
" Hufh ada apa nih sama Ziki, akhir akhir ini dia selalu dipanggil sama Conan setiap habis kelas. Bikin penasaran aja. Tapi mungkin ada hal yang ingin dilatih secara pribadi, apa gitu ya? " Grey berjalan sendiri menuju asrama tempat dia tinggal selama di Akademi Re-Gen.
" Grey!!! " ada seseorang yang memanggil Grey dari belakang.
Grey menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah sumber suara tadi.
" Crome, ada apa? Mau dihajar lagi." kata Grey sinis.
" Ikut aku." kata Crome sambil memperlihatkan sebuah pita rambut berwarna merah.
Deg!!
" Itu kan pita Lila? Apa yang terjadi? Sial, kalau sampai terjadi apa apa sama Lila ga akan ku ampuni kalian." kata Grey geram dalam hati.
Grey hanya mengikuti langkah Crome menuju tempat dulu mereka bertarung. Dia tampak mempercepat langkahnya seolah tak. sabar apa yang terjadi dengan Lila.
Sesampainya di bendungan terlihat lima orang siswa Akademi Re-Gen yang berkumpul, tampak. juga Zeda yang kemarin baru saja dihajar oleh Grey. Dan salah satu dari mereka adalah perempuan.
" Well, well, well, Grey. Baru sebulan di Akademi namamu udah jadi rumor di kelas Junior. Katanya kau kuat di fisik ya, sampai sampai kau bisa menghajar, Crome dan Zeda dalam sekali pertempuran." kata siswa perempuan itu.
" Plus Atlas." kata Grey mencoba tenang. Matanya melihat sekeliling mencari Lila. Namun tidak ada tanda tanda Lila ada. disekitar lokasi.
" Hihihihi Atlas tidak masuk hitungan, dia badan doang gede. Otak dan kemampuan nya nol." kata perempuan itu lagi.
" Namamu siapa, jadi biar aku catat sekalian nanti siapa siapa yang sudah pernah aku hajar di sekolah ini." kata Grey memprovokasi.
" Hihihihi lancang betul perkataan mu. Sekali kau dengar nama ku nasib mu akan sama seperti yang lain. Terbaring di rumah sakit sekolah." katanya lagi.
Tiba tiba tubuhnya menghilang, dan sedetik kemudian dia berada di belakang Grey dan mencengkram leher Grey dengan kuat.
" Selesai. Ingat, namaku Dora. Siswi terkuat di kelas Junior level 22. Jangan kaget dengan ability teleport ku dan akan ku kasih pukulan yang sangat halus untuk menyambut pingsan mu." katanya lagi.
Splassshhhhh!
Telapak tangan Dora mengeluarkan cahaya dan menghantam leher Grey dengan telak. Grey terlempar ke depan. Tubuhnya terdiam beberapa saat dan tak bergerak.
" Sial, hanya makhluk lemah gini kalian ga mampu menjatuhkannya. Mengotori tanganku aja." kata Dora kepada rekan rekannya.
" Kau emang murid berbakat Dora." kata Zeda
Dora menyibakkan rambutnya. Rasa bangga dan sombong selalu jadi bagian hidupnya. Dora dianggap sebagai talenta dan aset berharga bagi Akademi Re-Gen. Karena dengan cepat dia mencapai level 22 hanya dalam waktu setahun,yang mana siswa dengan kemampuan biasa akan menghabiskan paling tidak 3 tahun untuk mencapai level itu.
" Dimana Lila."
__ADS_1
Dora dan kawan kawan yang dari tadi sibuk memuji diri mereka sendiri terkejut. Grey bangkit lagi.
" Sekali lagi dan jawab sebelum kalian menyesal. Dimana Lila." kata Grey dengan nada berat dan mengancam.
" Hihihihihihi tidak sesuai prediksi ku. Ternyata kau mampu bangun lagi setelah menerima pukulan telak ku. Lumayan lah." kata Dora, walaupun sebenarnya dia terkejut karena baru pertama kali nya ada siswa baru bisa bangun lagi setelah terkena pukulan energi telak di jalur tukang belakang.
" Kalahin aku dulu baru ku kasih tahu dimana pacar mu itu." kata Dora
" Maju aja sekalian biar cepat selesai." kata Grey
" Sombong!" kata Dora geram.
Dia lalu merangsek maju ke depan dengan kecepatan tinggi. Speed! Sekejap Dora sudah masuk ke area pertahanan Grey dan kemudian melakukan tendangan ke arah perut Grey. Grey pun terhuyung ke belakang beberapa langkah. Dengan santai dia mengusap bajunya yang kotor oleh debu dari sepatu Dora.
" Sebelum kalian menyesal ku tanya sekali lagi, dimana Lila kalian sembunyikan." kata Grey mulai dingin.
Aura ganas mulai terpancar dari tubuh Grey. Matanya berubah tajam, bicaranya tidak lagi seenaknya. Kini dia menebar ancaman kepada Dora dan kawan kawan.
Dora merasakan perubahan dari diri Grey, dilirik gelang indikator powernya. Meningkat menjadi 45 GP scale. Dia yang tadi merasa sedikit tergetar karena dua kali serangannya tidak mempan pada Grey sedikit tenang.
Dasar pemula, batinnya.
" Murid baru tak tahu diri, kau rasa dengan menahan dua kali serangan ku kau merasa hebat ya." kata Dora.
Matanya menatap Dora tajam. Telunjuknya menuding Dora dan memberikan isyarat kepada Dora untuk segera melawannya.
" Jangan menyesal murid sombong! Haaaa!!"
Dora menyerang Grey dengan tehnik teleportasi andalannya. Tubuhnya menghilang ke sana kemari, untuk mengelabui pandangan Grey.
Teleport!
Tiba tiba Dora mengkombinasikan skill teleportasi dengan levitasi, dan dia berada di atas Grey dan seketika kedua telapak Dora mengeluarkan sinar putih terang dan dihantamkan tepat di kepala Grey.
Blaaammm!!!!
Suara ledakan terdengar keras. Debu mengepul tinggi.
" Hebat! Cepat sekali Dora mengeluarkan kombinasi 2 skill disertai pukulan power yang hebat. Benar benar berbakat." kata Crome kepada Zeda dan kawan kawannya.
Namun alangkah terkejutnya, ketika kepulan debu itu menghilang mereka melihat Dora tertelungkup di tanah dan mencoba untuk kembali bangkit. Tubuhnya bergetar hebat. Darah menetes di sudut bibirnya. Grey dengan tegak tetap berdiri didepan Dora.
" Tiii... tiiidakk mungkin." kata Dora lirih.
__ADS_1
" Aaapppaa yang sedang terjadi sebenarnya." teriak Zeda setengah tak percaya melihat pemandangan di depannya.
" Bagaimana mungkin? Sekali pukul bisa menjatuhkan Dora? Sialan, makhluk apa kau Grey!" kata Crome setengah tak percaya.
Lalu mereka bermaksud menyerang Grey bersamaan, namun Dora memberikan isyarat untuk mundur.
" Aku belum kalah, aku terlalu meremehkan mu Grey." kata Dora sambil berusaha bangkit berdiri.
" Realese power! Kau ternyata sudah menguasai itu. Sungguh menakjubkan. Sungguh menakjubkan." kata Dora.
" Apa itu release Power Dora? tanya Zeda.
" Tehnik yang hanya bisa dikuasai ketika kalian mencapai 10.000 GP scale, dia bisa memukul dengan telak namun tak terdeteksi kekuatannya karena dia menyalurkan nya kembali ke tanah." kata Dora.
" Apa? 10.000 GP? Tak mungkin ada yang bisa mencapai itu selain Re-Gen Guardian." serah Crome tak percaya.
" Sungguh menarik Grey, membuat darah ku mendidih, kita lanjutkan pertarungan ini." kata Dora.
Speed!
Teleport!
Winter Splash!
Dora menyerang Grey membabi buta dengan kombinasi skill dan pukulan power andalannya.
DUGGG!
Sebuah pukulan telak menghantam dada Dora, tubuhnya melayang ke belakang. Lalu terguling sampai beberapa meter dari Grey.
Dora bangkit lagi.
Hoookkkksss! Dari mulutnya keluar darah segar. Pukulan telak Grey membuat Dora muntah darah. Crome dan Zeda hendak menolongnya. Namun Dora melarang.
" Pertarungan belum selesai." kata Dora.
" Dimana Lila. " kata Grey makin dingin.
" Kalahkan aku dan kau akan tahu dimana dia." kata Dora.
" Matilah kau!!! " teriak Grey lalu seketika dengan cepat menerjang kearah Dora yang sudah kepayahan.
" Wow, cepat sekali, apakah aku akan mati disini?Inikah nasib siswa paling berbakat di Akademi? Mati? " gumam Dora yang takjub dengan kecepatan serangan Grey.
__ADS_1