Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 38


__ADS_3

Wajah Pangeran kedua itu makin memerah, ia mengoleskan ramuan obat itu dengan sangat hati-hati.


Punggung putih itu ternoda oleh bekas cambukan yang mulai lebam.


Sesekali rintihan gadis itu terdengar lirih.


Wei Zhan mengoleskan nya dengan sangat hati-hati dan lemah lembut.


" Wei, apa kamu percaya ada kehidupan setelah kematian...?"


Pria itu menjawab dengan santai sembari masih mengoles punggung Puteri cantik itu.


" Reinkarnasi ...?"


" Iya reinkarnasi, di kehidupan yang selanjutnya, dengan adanya perbedaan era zaman, kehidupan yang tidak ada keadilan, tidak ada tenggang rasa dan lebih kejam dari kehidupan sebelumnya ."


Pria itu langsung tertawa kecil, Amira yang mendengar itu mengernyitkan alisnya.


" Kenapa kau tertawa ...?"


" Kak, aku tidak perlu menunggu kehidupan selanjutnya yang seperti itu, karena aku sudah merasakan semua yang kau ucapkan di kehidupan ini ."


Gadis itu membuat suasana menjadi hening, sepertinya ia salah berucap.


Amira tak melanjutkan perbincangan lagi.


Ia hanya merasakan rasa perih dari setiap tumbukan obat yang di oleskan.


" Kak, sudah selesai, pakai bajumu lagi ."

__ADS_1


" Tunggu, dadaku juga ada beberapa luka memar ."


Gadis itu membalikkan badan nya langsung.


Pria itu langsung menutup mata dengan kedua tangannya.


" Kak, kau oles sendiri saja, aku tidak bisa membantu mu lagi ."


Amira menghela nafas dan membuka tangan itu.


" Memangnya daerah dada itu pasti disitu, lihat luka memar nya disini sambil menunjuk, aku ini wanita tetap harus beretika ."


Pria itu mengalihkan padangan dengan beralasan.


" Walaupun itu di tutup kain tapi dada mu masih menonjol ."


" Cepat oleskan saja ."


" Kau ini, sudah tahu aku sedang tak berdaya masih saja membuat ku kesal ."


Pria itu tersenyum memandang muka kesal yang sangat menggemaskan itu.


" Kak, kau pasti sangat berterima kasih padaku bukan, karena tidak membawa mu pulang kepada orang tua mu melainkan membawa mu kesini ."


" Iya, aku berterimakasih banyak Adik ku Wei Zhan yang sangat tampan dan baik hati ."


Pria itu menyeringai seperti biasa hanya saja dalam hati nya lebih bahagia.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Kesembuhan Pangeran Pertama telah di ketahui seisi istana, semenjak kehadiran nya pada peristiwa di hukumnya Puteri Li Xian Ai di Paviliun barat tempo hari lalu.


Banyak sekali bisik-bisik dari para pelayan, pengawal dan dayang istana yang menyebut kacang lupa kulitnya.


Mereka tahu betul, bagaimana Puteri Li Xian Ai memperlakukan nya dengan sangat baik, bahkan terdengar seperti pepatah air susu di balas dengan air tuba.


Pangeran itu tak benar-benar membalasnya dengan kebaikan.


Menghilangnya Sang Puteri dari penjara bawah tanah juga membuat geger seisi istana.


Yang berujung pada kedua penjaga itu, mereka mendapat kan hukuman seberat-beratnya karena telah lalai dalam keamanan.


Hingga status nya kini masih buron.


Puteri malang itu menjadi daftar pencarian orang di istana Kediaman Bangsawan Tang.


Mengenai suaminya, bahkan Pangeran Mo Ran yang terang-terangan mengumumkan, Siapapun yang berhasil membawa Puteri Li Xian Ai ia akan mendapatkan hadiah berupa Emas 200 keping.


Kemalangan gadis itu tetap berlanjut, hanya saja berita nya belum sampai di kediaman nya, bangsawan Zhu.


" Mo Ran, apa kau tidaklah keterlaluan bila sampai membuat sayembara menangkap puteri Li Xian Ai, ingat ia sangat baik padamu ."


Kaisar Jiang Tang meneguhkan hati anak nya.


" Ayah, ia memiliki tabiat yang buruk, melakukan hal rendahan, sebenarnya ia berpura-pura selama ini, Sifat asli nya adalah saat ia menghina keluarga kita yang di tujukan kepadaku ."


Ingatan bangsawan Tang dalam kejadian dua bulan lalu di istana kediaman Bangsawan Zhu.


" Atas dasar apa melamar ku, menikahkan ku dengan pangeran Idiot seperti itu, Maaf aku tidak sudi, jangankan aku pelayan rendahan saja tidak akan mampu menerima nya !!!

__ADS_1



__ADS_2