
Tampak dari kejauhan pria dengan tatapan tajam itu masih terus memandangi pintu kamar kost Amira.
Pria itu pergi dengan perasaan pilu.
🍁🍁🍁
Lalu seperti Ada hembusan angin yang begitu besar, Amira seperti akan tertiup oleh angin itu, dan sesaat ia membuka mata nya, seketika kembali dalam dimensi saat ini.
Ia dapat melihat pandangan yang masih kabur, seorang pria menutup jendela yang tepat di atas kepalanya, Pria itu adalah Wei Zhan.
Amira langsung menarik tangan nya.
" Wei, kau kemana saja aku sangat merindukan mu ."
Pria itu nampak terkejut dengan pelukan mendadak itu.
" Kak Xian Ai, kau sudah sadar, syukur lah, aku sangat khawatir dengan keadaan mu, kata tabib Pao kau terkena bius biotik yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah.
Amira tersenyum dengan wajah pucatnya, keadaan nya memang belum sepenuhnya pulih.
" Aku baik-baik saja Wei, kau tahu aku memimpikan mu di era Jaman yang berbeda ."
Wei Zhan mengkerut kan kedua alis nya, ia sangat mencerna ucapan wanita di depan nya.
" Aku memang pernah mencoba mencari mu, hanya saja aku datang di saat yang kurang tepat ".
Amira menatap kedua mata Wei Zhan dengan sangat dalam, namun tiba-tiba tawa Pria itu meledak.
" Ah, aku hanya bercanda kak Xian Ai, kau harus memulihkan badan mu, istirahat lah lagi, akan aku ambilkan obat untuk mu ."
Amira terus memegangi tangan Pangeran kedua.
__ADS_1
Ia terus menarik nya duduk kembali, Amira memeluk nya dengan erat.
" Maafkan aku Wei Zhan, maafkan atas kehidupan ini yang membuatmu terluka ."
Pria itu kembali menatap kedua mata Amira sangat dalam.
" Nama ku Amira di kehidupan mendatang, kau harus sudah tahu namaku sebelum kau bertekad mencari ku ."
Wei Zhan terus menatap nya tanpa bisa berkata-kata.
" Kau tahu, aku mencari mu ."
Amira mengangguk, Wei mau kah kau menemaniku pulang ke kediaman ku.
" Kak, kalau kau pulang itu artinya ."
" Aku akan bercerai dengan Mo Ran ." Amira mempertegas maksud perkataan nya.
Wei Zhan memandang nya seakan seperti tak percaya.
Amira mengangguk lemas.
" Bukankah kau juga berharap demikian ."
Wei Zhan menatap wajah Amira dengan sangat merah.
" Aku akan mengantarmu, begitu kondisi mu membaik ."
Amira tersenyum dalam wajah pucat nya.
Ia masih saja terlihat sangat cantik dan anggun.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁
" Puteri SunFeiFei maafkan hamba, hamba tidak berhasil mengejar Pangeran kedua, hamba kehilangan jejak nya ."
" Biarkan saja, dia pasti akan datang lagi !!!
Puteri SunFeiFei mematahkan kuntum bunga yang ia genggam, ia teringat akan kejadian kemarin ia ditinggalkan begitu saja oleh Wei Zhan di Hotel Zhoushan.
" Lihat saja Pangeran Beizintang Wei Zhan, Kita akan bertemu lagi ."
🍁🍁🍁🍁
Kediaman bangsawan Zhu terlihat sangat sepi dari biasanya.
Amira melangkahkan kakinya lagi di kediaman nya, Wei Zhan selalu dengan setia menemani nya kemanapun ia pergi.
meskipun baru 2 bulan ia meninggalkan kediamana Zhu tapi rasanya sudah seperti bertahun-tahun.
Zi Mei sontak berlarian ketika ia melihat Nyonya muda nya sekaligus sahabatnya melangkah memasuki istana.
" Amira maksudku Nona Li Xian Ai, anda kemana saja selama ini, seisi istana mencari anda, Sampai Ayah anda Perdana menteri Guang Zhu jatuh sakit karena memikirkan anda ."
" Di mana ayahku ...? "
Amira menatap mata Zi Mei dengan Cemas.
Pelayan itu menuntun nya menuju Kamar utama milik Ayahnya, Di sana terbaring Ayahnya yang terlihat sangat lemah.
Namun mata Amira tiba-tiba terpaku mendapati seorang Pria berpawakan tinggi yang sangat ia kenal.
Pria itu duduk di samping ayahnya, seperti sedang menjaga Ayahnya.
__ADS_1
" Apa yang anda lakukan disini Pangeran Beizintang Mo Ran ...?".