Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 25


__ADS_3

" Aku Li Xian Ai, teman semasa kecil mu dulu, aku kira setelah kau sadar dari kesembuhan mu kau akan mengenali ku, ternyata aku salah kau sama sekali tak mengenali ku, bahkan hari demi hari kau seperti tidak nyaman dengan adanya diriku ."


Gadis itu memandang sepasang mata indah itu dengan tatapan sayu.


Pria didepannya itu masih saja tak menunjukkan reaksi, selain hanya menatapnya lekat-lekat.


Pria itu mendekat kan dirinya tepat pada Gadis di depan nya, ia memegang pipi putih nan lembut itu, dan terus memandang mata cantik Puteri cantik itu.


" Li Xian Ai, apakah benar ini dirimu, aku sungguh merindukanmu, kau tahu rasanya sudah seribu tahun lamanya aku tak bertemu dengan mu ."


Tangan itu sedikit gemetaran dalam pipi Amira.


" Mo Ran, aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, yang pasti aku sekarang disini bersama mu, bersama disisi mu, tidak perduli dalam susah maupun senang ."


Kata-kata Gadis di depan nya itu membuat hati nya bergetar hebat, merinding bukan karena ketakutan atau kecemasan tapi karena sebuah harapan yang ia fikir sulit untuk digapai ternyata bersemi lagi di hati nya.


Badan nya serasa kaku, lidah nya serasa kelu untuk mengucapkan kata-kata.


Malam itu berubah menjadi Sepertiga malam yang berlanjut dini hari.

__ADS_1


Mata Amira serasa sangat berat, beberapa kali ia hampir menutup rapat-rapat matanya.


" Li Xian Ai, mari pulang kita juga harus beristirahat, sebentar lagi Fajar akan terbit ."


Gadis itu mengiyakan, mereka berjalan berdua layaknya sepasang kekasih lebih tepatnya memang sepasang suami-istri.


🍃🍃🍃🍃🍃


Istana itu terlihat sangat sepi, sepertinya para penghuni istana juga sama seperti mereka, menghabiskan malam bersama perayaan itu.


pintu itu sama sekali tak bertuan seperti biasanya, kedua insan itu berjalan mulus mengendap-endap memasuki istana.


" Lebih baik tinggal dulu di paviliun, disana sangat damai dan sunyi, kalau kita ke ruangan mu akan banyak pelayan yang mondar-mandir pada pagi-pagi buta ini ".


Pria itu menatapnya dan langsung mengiyakan, mereka berputar arah menuju paviliun, benar saja di sana sangat damai dan terasa sangat sejuk karena banyak pohon Mahoni tumbuh dengan rimbun.


Kedua mata Amira tak dapat di tolerir lagi, ia benar-benar tertidur dalam meja itu.


Sang suami Pangeran pertama Beizitang Mo Ran terpesona melihat kecantikan Gadis itu.

__ADS_1


Rambut yang panjang yang sangat hitam, kulit seputih susu, dan bibir merah yang sangat merekah.


Pria itu mengangkat badan nya dengan sangat pelan dan hati-hati.


Membaringkan tubuhnya dalam sebuah ranjang empuk.


Rasa kantuk itu tak dapat di bendung lagi oleh nya, ia juga berbaring dalam ranjang empuk itu di samping Amira, sebelum mata itu terpejam ia memandang wajah cantik itu yang sangat tenang dalam tidurnya, ia berharap waktu dapat berhenti dalam momen yang indah seperti ini.


Mereka hanya tidak mengerti, bahwa kedua nya juga sangat saling mencintai, rasa takut akan kehilangan dan hasrat yang sama sebagai sepasang suami-istri.


" Li Xian Ai, andaikan kau belum menikah, aku pasti adalah orang pertama yang akan datang untuk melamar mu ."


Ucapan lirih itu seperti masuk dalam mimpi Amira, disana ia melihat suaminya Pangeran Mo Ran dalam balutan pakaian Modern dalam era masanya menemui nya membawakan setangkai mawar merah, membuka kotak berisi cincin Sapphire lalu berlutut di hadapan nya, sembari berkata.


" Menikahlah denganku Amira, Jadilah satu-satunya Istri yang hebat untuk ku ."


Semua mimpi itu terasa seperti benar-benar nyata.


__ADS_1


__ADS_2