
"Ayo lebih keras lagi!" bentak Grey kepada Ziki. "Kamu bisa lebih kuat dari ini." katanya lagi.
" Tapi kak, aku sudah lelah, tenaga ku sudah terkuras habis." ujar Ziki lemah.
Spalaashhh!
Sebuah pukulan energi telak menghantam dada Ziki. Delapan puluh Gravitation Power! Tubuh Ziki terpelanting kebelakang. Hidung dan telinganya mengeluarkan darah. Terkena pukulan sebesar itu manusia biasa pun akan hancur seketika.
Tampak tubuh Ziki terlentang tak bergerak lagi.
Pingsan!
Ziki membuka matanya. Dan dia sudah ditempat tidurnya dan disebelahnya berdiri Grey, saudara satu satunya yang mengasuh dia dari kecil.
" Jangan manja Ikky, kamu harus cepat kuat. Ingatlah pesan ayah, kita jangan membuang waktu lagi. Atau kita akan terus diburu." kata Grey kepada adiknya.
" Iya kak." jawab Ziki lirih.
Masih ingat jelas dalam ingatannya bagaimana ayahnya terbunuh oleh kelompok Downland Syndicate dengan sadis. Kelompok mereka selalu membunuh para Re-Gen yang tidak mau bergabung dengan organisasi mereka.
Ayah mereka bukanlah Re-Gen yang lemah, kekuatannya begitu hebat sehingga untuk membunuhnya diperlukan lebih dari dua puluh assassin Re-Gen kelas elit. Ribuan bahkan jutaan energi Gravitation Power belum cukup untuk menjatuhkannya.
" Kak, aku haus." kata Ziki kepada Grey yang langsung membuyarkan lamunan Grey dan bayangan kejadian 4 tahun silam.
" Aku ambilkan setelah itu istirahatlah." kata Grey.
Malam itu Grey seperti biasa tidur di teras rumahnya. Pekatnya malam dihutan pinus Northland membuat dia merasa aman dari kejaran para assassin Downland Syndicate. Pandangannya menerawang jauh seolah menyalahkan dirinya yang tak kunjung lebih kuat dari sebelumnya.
" Aku belum kuat ayah, tapi aku akan menjaga Ziki sampai nyawaku terlepas dari raga. Sesuai dengan pesanmu." ucap Grey lirih. Dia pun memejamkan mata dan tertidur.
Dhuar!
Brak!
Tubuh Grey terpental ketika pukulannya mengenai sosok tegap didepannya.
" Ayo Grey, lebih keras lagi. Kau punya kekuatan lebih dari ini." ucapnya.
Grey perlahan bangun, lututnya sudah gemetaran. Dia menarik nafas panjang lalu menerjang kearah sosok tegap tersebut.
__ADS_1
" TELEPORT!" tiba tiba tubuh Grey menghilang dan muncul lagi selangkah didepan sosok lelaki tegap itu.
" Thunder Claws! " tangan Grey seketika mengeluarkan energi listrik berkilatan lalu dihantamkan sekerasnya kearah lelaki tegap dihadapannya.
BLAAMMM!
Ledakan terjadi ketika pukulan Grey mengenai lelaki tersebut. Namun lelaki itu tak bergeming sedikitpun. Bahkan kekuatan pukulan energi Grey yang dahsyat itu tak membuat lelaki tegap dihadapannya berkeringat setetespun.
" Shield." lelaki itu tersenyum sembari mengepalkan tangan. Muncul gelombang energi di tinjunya. Lalu menghantamkan nya keperut Grey.
Splassshhhh!
Pukulan telak yang membuat tubuh Grey terlempar lagi.
" Levitation! " tubuh lelaki itu mendadak terbang ke udara. Lalu diangkatnya keatas telapak tangannya. Diatas telapak tangannya kemudian muncul. gumpalan energi berupa bola api yang cukup besar.
" Teleport! Hands of Fire!
Sekejap tubuh lelaki itu menghilang dan seketika itu berada satu meter dihadapan Grey. Gumpalan energi berupa bola api itu dipukul kan ke tubuh Grey yang masih lemas.
" Teleport!" Grey berteriak keras dan tubuhnya menghilang dari pukulan energi bola api itu.
" Kau sudah bertambah kuat anakku." kata lelaki itu.
Grey terbangun.
" Ternyata mimpi." Gumamnya. " Ayah berilah aku perlindunganmu untuk menjaga Ziki agar menjadi seseorang yang selalu kau harapkan."
Grey lalu berjalan menuju hutan pinus. Memandang ke langit. Malam yang cerah dan dipenuhi bintang. Ingin kedamaian selalu ada seperti ini. Sudah cukup lelah berlari dan sembunyi dari kejaran Downland Syndicate.
" Segera lah kuat Ziki." ujarnya pelan.
Matahari mulai tinggi. Kedua remaja tampak berjalan menuju pertokoan dan membeli bahan bahan makanan. Ya, itu adalah Grey dan Ziki. Grey selalu mengajak adeknya itu kemanapun dia pergi.
" Kayaknya udah cukup nih, bekal. makanan buat seminggu." kata Grey.
" Udah cukup atau udah ga punya duit kak." seloroh Ziki.
Grey pun tertawa sambil. menoyor kepala adiknya itu.
__ADS_1
' Tuh tahu kalau lagi gak ada duit. " jawab Grey.
Keduanya pun tertawa.
Mereka pun lalu berjalan pulang. Sejuta cerita dan kisah tentang ayahnya selalu diceritakan Grey kepada Ziki. Bagaimana kuat dan heroiknya sang ayah ketika menghadapi para assassin Downland Syndicate. Grey menceritakan hal itu dengan bangga agar Ziki segera berlatih kekuatannya dan menjadi powerfull agar bisa menjaga diri ketika anggota dari Downland Syndicate datang.
Sesampainya di hutan pinus mendadak Grey menghentikan langkahnya.
" Ada apa kak?" tanya Ziki.
" Kau diam dan sembunyi lah disini dulu. Aku merasakan energi yang besar disekitar rumah kita. Biar aku lihat dulu." kata Grey.
" Heem, hati hati kak."
Tubuh Grey sekejap menghilang. Itulah kemampuan Teleport. Salah satu kemampuan Re-Gen yang bisa berpindah tempat dalam sekejap di radius 100 meter. Kemampuan Teleport ini hanya dimiliki oleh para Re-Gen yang mempunyai Gravitation Power di atas 1000 scale.
Grey bersembunyi dibalik pohon pinus sambil mengamati keadaan sekitar rumahnya. Tampak sepi. tak ada tanda tanda ada manusia selain dirinya disitu. Namun mata dan telinga Grey tetap waspada.
" Downland Syndicate begitu licik. Aku harus berhati hati. Tapi aku merasakan jalur energi di sekitar sini. Radar energi ku tak pernah salah." ujar Grey pada dirinya sendiri.
Dan benar saja, terlihat beberapa orang berpakaian serba putih keluar dari dalam rumahnya. Mereka juga memakai kacamata yang hanya terpasang disebelah kanan.
Grey merasakan energi mereka masih dibawah dirinya. Radar energi nya mengatakan bahwa orang orang itu hanya memiliki sekitar 500 GP saja. Jauh dengannya yang memiliki lebih dari 2000 GP. Merasa aman jika terjadi apa apa karena GP orang orang itu dibawahnya., Grey pun keluar dari persembunyian nya.
" Masuk rumah orang tanpa permisi dan merusak pintu, pasti kalian bukanlah orang baik baik. " kata Grey. Mereka pun terkejut melihat kedatangan Grey tanpa bisa disadari dan dirasakan energinya.
" Siapa kamu? " tanya salah seorang dari mereka.
" Kalian yang masuk rumahku, malah kalian yang tanya siapa aku. Benar benar tak tahu diri.' ucap. Grey sinis.
" Jaga ucapan mu, beraninya kau bicara. seperti itu kepada kami. Tahukah kau siapa kami ini? Gertak salah satu dari mereka yang mungkin adalah pimpinan.
" Terus kenapa? " ucapan Grey makin sinis dan bikin merah telinga.
" Sudahlah kalau kalian tidak mau terluka mending kalian pergi dari sini deh." kata Grey memanasi kuping mereka.
" Hahahaha, sombong betul ucapan mu. Memang nya bisa kau menggores kulit kami? Kami adalah..... " belum sempat. menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba pipi nya berdarah tergores sesuatu. Darah mengucur dari luka yang menganga di pipi pimpinan tersebut.
" Tuh sama daun aja dah berdarah." seloroh Grey. " Dan orang orang yang sudah masuk rumahku tanpa permisi Kan mendapatkan ganjarannya." kata Grey.
__ADS_1
Teleport!"