Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 23


__ADS_3

Malam perayaan pergantian tahun di China disebut Chúxī 除夕 atau lebih akrab di sebut imlek yang berakhir tepat 15 hari dengan sebutan Cap Go Meh dalam tradisi orang Tionghoa.


Pada kalender masa itu 1644 sebelum masehi.


tradisi itu sudah ada sejak masa tiongkok kuno, perayaan pesta Lampion besar-besaran.


Amira menatap suami nya yang sibuk membuat tulisan Aksara han ( Hanzi Pínyin).


Pikiran nya terbagi, ia masih memikirkan tentang Adik iparnya.


Sudah Tiga hari ini Wei Zhan tak terlihat semenjak ia menemui Kaisar Jiang Tang.


Ia memang selalu seperti itu, datang dan pergi sesuka hati, Jiwa nya bukan sebagai pangeran bangsawan melainkan pria bebas yang mengikuti arah angin, dapat pergi kemanapun yang ia inginkan.


Hanya saja Puteri cantik itu tidak habis fikir, kenapa ia pergi lagi setelah dua pekan meninggalkan istana.


Tanpa sengaja ia melihat suaminya diam-diam memperhatikan nya yang akhir-akhir ini nampak sangat gelisah.


" Kenapa pelayan, kau tampak sangat gelisah terus, kau memikirkan suami mu ya ."


Amira kaku dengan pertanyaan itu, ia hanya menoreh senyum tanpa berbicara sepatah kata pun.


Tiba-tiba terdengar perayaan yang sangat riuh terdengar sampai ke istana.


Dari jendela kamar itu terlihat puluhan lampion terbang ke atas langit, warna merah terang itu terlihat sangat indah menghiasi suasana malam.


Perhatian Pangeran Beizitang Mo Ran tersita oleh momen indah itu, ia memandang langit dengan begitu bahagia.

__ADS_1


Amira memandang wajah rupawan yang bahagia itu.


" Pangeran mau melihat acara perayaan Lampion tidak ."


Bertanya kepada nya dengan senyuman hangat


Pria itu menjawab dengan ragu-ragu.


" Selama ini Ayah tidak pernah mengizinkan ku meninggalkan istana saat perayaan Lampion ."


Menjawab dengan raut wajahnya yang seketika berubah.


Amira mencari-cari dalam lemari nya, butuh beberapa menit sampai ia akhirnya menemukan baju yang ia anggap cocok untuk suaminya.


" Pakai ini Pangeran, saya akan menemanimu melihat perayaan itu ."


Begitupun ia, Gadis itu mengganti gaun kebangsawanan nya dengan baju biasa yang tidak terlalu mencolok.


Kata cocok selalu pantas untuk Pangeran yang berparas tampan itu, baju itu terlihat sangat selaras dengan dirinya, warna yang serba hitam.


Amira memakaikan nya Cadar hitam dengan penuh kelembutan.


" Pangeran, ini akan menjagamu agar tetap Aman ."


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Mereka keluar istana dengan sangat mudah, ia melihat sahabat yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


" Zi Mei ".


Puteri cantik itu mengucapkan nama itu dengan sedikit berbisik.


Para pelayan itu sengaja berdiri di atas balkon istana untuk melihat perayaan yang meriah itu.


Benar saja Gadis bermata sipit itu mengenali sahabatnya itu.


" Amira, kau mau kemana ."


Gadis cantik itu berhenti seketika dan memberi kan kode pada sahabatnya untuk diam.


Pria yang mengikuti nya dari belakang menabraknya karena gerakan spontan nya.


pakaian serba hitam mereka nampak sangat mencolok tapi itu memang ciri khas dari para pengawal istana.


Amira memberi kan senyuman manis dengan rasa yang sangat bahagia.


Zi Mei terkejut ketika Gadis cantik itu bersama seorang pria, saat mereka berjalan melewatinya mata pria itu sedikit melirik ke arah nya hingga kain cadar Pria itu tersibak terkena hembusan angin.


Ia lebih terkejut, Amira pergi diam-diam memang dengan suaminya sendiri.


Ia adalah Pangeran pertama Beizitang Mo Ran, pria itu berjalan mengikuti Amira dengan sigap, badan yang tinggi atletis, tubuh yang tegap dan dada yang bidang.


Pesona nya tak hanya dilihat dari parasnya yang rupawan, meski sudah hampir tak terlihat oleh Zi Mei, punggung pria itu masih memberikan kesan seorang Pangeran yang benar-benar ada dalam dunia nyata, tak hanya sebuah dongeng belaka.


__ADS_1


__ADS_2