Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 52


__ADS_3

Kenapa Dengan Hati ini, Aku sudah tidak ingin perduli dengan nya....


Tapi Kenapa Rasanya sangat sesak ketika tahu ia dalam kesulitan...


" Kak Xian Ai, kau baik-baik saja ."


Tatap Wei Zhan.


" Ya, aku baik-baik saja ."


Ucapnya sembari mengelap Air mata nya


" Apakah kau merasa kesal dengan ku Wei ..?" Tanya Amira dengan wajah memelas.


Wei Zhan tersenyum hangat padanya, sembari mengelus rambut Amira yang nampak Halus.


" Mana mungkin ".


Kak, Apapun keputusan mu aku akan mendukungnya, Karena bagiku Cinta itu tidak harus memiliki, Asalkan ia bahagia Aku pun turut bahagia bersamanya ."


Jawab Wei Zhan dengan tutur lembut.


" Kau adalah, Adik, Saudara, serta Sahabat yang sangat penting bagiku, Aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikan mu selama ini padaku ."


Air mata mulai menitik di pipi Amira lagi, ia memandang Pria yang sangat mirip dengan suaminya, Tatapan nya yang selalu hangat kepadanya, serta tutur kata yang selalu lembut padanya.


Wei Zhan memeluk Amira yang mulai berderai Air mata, ia terus meneguhkan nya.


Meskipun di dalam hatinya telah kacau, hancur berkeping-keping, Tapi ia akan tetap terus mencintai Li Xian Ai, Entah sampai kapan ia harus menunggu, ia akan tetap menunggu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Sebelum mereka benar-benar pulang ke Istana Kediaman Tang, Amira dan Wei Zhan menyusun Rencana.


Mereka hanya ingin Menyelamatkan Mo Ran dan merawat nya di pedesaan Zhoushan, tempat mereka berdiam saat ini.


Mereka benar-benar tak ada Niat untuk mendiami lagi Istana Beracun itu.


Wei Zhan yang mengerti seluk beluk Area Istana menyusun dengan sedemikian rupa, hingga di tentukan nya pintu masuk utara untuk mereka menyelinap masuk, di ikuti ke jalur Paviliun Barat.


Area itu yang jarang sekali terjamah oleh para pengawal maupun pelayan istana.


Sekali lagi Amira meneguhkan Wei Zhan.


" Wei, kau yakin dengan keputusan mu ini ."


Amira menanyakan lagi, sedikit keraguan di hati nya.


" Kak, Aku membantumu bukan semata-mata ingin mempersatukan kalian lagi, tapi Juga demi Mo Ran, Setelah kejadian kepulangan kita dari Istana Kediaman Ayahmu, Aku merasa bersalah telah Memukul wajahnya dan membuat kami berkelahi, sejujurnya aku menyesal kenapa setelah Ia benar-benar sembuh kami tak bisa rukun seperti dulu ."


" Ayo kita Lakukan ."


Teguh Amira lagi menggenggam tangan Wei Zhan.


Kedua nya saling menatap penuh keyakinan.


Lalu pada malam sepertiga pagi, Wei Zhan dan Amira Menyusup ke Area Istana, Mereka memakai Pakaian serba Hitam seperti pengawal pada umumnya.


Feeling Wei Zhan selalu benar, Area yang mereka lalui memang jarang sekali terjamah oleh para pengawal istana.


Bahkan bisa di katakan sangat Sepi, Mereka berjalan santai tanpa menimbulkan kesan yang mencurigakan.


Hingga mereka sampai di Paviliun Barat, Tempat tinggal para Selir termasuk kediaman Mendiang Nyonya Shu Shi, ibu Wei Zhan.

__ADS_1


" Sampai disini kita Aman kak, Di sini jarang sekali para pelayan keluar masuk, kecuali memang di perintahkan untuk kesini.


Amira mengangguk.


" Lalu apa rencana kita selanjutnya ."


Meyakinkan lagi rencana yang telah di susun sedemikian rupa, Sambil melihat-lihat situasi dan kondisi.


" Mencari Mo Ran di kamar nya dan membawa nya pergi ."


Teguh Wei Zhan menjawab.


" Bukankah seharusnya ia ada di Paviliun Barat ujung, tempat kau dulu juga di sekap ."


Wei Zhan menatap Mata Amira dengan keyakinan.


" Kak, Firasat ku ia tidak di sekap, tapi di rawat di kamarnya seperti dulu, Kau harus ingat Dia Bukan Aku, Dia adalah Pangeran Pertama Bangsawan Tang, Kaisar Tang pasti memperlakukan nya sangat Baik.


Jawab Wei Zhan lantang.


Amira yang mendengar jawabannya langsung terkesiap, seakan Kasta mereka seperti di Anak Tiri kan, Bahkan Wei Zhan Enggan menyebut Ayah nya sendiri melainkan Kaisar Jiang Tang.


Entah apa yang membuat rasa benci nya terhadap Kediaman ini.


Amira melamun sambil menatap Wei Zhan penuh Arti.


" Kak, Kak Xian Ai ."


Wei Zhan berkali-kali memanggil Amira yang menatap nya kosong .


__ADS_1


__ADS_2