Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 26


__ADS_3

Pagi yang indah itu datang dengan sangat cerah, kedua sepasang suami-istri itu masih terlelap dalam mimpinya, dalam satu ranjang yang hangat.


Tahun baru itu memang membuat aktifitas di pagi hari seperti lumpuh, kota-kota yang masih sangat sepi, tak ada satupun orang berlalu lalang untuk sekedar hanya berjalan.


Termasuk istana kediaman Bangsawan Yang Mulia Kaisar Jiang Tang, benar-benar sangat sepi.


Kaisar itu memang terkenal akan kebaikan nya, ia dengan murah hati memberi hari cuti nasional ke pada seluruh rakyat termasuk pelayanan-pelayanan istana.


Tapi dalam pagi yang damai itu, ada suatu kejanggalan.


Tak biasanya dayang-dayang itu bekerja di pagi hari seusai malam pergantian tahun, selain karena semalaman suntuk begadang, yang mulia kaisar pasti memberi mereka cuti setiap tahunnya.


Kecuali mereka tak ikut serta dalam malam perayaan itu, Ketiga pelayan itu berjalan sangat waspada sesekali menengok kanan-kiri.


Berjalan lurus terus mengikuti sudut ruangan, mereka berhenti tepat di pintu yang hampir usang.


Mereka rela melakukan pekerjaan ini, sama seperti dulu, rasanya ketiga dayang itu merasa Dejavu.


Pangeran tampan itu masih terlelap, sesaat salah satu pelayan itu menyeka tubuh nya.


Mereka hanya takjub akan tubuh yang sangat atletis itu, sesekali dayang itu mencoba tak terkendali meraba-raba bagian yang lainnya.

__ADS_1


Teman nya yang melihatnya lalu menepis tangan nya dan menyuruh nya untuk tetap fokus.


" Kau harus ingat Pangeran Kedua ini sangat penting bagi yang mulia Kaisar ".


Ketiga pelayan itu melakukan tugas mereka masing-masing, ada yang bertugas membersihkan kamar, menyiapkan perlengkapan dan ada yang bertugas khusus merawat Pangeran Kedua Beizitang Wei Zhan.


Sesaat kemudian mata nya terbuka dengan pandangan kosong, Pelayan itu memang sangat keras kepala, ia tetap meraba-raba pangeran tampan itu.


Ia seperti tak bisa menahan hasratnya melihat tubuh sempurna dan wajah yang rupawan itu.


Ketika ia hendak mencium bibir pangeran malang itu, seseorang meneriaki nya.


" Berani nya kau menyentuh Putera ku, kau Dayang rendahan yang hina, pengawal tangkap dia, berikan dia cambukan 50 kali ."


Kedua temannya hanya bisa menyaksikan gadis itu diseret dua penjaga istana.


" Ini untuk siapapun, yang berani berbuat macam-macam pada putera ku, kalian akan bernasib naas ."


Ucapan dengan nada tinggi itu terdengar sangat menakutkan di banding raungan Harimau.


Kedua pelayan itu menundukkan kepala tak berani melihat mata tajam itu sama sekali.

__ADS_1


Permaisuri itu menyuruh para pelayan keluar .


Ia memakaikan pakaian pada Pangeran yang menjadi Anak tiri nya itu.


Sekali lagi ia melihat wajah pangeran kedua itu.


" Bagaimana bisa kau sangat mirip dengan Mo Ran, Kau selalu pergi sesuka hatimu pangeran nakal, tidak bisakah kau tinggal dan tidak membuat masalah untuk ayahmu ."


Permaisuri itu menyisir kan rambut coklat nya yang sangat halus.


Ia benar-benar meneruskan pekerjaan pelayan yang mangkir itu.


selang beberapa menit ia memanggil para pengawal untuk memapah nya keluar.


Ia memakaikan nya Jubah Ungu gelap dengan balutan baju putih, dan tatanan rambut yang sangat rapi.


Ia benar-benar menghilangkan kesan lusuhnya sebagai Pangeran bangsawan terhormat.


Ternyata ada acara pertemuan rahasia di kediaman Bangsawan Tang, disana sudah berkumpul beberapa pengawal dan beberapa pelayan termasuk Sang Kaisar Sendiri.


Permaisuri itu berjalan di ikuti putera tiri nya Pangeran Kedua Beizitang Wei Zhan.

__ADS_1



* Pangeran Beizitang Wei Zhan *


__ADS_2