Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 55


__ADS_3

Wei zhan masih terus menatap kedua mata Li Xian Ai dengan lirih.


Ia mengatakan dengan keyakinan, Berikan penawar untuk Pangeran Mo Ran, aku menyetujui pertukaranmu.


Ibu suri tirinya tersenyum tipis namun penuh arti, ia lalu menyuruh pelayan nya masuk dengan membawa mangkuk kecil.


Sebelum pelayan itu memberikan pada pangeran pertama, Li Xian Ai memegang salah satu lengan pelayan itu.


" Biar aku yang memberikan nya, kau keluar saja ". Titah nya sedikit tegas.


Li Xian Ai menyuapi obat pada Mo Ran dengan Gemetaran, Pangeran pertama itu seperti mengerti, meminum tanpa penolakan.


" Bagaimana Pangeran Wei Zhan kau sudah melihatnya bukan, Aku sudah memberikan penawarnya, Maka tepatilah Janjimu."


Ucap nya Tegas tanpa lagi ingin basa-basi.


" Kau ingin aku bagaimana, aku akan menepati janjiku."


Ucap Wei Zhan yang masih terpaku memandang Li Xian Ai dan Mo Ran.


Wanita paruh baya itu tersenyum lebar.


" Persiapkan dirimu untuk segera menikah dengan Puteri Sunfeifei Ming."


Menepuk pundak Wei Zhan sambil berbisik Lalu berlalu pergi.


" Kak Xian Ai, Jaga dirimu dan Kakakku, Doakan saja aku baik-baik saja." Berkata dengan tersenyum sedikit pahit.


Li Xian Ai hanya bisa melihat Wei Zhan melangkah pergi dan meninggalkan nya.


Hatinya pasti terluka bahkan sudah tergali sangat dalam.


🌿🌿🌿🌿


Sepekan pun berlalu begitu cepat, sejak hari itu Wei Zhan sudah tidak bertemu lagi dengan Li Xian Ai dan Mo Ran bahkan ia sudah tak terlihat di Istana.


Sedangkan kakak nya Mo Ran, sudah pulih sepenuhnya Setelah meminum penawar itu, Ia memulai kembali hubungan nya dengan Istrinya Li Xian Ai, mereka mencoba merangkai kembali Percintaan mereka.


Dan di dalam bilik rumah pinggiran desa Zhoushan, Seseorang masih saja sedikit meratapi kesedihan nya.


Ia sering melamun mengingat Tentang Seorang Wanita pujaan nya, Ia bahkan lupa jika hari Pernikahan nya akan segera datang.


" Seorang Pangeran terhormat kenapa sering mengurung diri di sini, bukan kah enak tinggal menjadi Putera mahkota apa sulit nya."


Ucap Seorang yang sudah banyak terlihat uban.


Lagi-lagi Pangeran kedua itu hanya tersenyum mendengar ucapan bijak itu.


" Guru, Tidak kah kau merasa aku lebih senang tinggal disini ketimbang di Istana megah itu, Karena Disana Aku tidak sebebas disini bisa menentukan jalan hidupku sendiri, sedangkan di Istana hanya bisa mengikuti perintah seperti terkurung di dalam sangkar Emas."


Pria tua itu terus membelai jenggotnya yang panjang dan beruban, Ia juga tersenyum mendengar jawaban yang lebih bijak darinya.

__ADS_1


" Kau adalah Pria tangguh dan bijaksana, suatu saat hidupmu pasti akan bahagia."


Tuturnya lembut sembari memegang pundak Wei Zhan.


" Kebahagiaan ku hanya terletak pada Seseorang itu Guru, Sayang nya dia sudah menjadi milik Kakakku, Dunia memang begitu kejam."


Memandang pilu langit yang mulai Jingga.


" Kau harus selalu ingat bahwa reinkarnasi masih ada."


Wei Zhan menatap Tabib Pao dengan Serius, ia seperti memiliki sebuah pemikiran sendiri di otaknya.


" Apa yang harus aku percayai Guru..?"


"Nanti kau akan menemukan nya Sendiri."


Menepuk pundak Wei Zhan lagi dengan santai.


🌿🌿🌿🌿


Janji tinggalah Janji, kau bisa memilih untuk menepati atau mengingkarinya. Tapi Seorang Pria Sejati pantang untuk mengingkari nya, Terlepas dia adalah seorang Pangeran terhormat Dari Dinasti Ming.


Itulah Prinsip yang selalu di pegang teguh oleh Beizintang Wei Zhan.


Tahun Naga dan elemen Tanah di pakai untuk hari baik Pernikahan mereka.


Puteri Sunfeifei Ming menatap dalam Mata Suami nya Wei Zhan, kedua nya mengenakan Pakaian adat Tiongkok, Balutan kain Satin Merah menyala.


Adat demi adat mereka jalani dalam prosesi Pernikahan mereka, Sang mempelai wanita yang sangat bahagia menutupi sedikit ekspresi muram mempelai Pria.


Sesaat Wei Zhan melihat Li Xian Ai yang mendampingi Mo Ran duduk sangat mesra, Rasa di hatinya seperti terbakar api cemburu yang teramat dalam.


Ia harus nya tahu diri, Ia bahkan sudah bersanding di pelaminan dengan Seorang Wanita yang sangat menginginkan Cinta darinya.


Perasaan Pria ini bercampur aduk antara kecemburuan dan kesedihan.


Dalam kehidupan ini takdir berkata lain, bahwa mereka telah di tentukan dengan orang lain dan tidak di izinkan saling mencintai.


Wei Zhan menatap kenyataan ini dengan tertawa pahit menahan rasa kekesalan nya.


" Pangeran Beizintang Wei Zhan, Aku lihat anda dari tadi melamun apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran mu."


Ucap Puteri Sunfeifei membuyarkan lamunan nya.


" Ah, Maafkan aku yang kurang Fokus, berbicaralah santai tanpa memakai kata-kata Formal denganku."


Membalas ucapan nya dengan masih sesekali memandang ke arah Li Xian Ai dan Mo Ran.


Sunfeifei yang menatap Mata suaminya yang terpaku memandang Seseorang, terbaca oleh nya.


Ekspresi Puteri yang tak kalah cantiknya itu seperti mengerti kenapa perhatian suaminya teralihkan.

__ADS_1


Kedua Sepasang Suami Istri yang duduk di samping kedua Ayah dan ibu mertuanya seakan menjadi ancaman Bagi nya.


Ia hanya menginginkan sebuah hubungan layaknya Pengantin baru pada umumnya.


" Suamiku, kenapa kau tak memandangku tapi memandang ke arah Kaisar mertua Jiang Tang."


Sambil mengalihkan wajah Wei Zhan.


" Maafkan aku, aku sedikit lelah karena pesta hari ini."


Wei Zhan sedikit memutar kepala nya.


" Pelayan sudah menyiapkan Teh Gingseng untuk kita, aku jamin badan mu akan segera membaik."


Sunfeifei meraih tangan Wei Zhan dengan lembut, pemandangan ini menambah kesan romantis kedua mempelai.


Saat malam menjelang, Kaisar Jiang Tang Dan besan nya menutup malam Pernikahan kedua anak mereka.


" Istirahat lah, nikmati malam pengantin kalian."


Ucap Orang tua mereka.


Wei Zhan memberikan hormat termasuk Sunfeifei, Kedua nya meninggalkan pesta Pernikahan mereka.


Wei Zhan sama sekali tak berbicara lagi, ia hanya segera mandi, meminum Teh Gingseng Lalu beranjak tidur.


Istrinya hanya melongo di buatnya.


" Pangeran Beizintang Wei Zhan, Apa kamu begitu lelah sampai sama sekali tak memperdulikan ku."


Menarik paksa tangan Wei Zhan yang hampir terlelap.


" Ah, Maafkan aku hari ini Aku benar-benar lelah."


Ucap Wei Zhan dengan Mata sedikit tertutup.


" Oh, Baiklah kalau Pangeran ingin aku berbuat kasar."


Sunfeifei masih memandangi Suaminya yang sudah terlelap, Pria itu sama sekali tidak menggubris dirinya, rasa kesal mulai menyelimuti nya.


Puteri dari Dinasti Ming selatan itu hanya menghela nafas panjang.


Malam itu belum benar-benar larut, yang memungkinkan mereka kedatangan tamu.


Terdengar teriakan lantang dari Pengawal yang menjaga pintu mereka.


" Pangeran pertama Beizintang Mo Ran dan Puteri Li Xian Ai tiba."


Mendengar kedatangan mereka, Seketika Wei Zhan terbangun dan mengenakan kembali rangkap pakaian nya.


Matanya yang tadi terlihat sangat mengantuk Tiba-tiba segar kembali.

__ADS_1


Sunfeifei yang melihat tingkah suaminya seakan tidak percaya dengan menggeleng kan kepalanya.



__ADS_2