
Amira memandang ruangan yang nampak asing, kepala nya sangat pening.
ia terus memegangi kepalanya, ternyata obat bius yang ia hirup sangat efektif.
Amira mengira pria yang tertidur di samping kasurnya adalah Wei Zhan.
" Wei, kamu kemana saja semalaman tak pulang, Wei !!! "
Amira terus menggoyangkan bahu Pria yang masih tertidur di sampingnya.
" Kau sudah bangun Xian Ai ."
Mata Pangeran tampan itu masih sangat lengket, ia terus mengeryitkan mata nya.
Amira langsung terkejut, ia tak menyangka pria itu bukan Wei Zhan melainkan kakak nya Mo Ran.
" Apakah kau baik- baik saja Xian Ai ."
Mo Ran memegangi dahinya, wajah pria itu nampak sedikit khawatir.
Amira menangkis tangan Mo Ran secepatnya.
" Aku baik-baik saja, maaf aku harus pergi ."
Belum sempat ia beranjak, Pandangan gelap dan berputar-putar langsung menyerang kepalanya.
Amira terjatuh lagi dalam kasurnya.
" Jangan bergerak dulu, Efek obat bius itu masih bekerja, istirahat lah aku akan menjagamu ."
Mo Ran memegangi tangan Amira menunjukkan wajah yang sangat khawatir.
" Maaf aku tidak butuh belas kasihan mu Pangeran pertama Mo Ran ."
__ADS_1
Amira langsung menjawab perkataan pria itu dengan nada tinggi dan ketus.
Air mata langsung menitik di pipi Mo Ran.
" Maafkan aku Xian Ai, aku tahu kau pasti sangat membenciku, aku memang pantas kau benci ."
Menundukkan kepalanya dengan nada sendu.
" Apapun akan aku lakukan agar kau sudi untuk memaafkan ku ."
Amira atau Puteri Li Xian Ai memandang wajah pria itu dengan penuh kesedihan di hatinya, Setelah menggali luka yang cukup dalam lalu menambalnya dengan obat untuk mengobati nya.
Mo Ran terus memandang wajah Amira dengan Pilu.
" Istriku, kita bisa mulai lagi dari awal maafkan aku ."
Amira langsung tertawa dengan nada sinis.
" Maaf aku bukan istrimu, kita tak benar menikah waktu itu, aku hanya kasihan padamu waktu itu tidak lebih ."
" Tidak kau mencintaiku, kau sangat perduli dengan ku, kau sangat mencintaiku bukan, Xian Ai kita mulai lagi dari awal ."
" Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku, Maafkan aku ......
Permintaan maaf tiada henti ia ucapkan padanya hingga air mata nya sudah sangat deras membasahi pipinya.
Amira berdiri dan memakai rangkap pakaian nya.
" Maaf aku tidak bisa tinggal, terimakasih atas tumpangan malam ini ."
Mo Ran mendekap erat tubuh Li Xian Ai, air matanya membasahi bahu Wanita cantik itu.
" Kau akan selamanya menjadi Istriku, Aku akan terus menjagamu dan mencintai mu setulus hatiku ."
__ADS_1
" Sudah ku bilang aku bukan ...."
Mo Ran Menotong ucapan nya dengan ciuman, ia mencium bibir Amira dengan air mata yang terus mengalir.
Mo Ran mendesak tubuh Amira Kembali ke Kasur, Suaminya itu melakukan tindakan di luar kendalinya.
Amira berkali-kali melepaskan bibir Mo Ran tapi berkali- kali pula ia mendapatkan nya lagi.
" Mo Ran Apa yang kau lakukan, kau sudah Gila, lepaskan aku ."
Amira terus memberontak membebaskan dirinya.
" Aku memang sudah gila karena menyia-nyiakan Wanita seperti mu dan aku akan benar-benar gila bila aku kehilanganmu ."
Mo Ran benar-benar melepaskan baju nya dan terus mencium bibir Amira.
Wanita cantik itu kehilangan tenaganya yang benar-benar terkuras.
Amira menutup matanya, ia sudah tidak ada daya sama sekali.
Malam ini ia benar-benar melepaskan Keperawanan nya kepada orang yang memang ia cintai.
Dalam mata yang tertutup ia merasakan sedikit kesakitan seperti kehilangan sesuatu.
Hati nya Pilu Malam pengantin impiannya yang seharusnya sangat indah ternyata berakhir sangat menyakitkan.
Ia hanya mendengar nafas Mo Ran yang terengah-engah menindihnya.
" Li Xian Ai Istriku, aku Sangat Mencintaimu ."
Membisikkan ke telinga nya.
Mo Ran Terus mengambil bagian dominan nya di atas tubuh Puteri cantik ini.
__ADS_1