
Bunga kering itu mulai bermekaran dengan air yang menetes, meskipun membutuhkan sebuah proses.
🌿🌿🌿🌿
Li Xian Ai dan Mo Ran pergi ke arah timur menuju kediaman Dinasti Ming selatan.
Mereka seakan bergegas tak ingin diketahui oleh Ayah Kaisar dan beberapa pengawal nya.
Meskipun Puteri dinasti Ming itu sangat benci dengan Xian Ai tapi demi kesembuhan sang suami ia mempersilakan mereka bertamu.
Persis seperti dugaan nya, suami nya sangat senang melihat kedatangan mereka berdua terutama sang kakak ipar.
" Kak kalian akhirnya datang juga, aku benar-benar rindu kalian." Ucap Wei Zhan yang masih sumringah melihat mereka.
Mo Ran yang dapat membaca wajah adiknya nya itu hanya tersenyum, bukan saat nya ia untuk cemburu, ia fokus dengan tujuannya datang menjenguk adik nya.
" Bagaimana kabarmu, apakah luka nya masih sakit." Ucap Pangeran pertama kepadanya.
__ADS_1
Ia hanya menggeleng berusaha tangguh di hadapan mereka.
" Syukurlah kamu tidak apa-apa, kami sangat menghawatirkan keadaan mu, baru semalam kita pulang dari sini kamu sudah terluka saja." Ucap Xian Ai kepada Wei Zhan.
Pangeran kedua itu sangat senang di khawatir kan oleh kakak ipar nya.
SunFeiFei yang mendengar perbincangan itu seakan muak dan memilih untuk meninggalkan mereka beralasan membuatkan jamuan teh. Dengan sigap Mo Ran mendekati adiknya yang masih terbaring di kasur itu, sembari berbisik.
" Kedatangan ku dan Xian Ai untuk mewanti-wanti mu, Ayah Kaisar dan ibu Suri memiliki sebuah rencana dengan ilmu Taoisme lagi kepadamu, mereka mengganggap kamu mulai membangkang lagi, berakting lah supaya mereka mengurungkan niat itu." Ucap Mo Ran benar-benar mengecilkan suaranya.
Adiknya itu langsung terkejut mendapati ucapan kakak nya itu.
Li Xian Ai menenangkan nya.
" Sebenarnya Ayah kaisar tidak tahu jika ilmu Taoisme yang dipakai adalah ilmu hitam, akar dari permasalahan ini adalah ibu Suri tiri kalian, ia terus menghasut Ayah kalian agar melancarkan aksi nya." Ucap Xian Ai menjelaskan.
Meskipun pembelaan itu di ucapkan oleh Xian Ai namun kebencian nya atas Ayah nya tidak akan pernah hilang, ia benar-benar sudah tidak bisa lagi menerima pembelaan apapun tentang Ayah nya.
__ADS_1
Ia hanya menjawab perkataan Xian Ai dengan senyuman tipis.
" Apa yang harus aku lakukan." Ucap Wei Zhan menerima perintah mereka.
Kedua suami istri itu menyuruh nya segera datang ke istana dengan tujuan berkunjung dan menyuruh nya bersikap baik memberi kesan keharmonisan hubungan nya dengan Puteri SunFeiFei.
Mereka mengatur siasat agar Ayah Kaisar mengurungkan sejenak niat nya tentang ilmu Taoisme itu.
" Kita akan segera membongkar kebusukan ibu Suri tiri atas perlakuan hina nya kepada kita." Ucap Mo Ran mengepalkan tangan nya.
Li Xian Ai menepuk-nepuk pundak nya memberi sebuah dukungan kepada nya.
Hingga di rasa kesehatan Wei Zhan pulih, mereka akhirnya mengunjungi istana tempat tinggal nya.
Kereta kencana milik Dinasti Ming Selatan mengantarkan kedatangan mereka untuk berkunjung seusai pesta pernikahan.
Puteri SunFeiFei mendampingi Pangeran kedua Beizintang Wei Zhan dalam kunjungan itu, mereka terlihat layak nya pengantin harmonis dengan memakai baju yang nampak serasi.
__ADS_1
Keduanya bahkan terlihat sangat mesra, Puteri SunFeiFei juga nampak terlihat bahagia, meskipun perubahan sifat suaminya itu terlihat saat kedatangan kedua kakak nya itu namun ia tidak menaruh rasa curiga sama sekali, bagi nya asalkan suaminya mencintai nya dan memperhatikan nya, itu saja sudah sangat cukup baginya.