
Pandangan nya masih kabur, ia melihat dengan jelas Wajah Pria yang selalu mengisi hatinya.
Pria itu terlelap di samping nya dengan bertelanjang dada memeluk erat tubuhnya.
Amira bangkit dari ranjangnya, pelan-pelan menyingkirkan tangan Mo Ran.
Ia bergerak masih dengan tertatih, kepalanya masih sangat pening.
ia berusaha meraih pakaiannya yang berserakan di lantai.
Ia ingat betul kejadian semalam antara dirinya dengan Pangeran pertama.
Ia menoleh sekali lagi, Pria itu masih terlelap.
Amira pergi meninggalkan Paviliun itu tanpa meninggalkan jejak apapun.
Obat bius dari kawanan penculik itu benar-benar sangat kuat, terhitung sudah dua hari efek nya masih terasa di tubuh Amira.
Ia terus berjalan menyusuri jalan dengan badan yang masih sedikit sempoyongan.
Belum sempat ia berjalan cukup jauh, pandangan Nanar yang benar-benar berubah menjadi gelap ia dapati.
Ia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Seseorang menangkap tubuhnya sebelum menyentuh tanah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Ia seperti berada dalam dunia yang lain, ia melihat dirinya yang berpakaian Formal dalam era Jaman yang ia yakini.
ia melihat lalu lalang rutinitas padat yang serba modern.
Ia seperti dapat merasakan lagi, masa-masa di mana kehidupan nya yang sesungguhnya.
Hanya saja mata nya tertuju pada sosok seseorang yang nampak tak asing baginya.
Pria itu nampak berjalan sangat cepat.
Seperti terburu-buru.
Amira mulai mengikutinya, hingga pada suatu tempat yang sangat familiar bagi nya.
Area kost putri yang ia tempati dulu.
Dan tepat di Kamar nomor 7, ia membuka kamar itu.
Apa yang dilakukan Pria yang mirip dengan Wei Zhan pada kamar miliknya.
Amira mulai berani mendatanginya, ternyata keberadaannya sedang tidak dalam dimensi Era Jaman nya.
Amira masih mengenakan baju kuno Jaman Dinasti Ming, tak seorangpun dapat mengetahui keberadaannya saat ini atapun melihatnya.
Amira menatap Pria yang mirip Wei Zhan itu, ia mengenakan pakaian modern dengan balutan Jas casual dan celana Jeans hitam.
Pria itu nampak mencari-cari sesuatu, seperti ingin mengetahui tentang nya.
__ADS_1
Amira masih belum mengerti apa arti ini semua, mimpi atau sebuah kenyataan.
Hingga ia mendengar perkataan keluar dari Pria itu.
" Li Xian Ai, aku hanya berharap kau menjadi milikku di kehidupan ini, tapi kenapa aku tak bisa menemukan apapun tentang mu.
Aku mempertaruhkan sebuah reinkarnasi untuk mendatangi mu, apa hanya Mo Ran yang dapat memiliki mu ."
Amira menutup erat mulutnya, ternyata ia memang benar-benar Wei Zhan.
Hanya untuk mengetahui tentang dirinya ia berani menembus dinding pembatas era Jaman yang berbeda.
Amira mendekatkan dirinya pada Wei Zhan yang terduduk lemas di kasur kost nya.
" Wei Sebegitu kah kau mencintaiku ....? ".
Tangan Amira tak bisa meraih nya, Ia benar-benar terbatas oleh dimensi waktu.
Wanita cantik ini hanya melihat miris atas apa yang ia saksikan.
" Apakah Mo Ran telah mendahului ku, apa aku yang selalu terlambat Li Xian Ai, Kenapa kau tak pernah bisa menjadi milikku. "
Air mata menitik di pipi Pria tampan itu, Lalu beranjak dan mengusap air matanya.
Wei Zhan meninggal kan kamar Amira lalu pergi.
Amira teringat kejadian pada hari ini, saat ia mendapati kamarnya yang terbuka tanpa ada sesuatu apapun yang hilang, Pada hari Minggu 01 Desember 2019 Dalam tanggal Masehi.
__ADS_1
( Baca kembali chapter 2 )