
Semua bunga yang bermekaran pasti memberikan kesan wangi tersendiri, hanya saja bunga jasmin memberikan kesan tersendiri, wangi nya dapat berbaur dalam berbagai suasana dalam warna nya yang seputih susu.
Dalam malam yang terasa panjang bagi dia dan dirinya dalam ruangan itu, Amira hanya seakan shock atas apa yang ia saksikan, ia tak berani lagi menatap apa yang terjadi selanjutnya, ia seakan merenungi dalam tempat persembunyian kecilnya.
Meski Wei Zhan adalah seorang pria yang berjiwa bebas, seenaknya sendiri, dan penakluk banyak wanita.
Tapi dalam kasus ini dia adalah korban, ia dibuat tak berdaya dan secara sengaja di manfaatkan.
Aku tahu pasti menyakitkan dipaksa berhubungan intim padahal jiwa dan raga menolak seutuhnya, tidak hanya perempuan, laki-laki pun sama mereka juga merasa kesakitan.
Tak berselang lama wanita itu mengucapkan kalimat pada mangsanya itu.
" Kau lebih menggoda Pangeran Beizitang Wei Zhan, aku hanya tak menyangka Keperjakaan kalian sangat berarti bagiku ."
Lalu segera beranjak meraih baju dan memakainya.
Selang beberapa menit ia merapikan diri ia pun memanggil dua orang pelayan tadi untuk mengurus seseorang yang ia tinggalkan.
" Pakaikan baju Pangeran Wei Zhan, siapapun yang tak merahasiakan ini, hukuman mati akan menunggu kalian ."
Kedua pelayan itu menunduk mengiyakan dengan nada ketakutan.
Wanita itu pergi meninggalkan ruangan itu, kedua pelayan itu dengan sigap langsung mengurus pangeran itu.
Amira lalu memberanikan diri keluar dari lekukan bambu yang sempit itu sambil membawa Dupa sisa tadi malam.
__ADS_1
Kedua pelayan yang tiba-tiba melihatnya langsung bertanya.
" Siapa kamu ...?"
Amira seketika menoleh.
" Maaf kakak, saya disuruh untuk membuang sisa Dupa ini katanya jangan sampai tertinggal sedikitpun, tapi aku bingung kemana membuangnya ...?"
Kedua pelayan itu menghampiri nya.
" Memang yang Mulia Permaisuri bilang apa padamu ."
" Katanya kalau Dupa ini masih tercium aromanya bahkan masih meninggalkan bekas, tidak hanya kita yang terancam hukuman mati tapi keluarga kita pun juga akan ikut ."
"Apa ."
" Dasar Bodoh ."
Gumam Amira, kadang ia merasa kesal atas kelakuan pelayan yang juga sama nya dengan majikannya.
Amira memandang Pria di depan nya dengan tatapan pilu.
Tubuhnya itu benar-benar telanjang hanya tertutup selimut putih.
Pakaian nya berserakan dilantai, Amira mengambil kan nya pakaian baru yang bersih.
__ADS_1
Tubuhnya banyak berbekas tanda gigitan dan cakaran, lebih seperti luka yang agak memerah, dalam ruangan sempit tempatnya bersembunyi terdapat obat merah, Amira mengoleskan beberapa yang nampak terlihat menganga di luka yang berbekas itu.
Sesaat ekspresi pria itu muncul seperti sedikit kesakitan.
" Pasti sangat perih ya ."
Gumam gadis cantik itu.
Ia memakaikan pakaian yang bersih untuk nya.
Gadis itu terus menggenggam erat tangan Wei Zhan dan menitikkan air mata.
" Maafkan aku yang hanya bisa diam, melihat kau diperlakukan tidak adil ."
Gadis itu menangis tersedu-sedu dan memeluknya dengan erat.
" Wei, kakak merindukan mu aku membutuhkan mu melindungi Mo Ran, Kenapa seperti ini ."
Dalam sendu Gadis itu Wei Zhan seperti menggenggam erat tangan nya.
Amira tersadar lalu menatap wajah pria itu dalam-dalam, mata nya masih sangat sembab.
" Wei apa yang kau rasakan, sadarlah Wei apa yang harus aku lakukan ."
Gadis itu berkali-kali mengkoyak koyakan badan pria itu.
__ADS_1
" Bangun Wei, hanya kau satu-satunya harapan ku ."