
Dan mulai kehabisan tenaga, dia melirik teman teman nya yang memang sudah terluka selama pertempuran ini. Saat ini pikirannya hanyalah mengulur waktu agar mereka bisa memulihkan diri.
" Berapa lama aku bisa bertahan? Segeralah pulih kawan kawan. " gumam Dan.
Serangan Azkario pun kini tidak lagi main main seperti awal pertempuran tadi. GP nya meningkat tajam sehingga menekan energi mereka semua. Dada mereka terasa nyeri akibat tekanan energi yang sangat besar dari Azkario.
Azkario bergerak lincah dan cepat walaupun dengan tubuh yang besar seperti itu.
" Aku makin kelelahan, tubuhku rasanya ingin meledak... " desis Dan.
Namun dia masih berusaha menahan rasa lelah dan lemah itu. Menghindari serangan Azkario saja sudah kepayahan.
BLAARRR!
BLAAARRRR!
Tiba tiba Azkario menghentakkan tubuhnya ke tanah beberapa kali mengakibatkan tanah yang di pijak berlubang. Dia kemudian berjongkok dan sedetik berikutnya sudah melesat di depan Dan.
BLAAARRRR!
Pukulan Azkario menghantam pertahanan Dan yang membuat SHIELD nya pecah. Tubuh nya melayang ke belakang. Hidung, mata dan telinganya mengeluarkan darah segar akibat hantaman itu.
Tubuh Dan menghantam tembok dan terkulai. Dia hampir pingsan karena energinya sudah benar benar habis.
" Hahahahah, sudah ku katakan, kalian bukan lawan ku. Lebih baik jangan buang waktu, pasrah saja untuk ku jadikan santapan ku." kata Azkario pongah.
Sriiiing!
Sebuah kilatan pedang menyerang Azkario dari belakang.
Crashhhh!
Dia sempat menghindar namun tak urung tangan kanannya terpotong oleh tebasan pedang itu. Azkario terkejut.
" Tipuan macam apa lagi itu." kata Azkario geram.
Dan tampak berusaha bangun dengan sisa kekuatannya. Dengan sedikit gontai dia menaikkan energi nya. Deru angin kembali terdengar. Teriakan keras Dan seolah membuat partikel energi yang ada disekitar nya tersedot dalam diri nya.
" Kekuatan terakhir ku kawan kawan. Semoga kita meraih kemenangan." kata Dan dalam hati.
Craaankkk!
Tehnik Telekinetik nya merubah energi menjadi ribuan pedang di depannya. Suara berisik dentingan pedang nyaring membuat sakit telinga.
Thousands Swords Anarchy!
" Haaaaaa.....! "
__ADS_1
Dan berteriak lantang lalu mengarahkan ribuan pedang itu menuju Azkario. Desingan makin keras terdengar. Lantai aula itu ikut tergulung oleh besarnya kekuatan energi yang dihasilkan oleh ribuan pedang itu.
Azkario tahu dia tak bisa menghindari serangan hebat itu. Nampak dia bersiap menghadapi serangan energi yang dahsyat.
BLACK ABSORBSION
JEDAAARRRRR
Dentuman keras terjadi ketika ribuan pedang itu menghantam Azkario. Namun yang terjadi, kini ada angin kencang yang menyedot tubuh Dan yang sudah lemas ke arah Azkario.
Energi energi pedang itu luluh lantak juga terserap oleh Black Absorbsion Azkario. Dan yang bertahan dari sedotan kekuatan Black Absorbsion sudah merasa lemas dan tak kuat lagi. Dia ingin pasrah apapun yang terjadi karena sudah tak ada sedikitpun tersisa energi nya untuk bertempur lagi.
Dan pun ambruk. Azkario tampaknya terlalu tangguh untuk mereka. Walaupun dia bukanlah Re-Gen murni, namun kekuatan Re-Gen yang diserapnya membuatnya bisa memiliki kemampuan Re-Gen yang sama persis. Setiap dia menyerap energi dari Re-Gen, maka kemampuan Re-Gen itupun bisa dia gunakan.
" Hahahaha, hanya segini kemampuan kalian? Beruntung sekali aku hari ini, ada Re-Gen yang powernya lumayan untuk disantap." tawa pongah Azkario.
Lei dan Kante merasakan tubuhnya masih belum betul betul memulihkan energinya. Dan mereka melihat Apollo yang juga masih berusaha mengumpulkan energi nya lagi.
" Lei, sekarang tinggal kita yang harus menahan Azkario, menunggu Apollo memulihkan energinya." kata Kante kepada Lei,
" Kekuatan ku masih minim, mungkin sekali pukulan dari iblis itupun aku tak sanggup menahannya." kata Lei.
" Hufffhhh, apa sampai disini saja perjalanan kita ini? " keluh Kante.
Azkario yang sekarang berwujud monster dengan dua tanduk dan tubuh penuh duri mulai mendekati Apollo.
" Apollo.... " desis Lei.
Azkario tepat di depan Apollo yang masih tak bergeming dan konsentrasi memulihkan tenaga. Dia menatap tajam Apollo seolah penuh dengan kebencian. Tangan kanannya yang putus oleh serangan Dan tadi tiba tiba tumbuh lagi dengan bentuk tangan yang sempurna.
" Ku makan kau anak Sang Legenda.. " kata Azkario sambil menempelkan telapak tangannya ke kepala Apollo.
Belum lama dia ingin menyerap kekuatan Apollo, Lei terbang melesat menyerang Azkario.
BLAAARRR
Pukulan Lei dengan mudah ditahan oleh Azkario. Lei mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan terakhirnya untuk menolong Apollo. Satu satunya harapan agar para RE-Gen bisa bertahan dari kepunahan.
Speed, levitasi, telekinetik, teleportasi semua yang dia punya dikerahkan untuk menumbangkan Azkario.
STATIC ICE
Satu pukulan dengan energi GP yang tinggi dihantamkan ke Azkario. Namun dengan tangan kirinya Azkario menahan serangan Lei tadi.
" Sangat lemah." kata Azkario sambil. tersenyum mengejek.
Belum sempat mengambil nafas berikutnya, tangan Azkario dengan cepat membeku, terselimuti kristal es yang tebal dan terus menjalar sampai ke seluruh tubuhnya. Tubuh monster Azkario membeku.
__ADS_1
Lei pun ambruk setelah melakukan serangan terakhirnya itu.
" Lumayan untuk tikus betina rendahan sepertimu." kata Azkario.
Lei terkejut. Serangan Static Ice terkuatnya tak memberikan efek apapun ke Azkario.
PRAAANKKK
Kristal es yang menyelimuti tubuh Azkario pecah berkeping keping dengan sekali hentakan. Lei terkejut, melihat apa yang dilihatnya. Jurus andalannya dengan power GP yang tinggi pun tak sanggup menumbangkan Azkario.
" Tetaplah dekat disini, biar kau lihat dan dengar bagaimana rasa sakit ketika energi Apollo ku sedot nanti, betina."
JLLLAAABBB
Tubuh Lei tak bisa bergerak. Dia terkunci oleh energi telekinetik yang besar yang membuat nyantai bisa menggerakkan jari sekalipun. Lalu perlahan Azkario menempelkan lagi telapak tangan nya ke kepala Apollo.
Sssrrrreeettt!
Energi Apollo kembali terserap. Namun Apollo tak sedikitpun berteriak kesakitan ketika Black Absorbsion menyerap energi Apollo.
Azkario mengernyitkan dahinya. Ada sesuatu yang aneh. Namun dia tak tahu apa itu. Dia pun semakin memperbesar tenaga Black Absorbsion nya. Selubung energi keunguan terlihat keluar dari tubuh Apollo.
Lei merasa ngeri melihat pemandangan di depannya. Terlihat jelas bagaimana energi itu terserap.
" Apollo, lawan lah... " teriaknya kepada Apollo yang masih terpejam matanya.
BLLAAAARRRRR
Ledakan besar terjadi. Tubuh Azkario terlempar jauh kebelakang. Apollo membuka matanya. Pandangannya kosong. Energi nya meluap luap keluar dari tubuhnya.
" Apollo...? " desis Lei terkejut melihat perubahan dari temannya itu.
Belum selesai terkejutnya, Apollo menendang Lei hingga terpelanting kebelakang.
" Ughhhhh, apa yang terjadi?" kata Lei lemah.
" Apollo... kau...! " teriak Kante.
Apollo tak bergeming. Dia melangkah menuju Azkario yang sudah berdiri tegak lagi. Tampaknya Azkario pun tak tahu mengapa Apollo menjadi kuat dengan energi yang luar biasa hebat seperti itu.
" Hohoho mainan ini makin seru.. bagus.. " belum sempat Azkario meneruskan kata katanya. Sebuah pukulan keras menghantam wajahnya.
Dia pun terlempar lagi.
" Serangannya tak terlihat.... dan kuat." desis Azkario.
" Bangsat, kau berani berani nya... " lagi lagi belum sempat meneruskan kalimat nya. Satu pukulan lagi mendarat di perut nya.
__ADS_1