
Bunga itu semakin layu..
Hanya membutuhkan air dalam Vas yang sudah mengering..
Tamparan keras ditujukan kepada Wei Zhan, Pria itu hanya terdiam dengan tersenyum sengit sambil menatap Ayah nya yang kian menua.
Kaisar Jiang Tang seakan terhasut dengan cerita penjaga yang ia interogasi.
Luapan emosi seakan tak terbendung di dalam raut wajahnya.
" Apalagi yang kau minta pak tua, kehidupan seperti apalagi yang kau inginkan dariku."
Wei Zhan berkata dengan masih tersenyum sengit, Kaisar Jiang Tang hendak melayangkan lagi tamparan nya namun di halau oleh SunFeiFei yang bangun atas keributan itu.
" Maaf Kaisar Jiang Tang, hamba lancang, namun biarkan Pangeran Wei Zhan beristirahat dahulu mengingat kesehatan nya yang belum sepenuhnya pulih. Ucap SunFeiFei yang masih menangkis tamparan itu.
Kaisar Jiang Tang hanya mengangguk mengiyakan dan segera meninggalkan mereka berdua.
" Sayang, kau tidak apa-apa, bibir mu sedikit memar." Ucap SunFeiFei padanya.
Pria itu hanya menggeleng kan kepala nya dengan raut wajahnya yang sedikit murung.
Meskipun ia adalah Puteri kerajaan yang egois namun cintanya kepada Wei Zhan begitu sangat tulus.
__ADS_1
" Istirahatlah, atau kamu ingin ke kamar kecil biar aku antar." SunFeiFei terus menanyainya.
Wei Zhan hanya menggeleng kan kepala nya.
" Apakah kakak ku dan istrinya kemari." Ucap nya yang malah menanyakan keberadaan orang lain.
Puteri berparas cantik itu seketika menghilangkan senyuman dari bibirnya, ia benar-benar kesal setiap Wei Zhan teringat Li Xian Ai.
" Kamu sedang terluka, kenapa kamu selalu memikirkan orang lain." Ucap Puteri itu dengan sedikit kesal.
" Kamu benar-benar jahat padaku, kamu ingat kejadian di Hotel Zhoushan kala itu, kamu malah meninggalkan ku tanpa menyentuh ku, sekarang aku sudah menjadi istriku kamu juga sama sekali tidak memperhatikan ku." SunFeiFei memegang erat tangan Wei Zhan ia memandangi Wajah tampan yang teduh itu.
" Lupakanlah dia, kita mulai lagi kehidupan kita yang baru." Ucap SunFeiFei kepada Wei Zhan lagi.
Amira masih mondar-mandir tak karuan karena cemas dengan adik iparnya, ia takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Mo Ran masih sibuk menulis huruf Han, ia sangat berfokus pada tulisan nya.
" Apakah kita ke sana saja, aku benar-benar khawatir." Ucap Li Xian Ai padanya.
" Belum saatnya, kita tunggu kedatangan Ayah Kaisar." Ucap Mo Ran dengan masih berfokus pada tulisan nya.
Tak berselang lama kereta kuda kerajaan yang membawa Kaisar Jiang Tang dan Ibu Suri kembali.
__ADS_1
Mo Ran dengan tanggap menggandeng tangan Xian Ai untuk menyelinap di sebuah ruangan agar bisa menguping.
Kaisar Jiang Tang pulang dengan perasaan yang sangat kesal, ia datang langsung memecahkan Vas bunga di depan nya.
" Harus bagaimana aku bersikap pada anak keras kepala itu, ia sungguh-sungguh membuatku malu."
Ibu Suri menenangkan nya dengan menyampaikan usulan nya yang terkesan menghasut.
" Suamiku, Yang Mulia Kaisar, Pangeran Kedua harus di adakan lagi ritual Taoisme, sebelum ia melangsungkan pernikahan ia berada di luar sana kembali menjadi berandalan, mungkin itu yang membuatnya bertingkah semaunya lagi."
Ucap ibu Suri menyeringai dengan senyum kejahatan nya.
Kaisar Jiang Tang masih berpikir akan usulan itu.
Ilmu Taoisme yang benar hanya akan menenangkan sifat keangkuhan dan keegoisan saja bukan malah menundukkan nya menjadi apa yang di inginkan.
Hanya saja, ternyata selama ini Kaisar Jiang Tang tidak mengetahui apa-apa tentang Ilmu Taoisme yang di pakai di istana kerajaan nya, istrinya lah yang memegang kendali penuh atas ritual itu, ritual hitam yang hanya menguntungkan satu pihak saja.
☘️☘️☘️☘️
Terimakasih atas dukungan nya Para Reader, ikuti terus ya perjalanan cerita Prince of the dynasty..
TRIms...
__ADS_1