Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 34


__ADS_3

Ia kembali lagi dalam dimensi ruang yang begitu asing, hanya berwarna hitam suram.


tersesat seorang diri, dan tak ada sama sekali jalan yang mengarahkan nya.


Namun kali ini ia tak ingin tinggal diam, hanya menunggu seperti waktu itu, berharap ada seorang yang datang membawakan seberkas cahaya dari Lampu Lampion dan memberi arahan jalan kepadanya menuju jalan yang terdapat cahaya putih yang terang.


Membawanya kembali dalam kesadaran, ia masih ingat betul siapa orang itu.


Benar, tak lain dan tak bukan dia adalah Li Xian Ai.


Hanya saja sekarang puteri cantik itu yang menunggunya untuk menyelamatkan nya.


Pria itu masih bertekad mencari jalan dari kesunyian yang terlihat sangat hitam pekat itu, berusaha mencari seberkas cahaya untuk dapat keluar dari belenggu kejam ini.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Seperti tak biasanya, Yang mulia Kaisar Jiang Tang datang mengunjungi Putera nya yang pertama, Pangeran Beizitang Mo Ran.


Beliau datang membawa dua pengawal di belakangnya.


Perasaan seperti sebuah ikatan antara orang tua dengan anak.


Benar saja, saat ia membuka kamar anaknya itu ia mendapati sebuah Punggung yang tegak berdiri, Pangeran itu sedang berdiri membelakangi pintu dan menatap keluar jendela.


Kaisar itu seperti tak bisa berkata apa-apa, ia langsung memeluk tubuh anaknya itu.


" Kau sudah sembuh Nak ."

__ADS_1


Suara parau yang sudah tua itu terdengar tak asing bagi Mo Ran.


Pria itu membalikkan badan nya yang langsung mendapati sebuah pelukan hangat yang salah satu ia rindukan.


" Ayah ."


Suara sahutan itu terdengar lirih.


Pria tua itu menangis, mendapati Putera pertama nya telah kembali, ia terus mengamati anak nya yang rupawan itu dari ujung kaki hingga ujung kepala.


" Nak, betapa ayah sangat merindukan mu bertahun-tahun sudah lamanya, kau meninggalkan ayah, seperti ibu mu yang meninggalkan ku ."


Pertemuan mereka yang seperti itu memang sudah tak terjadi begitu sangat lama, saking lamanya sampai Pria tua itu lupa bahwa sudah banyak uban yang menumbuhi rambutnya.


" Maaf Yang Mulia Kaisar Jiang Tang, hamba melapor bahwa Puteri Li Xian Ai sedang menerima hukuman cambuk di Paviliun barat ".


Kedua pria yang mendengar itu langsung terkejut dan segera mendatangi ke tempat kejadian, Pangeran Mo Ran tampak berjalan di garis depan disusul Ayah nya.


Dan benar saja, disana sudah berkumpul beberapa prajurit dan pelayan.


Gadis itu terkulai tak berdaya di atas lantai marmer, badan nya terikat dengan kencang dengan kedua tangan di belakang.


Sekali lagi cambukan itu tepat mengenai pundak nya yang tak terhitung masih tersisa berapa kali.


karena dalam sekali cambukan itu terasa sangat menyakitkan.


" Hentikan, Siapa yang menyuruh kalian menghakimi nya ."

__ADS_1


Suara tua itu terdengar lantang dan keras, Kaisar itu terlihat sangat Marah dengan emosi yang meluap.


Semua orang yang disana langsung ketakutan dan bersujud minta ampun.


" Yang mulia Kaisar maafkan kami, ini semua atas perintah langsung dari baginda permaisuri ."


" Kalian semua sudah benar-benar tidak waras, memperlakukan seorang puteri bangsawan dengan sangat keji ."


Kaisar itu menyuruh para prajurit melepaskan ikatannya itu.


Badan nya benar-benar sudah terkulai tak berdaya, mata itu hanya bisa sesekali terbuka dengan wajah yang penuh darah mengalir dan tak bisa di bayangkan seperti apa dalam sekujur tubuhnya.


" Kalian semua akan aku jatuhi Hukuman Mati tanpa mengajukan banding ."


Suara Parau Pria tua itu membuat mereka langsung merinding ketakutan.


Sebelum Kaisar itu benar-benar beranjak membawa Puteri Li Xian Ai itu seseorang menahan nya dengan berkata.


" Tunggu Yang Mulia Kaisar, Bukan tanpa sebab Baginda Permaisuri menghukum Puteri Li Xian Ai, ia telah menyamar sebagai pelayan untuk mencoba mendekati Pangeran Kedua dan bahkan hampir melakukan perbuatan nista kepada Pangeran Kedua ."


Pangeran Mo Ran yang mendengar itu langsung terkejut dengan tatapan seperti tak percaya, tapi entah apa yang merasuki dirinya.


" Penjarakan Puteri itu, sampai datang saksi mata !!!!


Kaisar itu hanya memandang heran kepada putera nya, ia tak bisa merubah keputusan itu.


Bagaimanapun juga ia adalah putera mahkota dan gadis itu adalah istrinya.

__ADS_1


Ia berhak atas keputusannya, lalu dengan sigap para prajurit itu memapah Gadis cantik yang sudah tak berdaya itu ke Timur istana menuju Penjara Bawah tanah.



__ADS_2