Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 28


__ADS_3

Perbincangan kedua bangsawan itu terasa sangat hangat dan akrab, mereka seperti tak punya masalah apapun.


Hingga acara itu selesai, diakhiri dengan saling memberi hormat antar bangsawan.


Pria tua itu selalu tampak gelisah ketika berpapasan dengan Amira.


Gadis itu sedikit menaruh kecurigaan kepadanya.


walaupun ia yang harus menunduk memberi hormat padanya.


Kereta itu pergi bersama hembusan angin yang dingin dan tak terlihat lagi.


" Ayo kita masuk kedalam, diluar udara sangat dingin, pergantian tahun membawa cuaca yang buruk ."


Kaisar itu menggiring keluarga nya memasuki istana dan menyuruh para penjaga menutup pintu gerbang nya rapat-rapat.


🍃🍃🍃🍃🍃


" Yang mulia Kaisar, maafkan kelancangan hamba, datang dalam acara tanpa diundang ."


" Tak apa Puteri Li Xian Ai, harusnya aku tetap harus menghadirkan kalian berdua, aku hanya merasa kalian mungkin terlalu lelah melewati acara tahun baru ."


" Tidak sama sekali Paduka Kaisar, hanya saya rasa apakah Pangeran Wei Zhan berarti akan segera menikah ..?"


" Iya, aku sudah memilihkan pasangan yang tepat untuknya, seperti Mo Ran dengan mu ."


" Terimakasih yang Mulia Kaisar ."

__ADS_1


Amira menundukkan kepala nya.


Kaisar itu lalu menyuruhnya untuk segera beristirahat dengan Suaminya, begitupun semua yang ada dalam ruangan itu.


Amira menatap Wei Zhan, pria itu sama sekali tak menoleh bahkan berjalan sangat acuh.


Ini bukan seperti dirinya yang ia kenal, sesaat Amira memandang mata Pria itu, betapa ia langsung terkejut mendapati mata adik ipar nya benar-benar kosong.


" Xian Ai, kau tidak apa-apa ...?"


Ucap lirih Mo Ran yang masih dalam gandengan tangannya.


" Ah, aku tidak apa-apa hanya seperti hampir jatuh saja ."


" Mari kita bergegas, agar kita bisa leluasa berbicara ."


Amira menutup pintu kamar itu dengan cepat, mereka lagi-lagi tak berada dalam kamar pengantin mereka melainkan berdiam dalam paviliun.


" Mo Ran, kau harus percaya padaku, aku adalah Li Xian Ai teman sekaligus sahabat mu, sekarang adalah saat yang tepat untuk memberitahu, Berapa sekarang tepatnya usia mu ..?"


Pangeran itu malah langsung terlihat linglung.


" 5 atau 6 atau bahkan 7 ."


" Usiamu 27 tahun ."


Amira mempertegas ucapan nya.

__ADS_1


" Kau tertidur seperti koma selama 20 tahun, kau baru sadar selama sebulan ini ."


" Kamu bercanda ya, mana mungkin kita sudah begitu cepat dewa...sa ."


Amira tiba-tiba mencium bibir pria itu dan mempertegas lagi.


" Apakah sudah pantas kita melakukan ini, jika kau merasa sangat gugup di sekujur tubuhmu, itu menandakan bahwa kau sudah dewasa ."


Pria itu langsung terduduk lemas, dan tak bisa berkata, ia hanya tak habis pikir ia telah melewati hidup selama 20 tahun dengan sia-sia.


" Lalu bagaimana dengan Wei Zhan ia masih begitu sangat kecil, Apakah aku meninggalkan nya begitu saja ."


" Tenang Mo Ran, tenang kan dirimu Wei Zhan sudah besar dia juga sudah berumur 25 tahun ."


Amira memegangi kedua pundak Mo Ran menatap matanya berusaha menenangkan nya.


" Xian Ai, ada apa dengan diriku kenapa aku bisa melewatkan waktu yang begitu panjang ."


" Ada seseorang yang ingin mencelakai Keluarga ini, Aku akan membantu mu dan Wei Zhan sekuat tenaga ku, percayalah padaku dan sekarang aku meminta bantuan mu untuk menyelamatkan Wei Zhan ."


" Wei Zhan, ada apa dengan dirinya ..?"


" Selama ini aku kira, ia pergi meninggalkan Istana untuk berkelana seperti kebiasaannya, tapi kita sudah lihat dengan mata kepala kita sendiri, ia tak pergi tapi terkurung dalam ruang pengasingan."


" Aku takut ia juga akan bernasib sama seperti mu, koma selama bertahun-tahun, aku melihat dalam mata nya yang kosong dalam acara pertemuan tadi, seperti yang kulihat padamu waktu itu, meski hidup tapi sama sekali tak berekspresi seperti Mayat Hidup ."


__ADS_1


* Amira, Bandung 06 Januari 2020 *


__ADS_2