
Apollo berusaha menghindari serangan serangan dari Azkario yang tak tampak oleh mata manusia biasa. Cepat dan bertenaga. Dia melirik Azkario yang kembali duduk di singgasana nya sambil menopang kan kepalanya di telapak tangan kanan. Seolah menikmati tontonan di depannya.
Melihat Apollo susah payah menghindari dari serangan serangannya.
" Setan! Dari sisi mana dia menyerang? Bagaimana mungkin dengan duduk santai seperti itu bisa menyerang ku? " batin Apollo.
Apollo lalu menghindar bersembunyi dibalik pilar aula kastil itu. Namun sedetik kemudian tubuhnya melesat menyerang Azkario yang masih duduk santai di singgasananya.
BLARRRR
Kembali lagi tubuh Apollo terpental begitu menabrak dinding SHIELD didepan Azkario. Darah menetes di bibir nya.
" Bodoh! Sekuat apapun kau tak akan bisa menembus dinding ini." kata Azkario kemudian.
Apollo bangkit, sekali lagi dia merasakan energi besar menyerbu kearahnya. Kali ini dia tak menghindar dan bermaksud menahan serangan itu dengan energi nya.
SHIELD!
Kedua tangan Apollo disilangkan didepan dada nya. Dan benturan dua energi kembali terjadi. Asap putih mengepul ketika ledakan dari dua energi itu beradu.
Shield Apollo membentuk tameng dikedua tangannya. Lalu sekali hentakan dia melempar tameng Shield itu ke arah Azkario.
SHIELD COUNTER ENERGY.
Dua tameng Apollo berputar kencang dan menerjang kearah Azkario.
BLARRRR
Ledakan kembali terjadi. Serangan Shield Counter Energi yang dilakukan Apollo sia sia. Tak membuat Shield Azkario pecah, bahkan tergores pun tidak.
" Gila, bagaimana mungkin Shield itu tetap ada. disitu sedangkan dia bisa menyerang dengan kekuatan dan tehnik yang lain?" Gumam Apollo.
" Membosankan bocah, tunjukkan lah semua kemampuan biar aku puas main mainnya." ejek Azkario.
" Apa yang harus aku lakukan? " Apollo ragu dengan dirinya.
Dia lalu memasang kuda kuda, menghimpun kekuatan besar. Deru angin mulai memporak porandakan ruangan itu. Tulang belulang beterbangan terdapat oleh kekuatan Apollo.
RECHARGE ENERGY
Apollo menghimpun kekuatan yang sungguh dahsyat, tanah di ruangan itupun bergetar.
CHAKRA of DESTINY
ROOOAAAAAARRR!
__ADS_1
Apollo berteriak keras. Tulang belulang yang beterbangan itu berubah seperti senjata bagi Apollo. Ratusan tulang itu dihujamkan Apollo kearah Azkario.
JEDAAARRRR
Tulang belulang itu terbakar dan menjadi abu begitu menyentuh SHIELD dari Azkario.
" Serangan putus asa ya. Hohoho." kata Azkario meremehkan. " Coba tahan ini" kata Azkario sambil. menjentikan jari nya. Tiba tiba tanah bergetar.
SPLAASSSHHHH
Dari dalam tanah muncul. seperti tentakel gurita menyerang Apollo. Tentakel itu penuh dengan duri tajam dan panjang.
Apollo menghindar serangan tentakel itu dengan kombinasi speed, levitasi dan teleportasi. Namun serangan tentakel itu makin lama juga makin cepat. Bergerak seperti cambuk yang memburu kemanapun Apollo menghindar.
JEDAARRRR
JEDAAARRRR
Cambukan tentakel itu menghantam tanah dan membuat lobang besar dilantai.
CHAKRA of DESTINY
Apollo kembali menggunakan jurus andalannya. Puluhan gir yang berputar sangat cepat terbang kearah tentakel dan Azkario.
Gear energi yang berputar cepat itu masih belum mampu menembus pertahanan dari Azkario. Namun cakra cakra itu selalu saja timbul dan seolah tanpa. habisnya. Beterbangan menyerang tentakel dan terus menggempur SHIELD dari Azkario.
BLAMM!
Cakra cakra Apollo kembali menghantam SHIELD dari Azkario. Apollo tiba tiba merangsek ke depan dengan mengerahkan kekuatan penuhnya guna menghancurkan tembok pelindung dari Azkario.
DHUUAARRR!
Ledakan kembali terjadi dan tubuh Apollo terpelanting lagi kebelakang. Belum sempat bangun kedua tentakel itu menangkap kaki nya lalu menyeretnya cepat kearah Azkario.
JLEBB;!
Aggggghhhhhh!
Apollo berteriak keras ketika dari tentakel itu menyuntikkan ribuan duri kedalam kaki Apollo. Lalu tentakel itu mengangkat tubuh Apollo dan melemparkan nya kesamping Azkario. Apollo merasakan kedua kakinya lumpuh dan energinya cepat sekali terkuras.
Akhhhhhh!
Apollo mengerang lagi ketika tentakel itu melilit badannya dan mengangkat nya di depan Azkario.
" Well! Well! Well! Kemampuan dari sang Penerus hanya seperti ini? Sungguh mengecewakan." kata Azkario kepada Apollo yang meronta mencoba melepaskan lilitan tentakel.
__ADS_1
Azkario memberikan isyarat kepada tentakel agar tubuh Apollo diposisikan berhadapan dengannya. Tentakel itu menurut dan Apollo kini berada di depan Azkario.
Azkario berdiri dan menjambak rambut Apollo hingga kepalanya mendongak.
" Kau lihat ini Zigma? Haaahhh! Kau lihat ini Aurora! Anak kalian akan mampus ditanganku.Hahahahah!! " suara Azkario lantang.
" Aku akan menikmati tubuhmu dengan perlahan, akan ku hisap seteguk demi seteguk energi mu dan kau akan merasakan kesakitan yang sangat dahsyat bocah. Jangan salahkan aku kalau aku kejam. Salahkan ibumu! " kata Azkario sambil menunjuk kearah kapsul itu.
Apollo meringis kesakitan.
" Demi Zigma kau tolak cintaku Aurora, hanya demi Re-Gen yang tak berguna itu kau abaikan perasaan ku. Aurora sayang, Re-Gen murni yang abadi. Kini kau lihat, hasil perbuatan mu? Akibat mengabaikan perasaanku? Anak kalian yang akan menanggung rasa sakit ini. Hahahahahha! " Azky mengoceh seperti orang gila.
Telapak tangan Azkario ditempelkan ke dahi Apollo.
" Woookaaaaaa! " Apollo menjerit kesakitan yang teramat dahsyat. Azkario menyedot kekuatan Re-Gen nya.
Lalu kemudian tangan Azkario dilepaskan lagi.
" Santai dulu bocah, kau nanti lama kelamaan akan menikmati rasa sakit itu dan aku berjanji akan membuat kematian yang nyaman untukmu." kata Azkario terkekeh.
" Zigma, sang Warrior hebat penakluk dua benua. Anakmu di tanganku sahabatku, dan akan mati mengenaskan sama sepertimu dulu. ' kata Azkario.
"Bajingan, kau kira aku takut mati huh. " kata Apillo ketus.
" Hahahah sifat mu sama dengan ayahmu. Tak mau menyerah walaupun nyawa sudah didepan mata. Good. Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui. Sebelum mati dia bersujud di depanku, memohon ampunan ku. Demi nyawa ibumu. Hahahahah!!! tawa Azkario semakin menghina.
" Kuranggg ajjaaar!! " geram Apollo.
Azkario tertawa terbahak bahak. Dirinya merasa kali ini dialah pemenangnya.
" Kau tak tahu bocah? Demi ibumu dia rela menghibahkan dirinya untuk aku makan. Huaaahahahaha! Jenderal perang yang gagah tak satupun yang sanggup menandinginya, akhirnya sujud dihadapan ku demi kehidupan ibumu itu!! " kata Azkario keras sambil menunjuk kapsul lagi.
" Kalau saja aku tidak mencintaimu Aurora, akan aku biarkan kau mati. Tapi sayang, kamu lah satu satunya wanita yang bisa membuat ku jatuh hati dan aku menyetujui permintaan Zigma dengan satu syarat. Aku memakan nya. Hahahahhah."
" Jenderal perang legendaris yang bodoh, demi cinta dia rela mati. Hahahahaha." Azkario tampak seperti orang yang kehilangan kesadarannya.
" Kau tak pantas bersama ibuku. " kata Apollo lemah. Lilitan tentakel itu makin kencang begitu dia berusaha bergerak.
" Kau kira dengan kuasa Re-Gen bisa melakukan segalanya? Hah! Lihat ibumu yang hanya bisa bertahan hidup dengan tabung kapsul itu? Aku punya segala ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kalian tak punya. Aku bisa membuat diriku sendiri menjadi Re-Gen dengan tekhnologi. Hal yang kalian sendiri tak kan mampu melakukan nya. Kalian hanya bangga dan sombong dengan kekuatan kalian. Tapi otak kalian dungu! " kata Azkario lantang.
" Dan kau anak Zigma sang Jenderal yang melegenda, kau harus tahu bahwa hanya dalam hitungan menit saja aku bisa menguasai seluruh kekuatan ayahmu melalui tekhnologi ku. Kapsul Resistance Energy. Ya, kapsul itulah yang membuat ayahmu menjerit kesakitan sebelum tubuhnya hancur lebur menjadi cairan disana. Hahahhaha. Dan aku gunakan cairan ayahmu untuk menjadikanku seorang Re-Gen yang mempunyai keahlian seperti ayahmu." kata Azkario.
" Biarpun begitu, kau tetaplah bukan seorang Re-Gen, namun hanya benalu penghisap energi melalui alat ini iblis mu itu." kata Apollo.
" Alat Iblis? Kau bilang? Dan ibumu bertahan hidup dengan alat iblis itu? Hahahahah. kau naif bocah. Gara gara kau, ibu mu menjadi seperti itu. Kalau kau tak lahir di dunia. Ibumu tak kan menderita seperti ini dan ayahmu akan tetap hidup. Tapi aku mungkin harus berterima kasih kepadamu. Berkat kelahiran mu aku bisa melihat Aurora di samping ku selamanya. Hahahahhaha. Dan ayahmu mungkin sekarang merengek di neraka sana!"
__ADS_1