
Hari hari Grey dan Ziki di Re-Gen Academy berlalu seperti kehidupan normal layaknya anak remaja. Grey dan Ziki mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sekolah, belajar, berlatih dan bermain. Grey benar benar merasakan kehidupan yang damai. Melihat Ziki, adiknya, yang mempunyai banyak teman membuat Grey makin merasakan kenyamanan dilingkungan barunya.
" Sial, Ikky ternyata lebih cepat populer. Ya sih, kalah cakep aku." gumam Grey melihat adiknya bercengkerama dengan beberapa teman perempuan di kelas.
Grey lalu berkaca di jendela kelasnya.
Hmmm, aku juga ga kalah keren. Katanya dalam hati, menghibur diri.
" Oke deh emang aku kalah cakep ma Ikky, tapi aku sekarang punya Lila, dia masih jomblo. Hahahahah. " cerocos Grey dalam hati mencoba menghibur dirinya yang galau karena kalah tenar.
" Grey. " tiba tiba ada suara perempuan memanggilnya.
Grey membalikkan badannya, dan Lila datang dengan membawa senyuman yang selalu dinantikan Grey.
" Lila, ada yang bisa aku bantu? " kata Grey dengan nada bicara dibuat sewibawa mungkin.
" Grey, nanti pelajaran lapangan. Kitab nanti latihan kemampuan skill dan olahraga energi. Nanti bantu aku ya." ujar Lila dengan senyumnya yang tak pernah lepas dari bibir indahnya.
" Eh, aku bantu kamu? Aku murid baru disini, aku juga tidak tahu mesti gimana. Pelajaran aja aku ga begitu paham." kata Grey mencoba berdalih.
" Udah, pokoknya bantu aku. Yuk kita kelapangan langsung." kata Lila sambil menarik tangannya.
" Eh, eh.... " Grey gugup hingga gak bisa berkata apa. Selalu begitu kalau dia grogi.
" Ikky aku ke lapangan duluan ya, Lila ngajak buru buru nih." kata Grey setengah teriak kepada Ziki.
Ziki tersenyum, " Iya kak, nanti kita nyusul kok. "
Tanpa disadari keakraban Lila dengan Grey membuat sepasang mata memerah menahan amarah. Duduk di sudut kelas, lelaki itu lalu mengikuti Grey dan Lila keluar kelas.
Ziki tahu ada gelagat aneh.
" Atlas, kamu mau keluar juga? Barengan yuk." kata Ziki.
Lelaki yang hendak keluar kelas itu bernama Atlas. Dia siswa level 6 dikelas Ziki. Ability dan powernya sudah keluar. Bisa dikatakan untuk kelas dasar dia orang yang paling kuat.
__ADS_1
Atlas mengacuhkan perkataan Ziki. Dia tetap keluar tanpa menjawab.
Ziki tersenyum, dia tahu Atlas cemburu kepada kakaknya yang dekat dengan Lila. Ziki pun tak mau repot menahan Atlas, toh dia juga tahu kalau diajak berantem pun Atlas bukan tandingan kakaknya.
Studi pembangkitan ability dan power segera dimulai. Conan nampak memimpin anak didiknya dan memberikan petunjuk tentang membangkitkan kemampuan dan tenaga para Re-Gen.
" Perhatikan, banyak Re-Gen yang belum menyadari potensi kekuatan mereka. Kenapa? Karena simpul Gen yang termutasi belum dioptimalkan dengan baik. Selama simpul itu belum terbuka maka kecepatan pergerakan gen mutasi kalian punya akan berjalan lambat sehingga kekuatan dan ability kalian tak akan optimal. Disini kalian akan belajar untuk membangkitkan itu. Jadi Fokuslah! kata Conan memberikan wejangan.
Semua murid itu mengambil posisi berdiri dengan tangan direntangkan dan mata terpejam.
" Fokuslah. Sampai ability kalian keluar dengan sendirinya." kata Conan lagi.
Lalu Conan berjalan menuju Ziki dan Grey.
" Bagus, sesuai petunjuk ku. Kalian disini tetaplah menahan diri untuk menjadi siswa level 1 yang gak bisa apa apa. Rahasianya kekuatan kalian." kata Conan.
Ziki dan Grey tidak menjawab. Mereka sudah sepakat untuk itu.
**
" Sabar lah kak, tunggu penjelasan Conan dulu. Jangan potong pembicaraan nya." kata Ziki.
Huh.
Grey mendengus lalu duduk lagi di kursi. Nafasnya masih tersengal menahan emosi.
Conan tampak rileks dibalik meja kerjanya sambil membuka bungkus permen karet lalu dikunyah nya.
" Well, ternyata otak adikmu lebih encer dari otakmu Grey, hohohoho." seloroh Conan. " So, kalian dengerin penjelasan ku. Kalian harus tetap menyembunyikan kekuatan dan kemampuan kalian yang asli. Kalau bisa berlagak lah jadi murid yang paling bloon malah bagus. Kalian harus dari jejak para. assassin DS. Jangan mencolok perhatian. Karena kita ga tahu apakah di Academy ini ada penyusup dari DS apa tidak. Kalau kalian ketahuan disini, mereka pasti juga akan memburu kalian.
" Trus, kita harus pura pura belum punya power dan ability gitu? Bener bener seolah belajar dari awal ya." kata Ziki.
Conan hanya menganggukkan kepala sambil terus mengunyah permen karet.
" Ribet bener, kamu bisa ngajari kita gimana jadi kuat dan tangguh langsung kan juga bisa." sergah Grey.
__ADS_1
" Sapi kalau punya otak gak dipake mikir ya kayak kamu itu." kata Conan sambil tertawa.
" Kau......!" Grey tampak tidak sabar lagi sampai harus ditahan badannya oleh Ziki.
" Tenanglah kak, tenang sedikit." kata Ziki sambil senyum senyum, dia tahun perangai kakaknya yang emosian. Dan dia tahu kenapa Grey seperti, beban melindungi keselamatannya lah yang membuat Grey tidak sabar untuk segera kuat dan kuat.
" Bicara sama sapi emang ga ada manfaatnya. Udah pokoknya kalian ikuti petunjuk ku. Jangan tunjukkan kekuatan kalian yang sebenarnya. Dan kau Ziki, ingat apa yang aku ucapkan ke kamu tempo hari. Jangan sampai ada yang tahu soal itu." kata Conan.
" Baiklah kau bisa mengandalkan ku Conan." kata Ziki
***
Dalam latihan membangkitkan kekuatan dan kemampuan itu memang sudah banyak yang muncul ability nya. Tampak Atlas yang tadi kelihatan bad mood dengan Grey menguasai levitasi. Tubuhnya melayang dan sesekali melesat terbang kesana kemari.
Ada pula beberapa murid yang menguasai tehnik speed dan Shield.
" Ingat! Ada 2 cara membangkitkan potensi kalian yaitu dengan membangkitkan ability untuk mengeluarkan energi atau memperkuat energi untuk membangkitkan ability. Semua saling terkait." teriak Conan kepada murid muridnya yang sedang fokus membangkitkan ability mereka.
Hampir 2 jam berlatih, banyak murid yang rupanya sudah mampu mengeluarkan ability mereka. Grey dan Ziki tampak diam saja dan pura pura konsentrasi agar ability nya keluar.
" Membosankan" kata Grey dalam hati. Lalu tiba tiba dia teringat perkataan Lila yang selama ini belum keluar Ability nya. Dia kemudian membuka mata sedikit untuk melihat keadaan Lila. Tampak wajah Lila tegang dan keringat menetes di keningnya.
Manis, betul betul manis. Grey hampir saja bersuara melihat Lila yang sedang konsentrasi itu.
Sepertinya Grey merasakan yang namanya cinta pertama. Melihat Lila berusaha sekeras itu Grey sebenarnya ingin membantunya. Namun apa daya, dia harus bersembunyi seperti apa yang disampaikan Conan kepadanya dan Ziki
" Sialan, gara gara om om kurang ajar itu cewek semanis itu harus menderita." gerutu Grey dalam hati.
BLETAK!
Kepala Grey kena timpuk buku gede lagi.
" Fokus Grey jangan ngintip cewek terus." kata Conan memecah kesunyian.
Grey jadi merasa malu dipergoki Conan. Dia masih sempat melirik ke Lila. Tampak Lila pun tersenyum tipis mendengar perkataan Conan. Mungkin dia sadar kalau yang dilirik Grey adalah dirinya.
__ADS_1