Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 24


__ADS_3

Pria itu memandang suasana ramai itu dengan penuh rasa takjub.


Meski ia tak benar-benar berekspresi, tapi jika dilihat dari mata nya yang berbinar dan perasaan sangat Kagum, itu sudah sangat mewakili.


Memang benar semasa ia hidup, baru kali ini ia bisa melihat indahnya gemerlap malam pesta rakyat.


Amira menarik tangan nya ke dalam keramaian, mereka ikut serta dalam perayaan yang hangat itu, tanpa seorangpun mengenali mereka.


Sesekali Amira merapikan Cadar suaminya tak kala hampir jatuh.


Malam itu mereka benar-benar menikmati malam yang panjang itu dengan suka cita,


Kue ranjang juga menyambut mereka dengan sangat hangat.


Pria itu merasakan makanan itu dengan sangat bahagia.


Amira tanpa sadar mengusap lagi rambutnya yang sangat halus itu.


Ia pun begitu sangat bahagia, melihat suaminya juga bahagia.


Hanya saja ia masih belum bisa mengatakan bahwa ia adalah Istrinya, orang yang dicintainya Li Xian Ai.


🍀🍀🍀🍀🍀


Gemerlapnya malam itu membuat mereka lupa akan waktu yang terus berjalan.


Hingga tak terasa malam itu sudah semakin sangat larut.

__ADS_1


" Pangeran Mo Ran bagaimana kalau kita pulang sekarang ."


Tanya puteri cantik itu dengan lembut.


Pangeran Mo Ran seperti enggan untuk pulang, wajahnya berubah sangat murung.


" Tidak bisakah kita tinggal lebih lama, Aku sangat bahagia keluar dari kamar yang membosankan itu ."


Amira merasa sangat iba padanya, merasa bersalah karena ia seperti mengurungnya dalam sangkar tak membiarkan ia membentang kan sayapnya.


" Pangeran Mo Ran, saya tahu sikap saya melindungi pangeran dengan tidak memberi tahu ke semua orang tentang kesembuhan mu adalah cara yang salah, tapi ini jalan satu-satunya agar pangeran tetap aman, namun jika pangeran ingin pergi keluar dengan bebas, saya tidak bisa menahan mu, Lakukanlah apa yang menjadi kehendak pangeran ."


Gadis itu memalingkan wajahnya yang menitik kan Air mata dengan menutupi kesedihannya.


Pangeran itu dengan sigap menarik tubuhnya dan menatap nya dalam-dalam.


" Aku sangat bahagia, karena ada orang yang sangat mengkhawatirkan aku, Aku merasa dicintai, meskipun kamu sudah bersuami tapi aku tetap ingin mengatakan nya padamu bahwa, Aku Menyukai mu ."


Begitupun Amira yang mendengar pengakuan dari suami yang sangat ia cintai.


Pangeran Mo Ran memegang tangan Amira dan mengecup lembut bibirnya dalam keramaian itu.


Gadis itu sangat terkejut atas ciuman mendadak itu tapi dalam hati nya, ia sebenarnya tidak ingin momen ini berlalu begitu saja.


" Maafkan atas kelancangan ku, Aku benar-benar menyukai mu, sebenarnya aku sangat sakit dan cemburu setelah tahu kau sudah bersuami, rasanya ingin aku merebut mu dari suamimu itu ."


Memandang langit dengan tatapan yang sangat konyol.

__ADS_1


Sesaat keramaian itu serasa sangat sunyi hanya ada Dia dan dirinya yang saling merasakan kegundahan isi hati mereka.


" Pangeran telah dewasa rupanya, sudah bukan lagi berumur 5 tahun ."


Amira tertawa kecil.


Pria itu langsung memalingkan wajahnya ke arah Amira, dan menatap nya dengan tajam.


" Saat aku bangun aku memang merasa berumur 5 tahun, tapi hari demi hari berlalu kenapa dalam Fikiran ku, rasanya sudah tak berminat dengan bermain, bersekolah, menggambar, yang aku rasakan hanya dirimu dan keadaan istana ."


Pria itu memang bukan lagi anak-anak berumur 5 tahun, dia adalah seorang Pangeran pertama dari Kaisar Dinasti Ming yang berusia 27 tahun.


" Apabila aku juga menyukaimu, apa yang akan kau lakukan ."


Amira bertanya balik dirinya.


Pria itu tanpa basa-basi menarik tubuhnya, mencium bibirnya dengan hangat, walau keramaian itu tampak sesak, yang ada dalam benak mereka tidak ada seorangpun selain mereka berdua.


Amira merasakan cinta yang selalu ia dambakan itu, dalam hatinya seperti ada bunga-bunga yang bermekaran.


" Aku jatuh cinta denganmu, meskipun aku tidak tahu siapa dirimu, meskipun kau sudah bersuami, meskipun ."


Amira menghentikan ucapannya dengan menutup bibir pria itu dengan telapak tangannya.


" Aku Li Xian Ai, apa kamu mengenaliku ."


Puteri cantik itu menitikkan air mata.

__ADS_1


Pria itu langsung menatapnya tanpa bergeming, seperti tidak tahu apa yang harus ia katakan.



__ADS_2