Project Called Zero

Project Called Zero
Awal Berselisih, Cinta Yang Tak Bersambut


__ADS_3

" Apakah kau tahu Apollo? Aurora adalah Re-Gen terhebat yang pernah ada. Keabadian! Itulah kekuatan yang dimiliki oleh Aurora. Tapi sayang demi kau, dia rela melepaskan kekuatan dahsyatnya itu. Tak ada satupun Re-Gen yang mampu mengalahkan nya karena skill Healing dan Immortal nya yang sudah paripurna. Dan semua itu gara gara kau! " katanya sambil menunjuk kearah Apollo.


" Kelahiran mu membuat Aurora menderita seperti ini." kata Azkario sambil memeluk kapsul tempat Aurora terkurung.


Apollo terdiam.


" Dan setelah kau dilahirkan, maka kekuatan Aurora tersegel lagi didalam tubuhnya. Dirinya menjadi lemah dan kekuatan Re-Gen itu malah berbalik menyerangnya dari dalam tubuhnya sendiri. Hahahaha Re-Gen yang unik bukan? "


Azkario kembali mendekati Apollo yang masih terlilit tentakel. Dia kemudian meletakkan tangannya ke kepala Apollo. Dan.....


" Wooaaaaaaaaaa.... " Apollo menjerit kesakitan lagi. Energi nya terhisap oleh Azkario.


Lalu kemudian dilepaskannya hisapan energi itu dari Apollo. Nafas Apollo terengah-engah , dirinya merasa mulai lemas.


" Hohohoho tak perlu buru buru mati anak muda. Biar kau tahu betapa kelahiran mu membawa sial bagi orang tuamu tapi di sisi lain menjadi berkah buatku. Makanya gak akan kubiarkan kau mati dengan cepat. Itu lah tanda terima kasih ku kepadamu. Berkat mu Aurora kembali kesini bukan? Hahahahah. "


" Kau.... Gilaaa... " desis Apollo.


" Hahahahah ya, kegilaan ku ini menguntungkan ku. Sejak Kapsul Resistance Energy itu ku ciptakan, keberuntungan ku berlipat ganda. Zigma yang menjadi korban pertama dari alat ini. Hahahaha. Dan sekarang setelah aku menguasai kemampuan Zigma, siapa yang bisa melawanku? Satu satunya yang bisa mengalahkan ku adalah Aurora sendiri. Namun lihat lah sekarang, dia tak berdaya. Menyegel kekuatan nya demi melahirkan mu."


" Ibu...... " Desis Apollo.


" Dan kau hanya bisa mengalahkan ku dengan kebangkitan Aurora, tapi kapan? Kapan energi Re-Gen murni itu lepas dari segelnya? Hahahaha jangan berharap lebih kau Apollo."


Apollo berusaha mengumpulkan tenaganya ketika Azkario mengoceh kisahnya.


" Tak perlu menunggu kebangkitan kekuatan ibu ku untuk mengalahkan mu Azkario. Hari ini pun kau harus dilenyapkan dari muka bumi." gertak Apollo.


" Jangan mimpi kau bocah. Kekuatan mu tak ada apa apanya buatku. Kau tak akan bisa mengalahkan aku." kata Azkario


Apollo tersenyum sinis."


"Kau mungkin menguasai kemampuan ayahku lewat alat keparat itu, tapi kau tetaplah buka Re-Gen murni. Kau hanya seorang parasit yang memerlukan energi kehidupan untuk menyambung hidupmu."


" Kau tak melihat kenyataan Apollo, bagaimana kau bisa membunuhku jika kau sendiri tak berdaya dengan belitan itu. " kata Azkario kembali terkekeh.


" Atau, kau sengaja ingin cepat mati Apollo? Tidak semudah itu, kau harus menderita dulu Apollo. Harus menderita." ancam Azkario dengan keras.

__ADS_1


" Kau lihat kan tulang tulang itu tadi? Gara gara aku menyerap kemampuan ayahmu, aku pun harus menghisap energi kehidupan Ayah ibu ku, anak dan istriku pun tak luput." kata Azkario sambil menangis sesenggukan. " Dan kau ingin segera mati? Adil kah? Aku menderita karena Aurora memilih Zigma, dan aku rasakan kepedihan ketika rasa haus energi ku meluap dan menghisap semua yang ada di Kastil ini. Termasuk anak anak ku. Masih ku ingat jeritan kesakitan mereka. Masih ku ingat rintihan nyawa mereka lepas dari raganya. Dan sekarang... Kau! Ingin mati cepat? Hahahahah jangan.. jangan.. kau harus mewakili Zigma dan Aurora untuk rasa sakit yang mereka hadirkan."


" Orang ini benar benar gila. " batin Apollo.


Suasana tiba tiba hening. Azkario menunduk kan kepalanya. Dia terdiam. Lalu beberapa saat dalam keheningan itu Azkario mendongakkan kepalanya. Apollo heran. Raut wajah Azkario berbeda dengan yang tadi.


" Apollo? Anak sang Legenda dan Aurora. Kau sudah besar dan kuat sekarang." kata Azkario lembut. " Tolonglah aku, bunuh aku segera nak, sebelum dia muncul lagi menguasai ku." kata Azkario lembut.


Apollo terheran. Kenapa bisa begini?


Dengan sekali kibasan tangan Azkario, belitan tentakel itu terlepas dari Apollo. Apollo terjatuh dengan nafas terengah engah.


" Sandiwara apalagi yang kau mainkan Azkario." kata Apollo menyelidik.


" Segeralah kumpulkan energi mu Nak, dan segera bunuh aku, aku tak mampu menahannya lebih lama. " kata Azkario.


" Tak usah ragu, ayo bunuh aku." katanya lagi.


Apollo jadi kebingungan melihat kejadian didepannya. Azkario? Kenapa menjadi dua sosok yang sifatnya berbeda?


Apollo gak mau kehilangan kesempatan. Walaupun dirinya diliputi kebingungan, dia lalu mengumumkan energi nya dan bersiap menghantam Azkario tanpa mempedulikan apa yang terjadi didalam tubuh Azkario lagi.


Segera dia memukul kan energi dahsyat kearah Azkario.


BLAAARRR!


Suara ledakan hebat memecahkan keheningan tadi.Namun ternyata pukulan itu bisa di tahan oleh Azkario.


" Hampir saja kau mengacaukan rencana ku bangsat!"Kata Azkario sambil memukul mukul. dadanya sendiri.


Azkario berubah kembali pada sifat asal yaitu ketika Keburukannya menguasai dirinya sendiri. .


PLAAKKK!!


PLAAAKKK!!


Tubuh Apollo terlempar ketika mendadak Azkario melancarkan pukulan kerasnya telak menghantam tubuh Apollo yang masih lemah. Tidak sampai disitu. Pukulan pukulan full energi bertubi-tubi mendarat di tubuh Apollo.

__ADS_1


" Ayo Apollo kita main main lagi. sudah lama aku tak bertarung. " kata Azkario.


Tubuh Apollo gemetar hebat akibat lelahnya fisik dan hentakan anomali energi yang diserap oleh AzKario.


Apollo merangkak dengan sisa kekuatan. Dan dia melihat bola kristal sama persis ketika Apollo menghancurkan bola kristal itu yang mengeluarkan kemampuan dan skill para Re-Gen itu.


" Ternyata inilah sumber Shield yang hebat itu." Gumam Apollo.


Dia berusaha segera bangkit. Namun kemudian tubuhnya terangkat keatas dan tersedot kearah Azkario.


Kepala nya ditangkap dengan mudah oleh Azkario Lalu dia kembali menyedot kekuatan Apollo.


" Aaakhhhhhh.... " Apollo menjerit panjang begitu tubuhnya tersedot lagi hadapan Azkario.


" Matilah kau bocah, " kemudian kata Azkario.


Energi penyedot kekuatan Apollo semakin cepat. Nampaknya kali ini dia ingin benar bener ingin segera mungkin menjadikan Apollo tumbalnya.


" Wooooaaaaaa.... " teriakan Apollo makin keras.


KREEKKK


KREEKKK


Tulang belulang Apollo pun sudah tak berfungsi dengan normal dan berapa bagian yang patah. Tubuh Apollo terasa diremukkan dari dalam. Rasa sakit yang luar biasa.


" Bersiaplah untuk mati anak muda." kata Azkario


KREEKKK


KREEKKK


Suara tulang patah dan jeritan Apolllo makin menjadi saja. Mata Apollo melotot namun kini suara erangan sakit sudah tak terdengar lagi. Apollo pingsan namun suara suara tulang dipatahkan masih jelas terdengar.


" Matilah kau sekarang Apollo! " kata Azkario


Azkario segera menambah pukulan level energi untuk meremukkan dan menghisap kekuatan Apollo.

__ADS_1


__ADS_2