Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 43


__ADS_3

Wei Zhan melepaskan Ciuman Puteri SunFeiFei yang terus menekan nya.


" Puteri, sebaiknya anda menghargai diri anda, jangan bertindak sesuatu yang dapat merugikan anda ."


Wei Zhan menatapnya dengan tatapan tajam.


Puteri SunFeiFei tertawa sinis.


" Kalau Pangeran tidak bersedia, jangan harap satu patah kata informasi yang kau inginkan itu keluar dari mulut ku ."


Pandangan tajam keduanya bertemu seketika.


Pangeran tampan itu masih mempertimbangkan penawaran nya.


Lalu Wei Zhan tiba-tiba teringat dalam ingatannya beberapa bulan lalu saat ia sedang berkelana seperti biasanya, berkelana ke mana arah angin berjalan.


Dalam riuhnya keramaian di tengah kalangan rakyat menengah kebawah ia menjadi jati dirinya sendiri.


Pergi kemanapun bebas, apapun yang ia kehendaki tanpa adanya aturan dari istana yang membelit nya.


Hanya saja dalam memori ingatan nya yang begitu sangat membekas adalah kejadian sore hari, dimana Matahari sudah mulai enggan berdiam lagi.


Ia melihat beberapa kelompok prajurit memapah seorang Wanita, ia yakini adalah Wanita itu bernama Li Xian Ai.


Ia terus mengikutinya, hingga sampai di perbatasan Dinasti Ming Selatan tepatnya di bukit Tianmen.


Sekelompok prajurit tadi memapah tawanan Wanita nya menuju Kereta besar yang nampak asing.

__ADS_1


Tirai Hitam besar yang menutup kereta itu dibuka oleh salah satu prajurit.


Terdapat puluhan Wanita yang terlihat ketakutan saat seseorang menyibakkan Tirai itu.


Wei Zhan berlari menyelinap, dengan menutup wajahnya menggunakan cadar hitam.


Satu persatu para prajurit itu ia tuntaskan dengan sangat hati-hati dan tenang, tanpa mengusik panglima yang sedang beristirahat.


Wei Zhan membuka gembok kereta berjeruji itu dengan seksama.


Terdapat puluhan wanita yang sedikit kaget dengan kedatangannya, sebagian besar para wanita itu menangis tersedu-sedu namun tidak dengan Li Xian Ai yang masih belum siuman.


Ia memapahnya meninggalkan jeruji sesak itu, tindakan nya berjalan mulus tanpa mengusik prajurit lain yang sedang beristirahat.


Hingga ia sampai di perbukitan dekat desa, Wei Zhan menurunkan Li Xian Ai di dekat batu besar dengan pohon yang sangat rimbun, ia hanya takut jikalau hujan.


Wei Zhan mencarikan nya mata air untuk nya minum dan menyeka wajahnya yang nampak kotor.


Ia memberinya perlindungan di tempat asing yang liar.


Wei Zhan benar-benar sangat menyukai wanita itu, ia terus memeluknya dari dingin nya angin malam yang mematikan.


Hingga dini hari saat wanita cantik itu menggigil karena suhu tubuhnya yang kedinginan.


Wei Zhan terus mendekap erat tubuh nya, melepaskan kedua rangkap pakaian nya dan memakaikan nya pada Li Xian Ai.


Suhu tempat liar itu semakin dingin, Wei Zhan mengambil keputusan untuk lebih menghangatkan nya.

__ADS_1


Ia mencium bibir Li Xian Ai dengan kelembutan, ternyata ciuman itu disambut baik oleh nya, meskipun sebenarnya ia tak sadarkan diri.


Keduanya saling berbalas, Hingga bibir mereka merah merekah, wajah pangeran itu sangat merah dengan nafas yang tak beraturan.


Lalu saat pagi menjelang, Wei Zhan terbangun dengan mata yang terbelalak seketika, ia masih memandangi wajah cantik yang masih belum tersadar, ternyata obat bius itu sangat ampuh, bisa menidurkan orang sampai 24 jam.


Ia terkejut saat tangan Wanita yang masih di pelukannya itu bergerak, Wei Zhan langsung beranjak dan bersembunyi di antara semak belukar.


Ia terus memantau Puteri cantik itu dari kejauhan.


Li Xian Ai bangun dengan memegangi kepalanya, nampaknya ia masih sedikit pusing dan linglung.


Wanita cantik itu lalu pergi berjalan dengan sempoyongan meninggalkan perbukitan menuju desa.


Wei Zhan masih mengikuti nya diam-diam,


Hingga sampai di perbatasan dekat desa Zhoushan baru lah ia pergi saat para pengawal istana nya menemukan nya.


( Ingatan Wei Zhan ada dalam chapter 5 )


" Pangeran Wei Zhan, bagaimana dengan kesepakatan kita ..?"


Perkataan puteri SunFeiFei membuyarkan lamunan nya.


Pangeran itu dengan berat hati berkata.


" Baiklah, aku akan tinggal ."

__ADS_1



__ADS_2