Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 36


__ADS_3

Puteri Cantik itu memandang bilik yang berpondasi bambu, kursi dan meja yang semua terbuat dari kayu yang usang.


Pria itu selalu menemani nya, tak kala gadis itu membuka matanya, ia langsung beranjak.


" Kak Xian Ai, kau mau minum, apa kau haus..?"


Pria itu langsung terbangun dari kursi dan membawakan segelas air kepada nya.


Amira meminum segelas air itu, Gadis itu terdiam tak mengucapkan kata-kata.


Lalu air mata mengalir di pipinya,


" Kak Xian Ai, ada aku disini kau aman dan aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti mu ".


Amira memeluk tubuh bidang itu, tubuh pria itu sangat hangat dan nyaman.


Wei Zhan mengusap rambutnya, sesaat mereka melepaskan pelukan itu, Wei Zhan mengusap air mata yang masih mengalir di pipinya.


Pria itu memandang lekat-lekat wajah cantik itu.


" Wei, kenapa kau begitu baik padaku...?"


Pria itu langsung kikuk dibuatnya, muka nya menjadi merah padam dan sedikit menggaruk kepalanya mengalihkan pandangan.

__ADS_1


" Seharusnya kau sadar, kenapa aku seperti ini..!!"


Amira langsung tersenyum tipis dalam rasa sakit yang masih ia rasakan.


" Kak, aku berjanji akan selalu melindungi mu sampai akhir hayat ku, hidupku seluruhnya menjadi milikmu ".


" Hus, bilang apa kamu, hidup mu ya hidupmu tidak akan ada yang boleh memiliki, kecuali kau mau membagi dengan pasangan mu kelak ."


" Kak, bukankah kau tahu, aku sangat mencintaimu, cinta untuk kekasihnya, apapun akan aku berikan termasuk nyawaku akan kuberikan padamu ."


Gadis itu menggeleng dengan wajah menyeringai, Dengan sedikit geram Pria itu tanpa basa-basi mencium bibirnya yang nampak berwarna merah muda itu.


Gadis itu tak mendorongnya lagi, ia hanya menggunakan tatapan terkejut dengan mata membulat.


Pria itu memejamkan matanya, sedikit menitikkan air mata dan mencium bibir gadis itu dengan agresif.


" Kak Xian Ai, maafkan aku, maafkan aku yang terlalu mencintaimu, sehingga aku dibutakan oleh kenyataan, bahwa kau sudah menjadi milik kakak ku, tapi hati ini sangat sakit ."


Pangeran itu tak dapat membendung air matanya lagi, ia memandang pilu wajah Gadis yang begitu sangat ia cintai, Gadis itu juga memandang nya demikian.


Air mata itu tak ia biarkan sampai jatuh meninggalkan pipinya, ia sudah mengusap nya terlebih dahulu.


Lalu ia beranjak dan pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


" Kak istirahat lah, aku mau keluar sebentar akan ada Tabib Pao yang mengobati mu ."


Pria itu melangkah meninggalkan nya, Tubuh tegap dengan punggung yang sangat terlihat sempurna itu menggali sedikit luka kecil di hatinya.


Amira memang sedang tidak sepenuhnya memiliki tubuhnya yang biasanya tegar bugar.


Rasa sakit dan perih bercampur aduk yang ia rasakan.


Ternyata cambukan itu memang sangat menyakitkan, dalam Fikiran nya tiba-tiba terlintas memori saat ia menyuruh pengawal untuk memberi pukulan cambuk pada seseorang, yang seketika membuat tubuhnya semakin bergidik, Ia pun membaringkan tubuhnya nya kembali.


🍃🍃🍃🍃🍃


Saat sore menjelang, Gadis itu tersadar dari tidurnya lagi dengan kondisi yang masih sama, ia tak melihat Wei Zhan di samping nya, pria itu nampak nya belum kembali semenjak siang tadi.


Lalu seseorang datang dengan mengetuk pintu, tapi itu bukan Wei Zhan.


Melainkan seorang Pria tua, ia mengenakan pakaian lusuh berwarna abu-abu, membawa kan nya semangkuk kecil ramuan obat.


Seketika Gadis itu terkejut tak kala memperhatikan dengan seksama wajah pria tua itu.


" Pak Handoko ."


Ucap gadis itu dengan nada terkejut.

__ADS_1


( Lihat chapter 3 ).



__ADS_2