semenjak kesembuhan kakaknya, ia belum melihat sepasang pengantin baru itu mejalani kehidupan mereka pada umumnya.
Semenjak dirinya tahu, bahwa Istri Ayahnya lah Dalang dibalik semua ini.
Tangan nya mengepal sesaat mengingat semua penghinaan Ibu Tirinya itu kepada dirinya dan kakaknya selama bertubi-tubi.
Amira menghentikan langkahnya, " Apa yang kau tunggu Wei ...?"
Pria itu menatap dan tersenyum padanya sembari berlarian kecil.
🍁🍁🍁🍁
" Pangeran Beizintang Mo Ran, anda tahu saya membesarkan Li Xian Ai penuh dengan rasa kasih sayang dan kehati-hatian, tak aku biarkan sedikit pun nyamuk atau Lalat kotor bahkan lintah mendekatinya."
Tutur Perdana Menteri Zhu.
" Maafkan hamba Ayah Mertua, hamba baru saja sembuh dari sakit hamba, dan mendengar rumor miring yang samar-samar, waktu itu hamba sepenuh nya khilaf atas sikap hamba saat itu, Jika anda sudi silahkan anda mengajukan banding demi keadilan Puteri Li Xian Ai ."
Tawa meledak memenuhi ruangan itu, Perdana menteri Zhu menatap nya sangat tajam seperti pisau belati.
__ADS_1
" Tidak seharusnya aku atau Puteri ku yang mengajukan banding, tapi harusnya pelaku yang menghakimi nya yang seharusnya memberi keadilan baginya ."
Berbicara dengan Nada keras dan sangat lantang.
Mo Ran yang mendengar ucapan Pria tua itu langsung mendapatkan luka yang teramat dalam, ia memandang kosong Lawan bicaranya.
Ia tak kuasa menitikkan Air mata di pipinya.
Seketika ia bersujud di hadapan Ayah mertuanya, " Maafkan hamba seharusnya setelah hamba menyadari kesalahan, hamba langsung memberi keadilan untuk Puteri Li Xian Ai ."
" Jangan meminta maaf padaku, minta maaflah pada Puteri ku yang mendapat fitnah ."
Dan segera pergilah dari sini, aku ingin istirahat ."
Perdana menteri Guang Zhu membalikkan badannya dengan memegangi dadanya yang terasa sedikit sesak.
Pria tua itu enggan berkata lagi dan meninggalkan lawan bicaranya menuju Kasur Tidurnya.
Mo Ran mengerti dan segera meninggalkan ruangan itu.
Ia masih benar-benar dapat mencerna Setiap Detail ucapan Ayah mertuanya itu.
Tidak hanya ucapan Maaf, tapi keadilan yang sering membuat orang lain melupakan poin utama itu.
Mo Ran segera Menyuruh Para pengawal, Mengantarkan nya pada Kediamannya.
Kediaman Besar Kaisar Jiang Tang.
__ADS_1