Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 41


__ADS_3

Sebuah Harapan, ia tau bahwa Harapan itu tetap ada, untuk ia Yakini.


Pangeran kedua berjalan ke arah pasar lagi, ia berniat untuk membeli makanan untuk Gadis pujaan hatinya, dalam setiap langkah kakinya ia masih saja terngiang ucapan Tabib Pao.


Bibir merah merekah itu menorehkan senyuman, Pikiran dalam kepala nya bermain-main dalam hatinya, yang membuat ia seakan dimabuk cinta.


lalu tiba-tiba terdengar suara lembut khas perempuan memanggil namanya dengan sangat lengkap.


" Pangeran Kedua Beizitang Wei Zhan, apakah benar itu Anda ."


Seseorang Puteri cantik turun dari kereta kencana dan berlarian kecil menghampiri nya.


Pria yang kebingungan itu mengangguk pelan.


" Ya benar itu aku ."


Senyum Puteri Bangsawan itu merekah, dan seakan terpana memandangi nya.


" Pangeran, Saya Puteri SunFeFei Ming dari Dinasti Ming Selatan, Sepekan yang lalu keluarga kami berkunjung ke kediaman anda, apakah anda ingat ."


Wei Zhan seperti mengingat-ingat, namun File dalam memori otak nya gagal mengingat.


" Maaf Puteri saya tidak ingat, maaf saya buru-buru ."


Wei Zhan dengan sigap pergi meninggalkan nya, Puteri cantik itu mengulurkan tangan nya tapi pria itu sudah jauh meninggalkan nya.


Puteri cantik itu menatap dengan sayu punggung tegap yang mulai tak terlihat lagi.


" Pengawal, tolong ikuti Pangeran tadi sisanya antar aku pulang ."

__ADS_1


Puteri Bangsawan Dinasti Ming Selatan itu menaiki lagi kereta kencana nya dan berputar arah menuju Selatan, meninggalkan dua pengawal.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Dalam ruangan yang gelap, seorang Wanita berparas tajam dengan dandanan yang Glamour mengepalkan tangannya rapat-rapat, ia menahan perasaan Kesal yang berkecamuk.


" Gadis Teng*k itu sudah menggagalkan semua rencana ku, bagaimana lagi aku harus memulai ."


Membanting Tangan nya yang masih mengepal dengan keras di atas meja.


" Permaisuri hamba meminta maaf, tapi hal seperti itu diluar kendali hamba, Seharusnya Taoisme itu berjalan sempurna ."


Pria tua itu bersujud dengan tangan gemetaran dan keringat yang mengucur deras.


Wanita dengan baju Merah Gelap itu mengalihkan pandangannya seakan tak mau melihat Pria tua yang bersujud di depan nya.


Senyuman Sadis itu merekah dalam bibir merah padam nya


🍃🍃🍃🍃🍃


Wei Zhan tampak terburu-buru, ia mengetahui ada yang menguntit nya, lalu ia berjalan ke arah lorong sempit dan terus berjalan.


Dan benar saja Dua orang berpakaian serba hitam seperti seorang ninja sedang mengikuti nya.


Ia bersembunyi dalam sekat kecil dalam lorong itu, saat kedua prajurit itu berhenti seperti kehilangan jejak, Wei Zhan mengambil kesempatan dalam lengah nya kedua penguntit itu.


Ia mendorong salah satunya dengan kaki nya hingga terjungkal, satu nya lagi ia hantam dengan bambu yang ada di sampingnya.


Hingga perkelahian itu tak terelakkan pertempuran satu versus dua.

__ADS_1


Tetap saja sang pemenang sejati selalu unggul, Wei Zhan mencengkeram salah satu muka penguntit itu.


" Siapa yang menyuruhmu..?"


Laki-laki yang sudah bermuka lebam itu berkata dengan tak berdaya.


" Puteri Dinasti Ming Selatan ."


Senyum Sadis mengembang di bibirnya.


" Katakan padanya, bahwa aku menunggunya di sebuah Hotel Zhoushan malam ini,


Jika Puteri itu tak datang, maka aku akan mencari kalian dan membuat kalian berdua tinggal Nama.


Kedua prajurit itu merinding ketakutan mendengar ucapan sadis itu.


Kedua nya berlari ketakutan dengan badan yang kesakitan.


Keduanya sampai di Dinasti Ming Selatan dalam dua jam perjalanan.


Mereka benar-benar menyampaikan berita sesuai yang dikatakan Wei Zhan.


Puteri Bangsawan itu tanpa diminta pun dengan senang hati datang menemuinya.


" Siapkan Kereta untukku, Malam ini kita pergi ke Desa Zhoushan.


Bawa Pengawal yang cukup untukku ."


__ADS_1


__ADS_2