
Pangeran itu lantas berdiri menatap Amira.
" Li Xian Ai, Aku akhirnya bisa bertemu lagi dengan mu ."
Mo Ran berjalan ke arah nya.
Belum sampai beberapa langkah, Wei Zhan menghalaunya.
" Mo Ran, sebaiknya kau pulang saja ".
Ucap Wei Zhan sangat Ketus.
Kakak laki-lakinya itu langsung menatapnya tajam.
" Aku ingin menemui Istriku dan Mertuaku, apa ada yang salah ."
Tatapan Tajam keduanya tak terelakkan.
Amira yang melihat pemandangan itu malah tambah sakit kepala, ia lalu berjalan ke arah kasur.
Di atas ranjang itu terbaring lemah Ayahnya yang nampaknya sakit keras.
Ia seperti tertidur, meskipun kedua pria itu bercecok mulut menimbulkan kebisingan, tapi Ayah nya seperti tak terganggu dan tak bangun dari tidurnya.
Ia menggenggam tangan ayahnya yang terasa Dingin.
" Ayah ini aku, maafkan aku Ayah ."
Amira meneteskan air matanya, melihat Ayahnya yang seperti itu.
Tak berselang lama Perdana Menteri Guang Zhu menggenggam erat Tangan Putrinya itu.
" Ayah, apa kau sudah sadar ...?".
Amira mengusap air matanya dan menatap Ayahnya yang perlahan membuka matanya.
__ADS_1
Kedua Pangeran yang masih cekcok itu tiba-tiba teralihkan oleh kesadaran Perdana Menteri Guang Zhu.
Kata pertama yang ia ucapkan adalah
Li Xian Ai..
Amira terus menggenggam erat tangan Ayahnya.
" Aku disini Ayah, Maafkan aku.."
Amira terus menatap Ayahnya dengan Pilu.
" Xian Ai, Kembali lah di Kediaman Bangsawan Tang, Dampingi Suamimu ."
Amira yang mendengar perkataan Ayahnya terasa sedikit kesal.
" Ayah, Xian Ai akan disini menemani Ayah hingga sembuh, biarkan Pangeran Beizintang Mo Ran pulang lebih Dulu ."
Ayahnya menggelengkan kepalanya.
" Jangan biarkan Suamimu sendirian, dari kemarin ia terus menjaga Ayah, tidak pulang dan tidak tidur semalaman.
" Jadi Ayah tidak sakit Parah ."
Pria tua itu langsung menatapnya heran.
" Kau ingin Ayah mu Sakit Parah ."
Amira menghela nafas panjang, ia menatap ayahnya dan terus meminta maaf.
" Ayah, aku akan pulang dengan Pangeran Wei Zhan, aku tidak akan pulang ke kediaman Tang lagi ."
Ayahnya yang mendengar perkataannya langsung seperti naik pitam.
" Suami mu Pangeran Beizintang Mo Ran, Jangan buat Ayah kecewa, menurut lah dan pulang dengan nya ."
__ADS_1
Wei Zhan yang mendengar itu langsung menarik tangan Amira.
" Maaf Perdana menteri Guang Zhu, Tapi Puteri Li Xian Ai sekarang dalam perlindungan hamba ."
membungkuk kan badannya pada Mantan Jenderal besar itu.
Langkah Wei Zhan seperti tersendat, Mo Ran juga memegangi tangan Amira satu nya.
" Wei Zhan, Kau adalah Adikku tidak pantaskah kau membawa istri Kakak mu.
Biarkan ia pulang dengan ku ."
Pangeran kedua itu tersenyum sengit.
" Kau membawanya pulang, untuk di cambuk 100 kali, dan di penjarakan ke ruang bawah tanah ."
Kedua kakak beradik itu tak seperti dulu, Perasaan hangat mereka telah sirna.
Perdana Menteri Guang Zhu yang mendengar ucapan Wei Zhan seperti langsung terkejut.
" Siapa yang berani mencambuk dan memenjarakan Puteri ku ."
Senyuman Wei Zhan mengembang.
" Tanyakan saja pada Menantu kesayangan anda Perdana menteri Guang Zhu ."
Amira memejamkan matanya tak karuan, ia seperti merasa semua kejadian ini di luar dugaannya.
Ia sebenarnya tak ingin kejadian itu terdengar oleh ayahnya, tapi kenyataannya ia mendengar langsung dari mulut Wei Zhan.
Ayahnya langsung bangkit dari Ranjangnya dan meraih Amira dari kedua laki-laki itu.
ia memegangi wajah Amira dan memutar mutar badannya, seperti takut ada sesuatu yang kurang dari anak nya.
" Bisa kau jelaskan padaku Pangeran Beizintang Mo Ran ...?"
__ADS_1
Mantan Jenderal Besar itu menatap Pangeran pertama dengan mata yang sinis.