
Tubuh Grey dan Dora sama sama terpental ke belakang.
" Dua murid sok kuat." terdengar suara wanita menggema.
" Siapa ini? Energinya luar biasa. Menekan sampai ke ulu hati." gumam Grey sambil memegangi dadanya.
Tampak dari atas seorang wanita berkaca mata dan berambut panjang berjalan turun. Seolah udara ada tangga untuknya.
" Tehnik levitasi yang luar biasa, dia bisa mengontrol nafas dan Energinya sesempurna itu." kata Grey lagi dalam hati.
" Miss Levita, mohon maaf kami hanya... " kata Dora sambil menundukkan kepalanya berusaha menjelaskan.
" Sudah, jangan banyak alasan. Aku tahu semua." kata wanita yang dipanggil Miss Levita ini.
" Maafkan saya miss," kata Dora lagi.
Miss Levita segera berjalan menuju Grey, dengan kasar dia mencengkeram wajah Grey. Menggerakkan wajah Grey ke kanan dan ke kiri seolah memeriksa wajahnya.
"Hmmm inikah siswa andalan Conan? Kelihatan nya berbakat namun tidak istimewa." kata Miss Levita.
" Dan kau Dora, aku selaku mentor dikelas Junior merasa malu, dan tersinggung karena kau yang katanya murid paling berbakat tidak bisa mengalahkan murid baru dari kelas Pemula." kata Miss Levita.
Dora seperti tersengat. Dia terkejut mendengar perkataan Miss Levita. Apa Miss Levita mengijinkannya untuk bertarung lagi?
" Saya belum kalah miss, izinkan saya untuk bertarung lagi." kata Dora.
" Huuhhh, boleh sih, tapi ga disini. Melainkan di Forbidden Box. Kayaknya lebih seru. " kata Miss Levita.
Dora tersentak.
" Forbidden BOX?" desis Dora.
" Kenapa? Takut? " tanya Miss Levita.
" Tidak, sama sekali." tukas Dora.
Forbidden Box adalah ruangan latihan yang tertanam dalam tanah. Dengan kondisi minim oksigen memaksa para Re-Gen yang berada didalamnya harus menghemat energi atau mati lemas. Disitu para Re-Gen dituntut untuk melakukan serangan seefektif mungkin guna menjatuhkan lawannya. Ditambah Gravitasi yang diperberat didalamnya, bagi manusia biasa untuk berjalan saja sudah sudah.
__ADS_1
" Pertarungan ini belum selesai, sebelum kalian katakan dimana Lila." Grey bangkit dan perkataan nya menghentak mereka.
" Kau.... " kata Dora sambil bersiap untuk maju.
Namun langkah Dora ditahan oleh Miss Levita.
" Bagaimana kalau aku yang melawan mu." kata Miss Levita. " Tapi dengan syarat kau keluarkan semua power dan skill mu. Tak perlu takut sama Conan, nanti biar aku yang bilang."Lanjutnya.
" Terserah siapapun yang maju, kali ini akan ku perlihatkan semua kemampuan ku." kata Grey dengan sorot mata yang tajam.
" Good, aku mulai nih." kata Miss Levita sedetik kemudian dia sudah terbang keatas lalu tiba tiba menukik tajam kearah Grey dengan cepat.
***
" Latihan hari ini sudah cukup bagus, sesuai perkiraan ku, kau dan Grey tak akan kesulitan meningkatkan kemampuan dengan metode khusus." kata Conan kepada Ziki.
" Kenapa Grey tidak pernah kau ajak latihan disini Conan? " tanya Ziki sambil membasuh keringatnya.
" Grey itu susah dibentuk, kekuatan alaminya begitu dominan, bagi dia kemampuan dan powernya akan cepat naik kalau dia melakukan pertempuran sesungguhnya. Pola Rage Energy nya bahkan sudah muncul namun dia tidak menyadarinya."kata Conan.
" Itu adalah teknik mengeluarkan cadangan energi yang ada didalam sel tubuh. Tidak mudah mengaktifkan Rage energy, butuh latihan khusus dan powernya pun harus besar, paling tidak menyentuh 20.000 GP. Jika aku bertarung dengan Grey yang sekarang mungkin aku akan mengalahkannya namun tak semudah dulu." kata Conan.
Ziki diam. Dia memang tahu kakak nya susah untuk mengikuti aturan. Sejak kecil Grey
digembleng oleh ayahnya untuk menjadi Re-Gen yang kuat. Terkadang Ziki kasihan juga melihat Grey tidur dengan kondisi babak belur.
Ziki terkadang ingin menyalahkan dirinya sendiri, kenapa dia begitu lemah. Sering sakit sakitan dan tidak maksimal mengikuti petunjuk ayahnya pada saat latihan.
Tuk!
Sebuah jitakan mampir ke kepala Ziki yang sedang melamun.
" Jangan keseringan melamun, nanti dirasuki setan." kata Conan sambil tertawa.
" Mikirin Grey, kasihan dia." kata Ziki
" Gak perlu kuatir, Grey petarung hebat. Suatu saat ketika semua sudah terlepas simpul energinya, dia akan sulit sekali dikalahkan. Percayalah. Bahkan dengan 10 orang sepertiku pun belum tentu bisa mengalahkannya." kata Conan.
__ADS_1
" Sekuat itukah Grey? " tanya Ziki menyelidik.
" Hmmm, tapi ada satu yang lebih kuat dari Grey." lanjut Conan.
" Hahhh, siapa? Orang orang dari DS? " raya Ziki.
Conan cuma tersenyum, " Bukan, dia adalah darah alami sang legenda." kata Conan.
" Siapa sang Legenda?" Ziki maki penasaran, dia teringat ketika ayahnya bertarung dengan para assassin DS seringkali mereka menyebutkan nama Sang Legenda
" Sang Legenda adalah Re-Gen pertama yang muncul setelah radiasi. Dia mempunyai kekuatan yang luar biasa, skillnya juga luar biasa. Bahkan dia bisa menggabungkan beberapa skill untuk melakukan satu serangan. Bukan kombinasi. Tapi menggabungkan.", kata Grey " Itu adalah hal yang sangat sulit dilakukan oleh Re-Gen biasa, karena selain butuh power yang sangat tinggi itu juga harus ditunjang dengan fisik yang kuat. Karena jika tidak makan akan terjadi ledakan di dalam tubuhnya sendiri." jelas Conan.
" Sedemikian hebatnya dia, lalu dimana Sang Legenda itu sekarang? " tanya Ziki.
Tiba tiba Conan tertawa, ini malah membuat Ziki menjadi bingung. Ada yang salah dengan pertanyaan nya?
" Sang Legenda sudah mati." kata Conan.
" Haaahh orang hebat seperti itu bisa dikalahkan? " Ziki termenung.
" Butuh ratusan nyawa assassin yang tewas untuk mengalahkan Sang Legenda. Kau kira dengan pertarungan bisa mengalahkannya sendirian? Kemungkinan menang bisa dipastikan adalah 0%. Makanya untuk mengalahkannya dikirim assassin level Elite yang berjumlah 1000 orang. Dan mereka bisa ter bantai hampir 90% nya. Dan asal kau tahu assassin level Elite mempunyai GP rata rata 500.000 Scale. Dan dengan kemampuan sehebat itu harus meregang nyawa untuk melawan Sang Legenda." kata Conan panjang lebar.
Ziki tercekat, bisa memiliki 20.000 GP saja sudah sehebat itu, apa jadinya jika kekuatannya mencapai 500.000 GP? Dan itu pun banyak yang terbunuh oleh Sang Legenda.
" Aku mungkin ga bisa sekuat itu, bahkan tak bisa membayangkan ketika aku harus bertemu dengan mereka, pasti aku dan Grey bakal mudah terbunuh." kata Ziki.
" Ohoho, kau salah. Belum tentu kau tak mampu mengalahkan assassin DS, kau punya kemampuan hebat tapi kau belum tahu. Berlatihlah dengan sungguh sungguh, suatu saat nanti kau bakal bisa lebih kuat dari Grey." kata Conan.
" Skill ku adalah skill yang tak berguna. Telepati, tidak ada daya sama sekali." kata Ziki.
Conan tertawa sambil menepuk pundak Ziki.
" Kalau kau tahu bagaimana daya hancur telepati, kau tak lagi membutuhkan yang lain." kata Conan sambil tertawa.
Ziki tak memahami apa yang dikatakan oleh Conan, bagaimanakah skill telepati yang hanya bisa berbicara secara batiniah bisa memiliki daya hancur yang tinggi? Rasanya semua tak mungkin, atau ada pelatihan khusus yang bisa membuat telepati bisa menghasilkan daya hancur yang luar biasa?
***
__ADS_1