
Kecantikan Kupu-kupu dan Kunang-kunang hampir sama, tapi Kehidupan mereka berbeda, kupu-kupu bisa bebas terbang dalam suasana pagi yang terang tapi Kunang-kunang bisa terbang melihat dunia walau dalam kegelapan.
Mata Sayu dengan tatapan kosong itu terlihat lagi olehnya, hanya saja ia seperti merasakan kehadiran Amira di samping nya.
Gadis cantik itu seketika terhenti karena genggaman tangan yang kuat dari pria yang sedang berbaring itu.
Ia membalikkan badannya dan menghampirinya lagi.
" Wei Aku berjanji akan menolong mu, Aku sedang berusaha, sabarlah menunggu ."
Perlahan Amira melepaskan genggaman kuat Pria itu, malam semakin gelap, ia menyadari harus segera menemui suaminya, atau Ramuan obat Sialan itu yang berganti menghantui Mo Ran.
Dalam langkah meninggalkan Kamar itu Amira seperti berat hati, mereka semua adalah laki-laki yang amat dicintainya, tapi ia harus memilih salah satu yang harus ia dahulukan, Pria itu sekali lagi menitikkan air mata di pipi nya seusai kepergian Gadis itu.
🍃🍃🍃🍃🍃
" Zi Mei, terimakasih telah menolongku apakah ada yang datang kemari membawakan sesuatu ...?"
Gadis itu bertanya dengan nada yang sangat cemas.
Sahabatnya itu menggeleng, ternyata tak ada satupun yang datang, Suami nya juga masih asyik menulis aksara Han.
Fikiran gadis itu bercabang, dalam benak nya
__ADS_1
" Apakah mereka sudah mengetahui kesembuhan Mo Ran ".
Tiba-tiba Gadis itu beranjak pergi lagi seperti ada hal penting yang terlintas di otaknya, tetap menyuruh mereka berakting dan tetap tinggal di dalam dengan tenang.
" Kau, mau kemana lagi Amira ."
" Zi Mei, aku punya Firasat yang tidak enak, aku harus pergi, tetap jaga Mo Ran untukku ."
Gadis itu langsung pergi, dengan masih menyamar menjadi pelayan istana.
Ia mendatangi pintu usang itu lagi, di dalam terlihat tenang, seperti sama sekali tidak ada orang, ia nekat menyusup untuk menemui seseorang yang membuatnya benar-benar khawatir.
Belum sempat ia menuju kasur Wei Zhan lagi, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tenang namun terdengar banyak.
Lalu terdengar percakapan antar pelayan dan suara seseorang yang terdengar tak asing oleh nya.
dan tak lama suara para pelayan itu tak terdengar lagi, sepertinya mereka dengan cepat meninggalkan ruangan ini, meninggalkan hanya seseorang itu dan Pangeran pertama Beizitang Wei Zhan.
Amira tak mendengar apa-apa lagi, hanya keheningan.
Gadis itu seperti tidak sabar, sebenarnya apa yang di lakukan orang itu padanya.
Ia hanya takut, nasib adik iparnya nya itu akan sama mengenaskan dengan kakaknya.
__ADS_1
Ia seperti tak bisa menunggu lagi, tapi ia harus tenang dan tak boleh gegabah, ia takut akan membahayakan nyawa nya jika ia ceroboh.
Dalam cahaya redup lampion itu Amira memberanikan diri mengintip dari sela-sela kayu yang keropos itu.
Tampak bayangan seorang Wanita dengan Gaun malam sedang menyalakan Dupa, yang membuatnya mencium aroma wangi Lavender lagi dengan pekat.
Lalu bayangan itu menuju ke arah Kasur Wei Zhan.
Meski tak terlihat dengan jelas karena kurang nya pencahayaan lampu dan tertutup kelambu, tapi Amira dapat melihat dengan jelas bayangan itu seperti hendak melakukan tindakan tak pantas dengan adik iparnya.
Dan tak berselang lama terdengar suara rintihan lirih Pria dalam kasur itu, Wanita itu memang sedang mempertontonkan tindakan asusila nya pada Adik iparnya di depan matanya.
Wanita itu mencium paksa bibir pria itu dengan tindakan yang sangat kasar.
Amira membekap mulutnya dengan tangan, ia seperti tak percaya atas apa yang ia lihat.
Dalam bayangan dari balik kelambu itu terlihat, Pria itu tak bisa berbuat apa-apa selain memuaskan hasrat bejat dari Wanita itu.
Ia memandang pilu kejadian yang terpampang di depan matanya.
Mereka benar-benar kejam membuat mu tersiksa dan memperlakukan mu layak nya seorang Budak.
__ADS_1