Prince of the Dynasty

Prince of the Dynasty
Chapter 33


__ADS_3

Apakah ia sudah mendekati Garis Finish ?...


Dalam hatinya nya ia berkata Hampir,


Aku hanya perlu sebuah dukungan, agar ia tak lelah dalam usaha nya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Amira melepaskan pelukan itu, mengusap air mata di pipinya lalu memukuli dada pria itu.


Pria itu kaget dengan langsung seperti berusaha menangkis pukulan Gadis itu.


" Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau sudah sadar ."


Pria itu akhirnya dapat menggenggam kedua tangan itu.


" Aku mengetes mu, apakah kau tahu aku sudah sadar ."


Berkata dengan gaya khas nya yang sangat menyebalkan.


Amira lalu melepaskan tangan nya dan memukulinya lagi.


" Bisa-bisa nya kau masih bisa bercanda dalam situasi yang seperti ini ."


Pria itu langsung memeluk badan Amira.


" Maafkan aku yang sudah membuatmu Khawatir, aku akan lebih berhati-hati ke depannya, aku janji aku yang akan melindungi mu nantinya ."

__ADS_1


Pelukan itu terasa hangat di rasakan Amira, Pria itu sudah kembali, entah kenapa hatinya merasa sangat damai dalam pelukannya.


Hingga tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang bergemuruh.


" Tangkap pelayang Jal*ng itu, dia sudah memanfaatkan pangeran kedua ".


Seseorang berteriak dengan kencang sambil menunjuk ke arah Amira yang masih tinggal dalam pelukan Wei Zhan.


Para pengawal itu langsung menangkapnya dan menyeretnya keluar.


Wei Zhan seketika juga terbangun dari kasur nya dengan sedikit sempoyongan karena belum pulih benar.


" Berani nya kau Memfitnah nya, apa kau tidak tahu siapa dia ."


semua pelayan dan pengawal itu langsung tercengang mendapati Pangeran itu telah sadar, lalu dengan sigap menundukkan badan mereka dan memberi Hormat pada nya.


" Tidak perlu, aku sudah sembuh yang harus kalian fikirkan adalah pertanggung jawaban kalian karena sudah Memfitnah Puteri Li Xian Ai ".


Para pengawal itu langsung terkejut dan menatap Wajah Pelayan yang ditangkapnya,


sekali lagi mereka langsung bertekuk lutut memohon ampun.


Tapi tidak dengan kepala pelayan Wanita itu, dengan sombongnya ia masih berani untuk berbicara.


" Meskipun dia seorang puteri dan Selir dari Pangeran Pertama, hukuman tetap berlaku bagi siapa saja yang berbuat Hina, pengawal atas ijin perintah dari permaisuri tangkap Puteri Li Xian Ai."


Para pengawal saling bertatap muka seperti ketakutan, tapi mereka tetap membawa Puteri Li Xian Ai dan memapahnya keluar dari tempat itu, Wei Zhan dengan sigap berusaha menarik Amira, tapi kepala pelayan itu menahan badan Wei Zhan.

__ADS_1


Tatapan Pria itu langsung tajam menatapnya,


" Berani-beraninya kau kepala pelayan ."


Wanita itu langsung mengeluarkan belati kecil untuk melukai sedikit jari Wei Zhan lalu mengusap nya dengan kain putih yang ia ambil dari saku gaun nya, gerakan itu tak terbaca oleh Pria itu.


Meskipun mereka menggunakan ilmu Taoisme hitam lagi untuk menahannya, tapi dalam tekad Pria itu ia hanya memikirkan bagaimana cara agar tak menyulitkan Wanita yang amat dicintai nya.


Li Xian Ai aku pasti akan membantumu, tunggu aku, aku pasti akan datang menyelamatkan mu.


Dalam tegak berdirinya, ia akhirnya tergoyahkan badan nya mulai terasa rapuh, kepala nya terasa Migrain hebat, ia melihat Pelayan itu dengan tatapan Nanar.


Sesaat kemudian badan nya jatuh ke Lantai.


Sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri, ia melihat bayangan pudar Pelayan itu mendapatkan dirinya dalam genggamannya.


" Dasar Licik, tunggu pembalasan ku !!!


Mata nya benar-benar tertutup lagi dengan kondisi yang di ambang kehidupan.


Antara Hidup dan mati,


Hidup yang berarti seperti orang mati, dan Mati yang seperti orang Hidup.


Pilihan itu membuatnya sangat kesal.


__ADS_1


__ADS_2