
BIGHOPE ISLAND
2479 M
Kabar ditemukannya daratan baru yang muncul setelah sekian puluh tahun lamanya menunggu membuat antusias penduduk BigHope Island. Sunli pun merasa puas dan lega karena dengan ditemukannya daratan baru akan membuat kehidupan manusia bertahan hingga akhir usia bumi.
Sore itu penuh dengan perasaan optimis. Hangatnya sinar matahari menerpa wajah cerah Sunli. Dia memandangi batas cakrawala dipinggir lautan yang luas dan berombak.
Dia sedang mengenang kerja keras dan didikan yang kuat dari seorang mentor bernama Erdago.
" Misi mu berhasil tuan." gumam Sunli.
Lalu sejurus kemudian tampak beberapa orang mendekati Sunli. Sunli pun yang mendengar langkah kaki membalikkan badan.
" Izin melapor Tuan." kata seseorang yang baru datang itu.
" Ada perkembangan apa Tuan Meide." kata Sunli kepada orang yang baru datang tersebut
" Ekspedisi 5 pimpinan Tuan Seba mengirimkan data pictogram yang kami tak mengerti artinya." kata Tuan Seba kepada Sunli.
Sunli mengernyitkan dahinya.
" Bukankah kau juga bisa menerjemahkan Pictogram Tuan Meide? Apa yang terjadi?" kata Sunli kepada Tuan Meide
" Lebih baik Tuan Sunli melihat sendiri di ruang kontrol." kata Tuan Meide.
Sunli pun bergegas menuju ke arah ruang kontrol diikuti oleh Tuan Meide dan beberapa orang yang hadir bersama Tuan Meide.
Sesampainya di ruang kontrol, Sunli langsung memeriksa data kiriman dari tim Ekspedisi 5 yang menemukan daratan baru.
" Hem, gambar apa ini? Apa yang terjadi dengan Tuan Seba dan pasukannya?" tanya Sunli ke Meide.
" Sayapun kurang tahu Tuan, Tuan Seba pun tak mengerti arti gambar yang ditemukan di daratan baru itu." kata Tuan Meide.
" Bisa sambungkan saya kepada Seba?" tanya Sunli kepada orang orang yang ada di ruangan itu.
" Bisa tuan, namun mungkin nanti akan ada sedikit kendala. Sinyal Ultra Magnetic wave belum menemukan koordinat pantul yang tepat sehingga komunikasi nanti akan ada beberapa hambatan." kata petugas yang ada di ruangan.
__ADS_1
" Tidak apa, kamu siapkan aja dulu. Saya akan bicara dengan Seba di ruangan ku " kata Sunli.
" Dan tuan Meide, saya minta kamu menunggu disini dulu, saya akan mencoba berkomunikasi dengan Seba dan mencoba untuk mengartikan gambar ini." kata Sunli kepada Meide.
Meide membungkukkan tubuhnya tanda menghormat. Lalu Sunli beranjak menuju ruangan pribadinya.
Dalam ruangan Sunli mencoba meneliti gambar yang dikirimkan Tuan Seba dari daratan baru itu. Dahi nya mengernyit tanda dirinya berfikir keras memecahkan misteri itu.
Lalu tiba tiba komunikator di ruangannya berbunyi.
" Salam Hormat Tuan Sunli." kata Tuan Seba.
" Salam sejahtera dan sehat selalu Tuan Seba. Bisa diaktifkan visual nya sekarang? kata Sunli.
Kemudian tampak Tuan Seba di layar monitor Sunli.
" Bagaimana kondisi disana tuan Seba?" tanya Sunli.
" Iki. melaporkan Tuan, daratan baru ini sungguh luar biasa. Banyak spesies tanaman dan binatang sudah berkembang biak disini. Seperti yang tuan lihat, ini adalah daratan penuh dengan hutan belantara. Burung pun sudah berkembang dengan pesat, binatang lain pun mulai tampak. Ini menakjubkan." papar Tuan Seba.
" Hem, surga baru. Menurut koordinat di peta lama itu adalah kawasan tropis Old Indomalay. Dulu itu adalah benua Asia. Ratusan gunung vulkanik yang menyebabkan tanah itu subur. Tapi tanah surga itu menghilang setelah gunung gunung itu dipaksa untuk tidur dan tak pernah meletus lagi." kata Sunli.
" Mengenai gambar yang kau kirimkan. Apa itu tuan Seba?" tanya Sunli.
" Sayapun kurang mengerti Tuan, ini ditemukan oleh pasukan di wilayah lembah, seperti kode atau manuskrip yang mungkin usianya ratusan ribu tahun lalu." kata Tuan Seba.
" Sayapun berfikir begitu, mengingat orang Old Asia menyukai sesuatu hal yang bersifat misteri tentang Adi energi kuasa makhluk astral." kata Sunli.
" Apa yang harus kami lakukan Tuan?" tanya Tuan Seba.
" Sementara jadikan itu bahan penelitian dulu sambil teruslah mencari bukti bukti kuno lainnya. Saya akan memerintahkan Ekspedisi 3 yang koordinatnya paling dekat dengan lokasi itu untuk membantu tim kalian." kata Sunli.
" Siap laksanakan perintah." kata Tuan Seba mengakhiri percakapannya.
Sun Li menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi.
" Manuskrip kuno. Menarik. Apa bumi membalik tubuhnya? Hingga peninggalan vintage pun bisa dengan mudah ditemukan." gumam Sunli.
__ADS_1
Dia pun meraih komunikator nya.
" Tuan Meide, tolong perintahkan Ekspedisi 3 pimpinan Jenderal Uranus untuk segera menyusul koordinat Ekspedisi 5." kata Sunli kepada Tuan Meide melalui komunikator nya.
" Siap Tuan Sunli." kata Tuan Meide.
Sunli beranjak dari tempat duduknya lalu dibukanya sebuah ruangan, seperti koleksi buku buku referensi. Ada ribuan buku yang tersusun di rak itu.
" Tuan Erdago, apa ada catatan soal ini dalam jurnal mu? Semoga ada petunjuk mu disini." gumam Sunli sambil mengecek satu persatu ruangan buku itu dan mencari pustaka yang cocok untuk membuka misteri daratan baru.
Sementara itu diluar rakyat State of Noah sedang diliputi euforia atas keberhasilan menemukan daratan baru. Harapan akan persediaan makanan dan energi yang melimpah membuat mereka senang sehingga merayakan nya sepanjang siang dan malam.
Berbagai impian indah muncul dari masing masing mulut mereka. Tapi tampak seorang yang tak ikut euforia itu. Seorang pemuda ber ras latin, dia bernama Escalop. Dia adalah seorang prajurit didikan pasukan State of Noah.
" Kalian bisa bahagia mendengar itu, tapi aku sedih, menjelang keberangkatan tim Ekspedisi aku tak bisa berkarya untuk negeri ini. Cedera ini memaksaku untuk tinggal dan hanya menunggu kabar." gumam Escalop sambil memukul lututnya.
Dia pun berdiri, menggunakan penyangga tubuh. Langkah nya pincang.
" Cacat ku ini menyusahkan semua orang." desisnya.
Dia meneruskan langkahnya menyusuri gang permukiman warga dengan tanpa semangat. Dia tak ingin terhanyut oleh keriaan para warga karena dia merasa dirinya tak lagi berguna karena cacat kaki yang dia dapatkan ketika berlatih keras menjadi seorang prajurit ekspedisi.
Sesampainya dirumah Escalop membaringkan dirinya di ranjang tidur dan terus mengutuk kesialannya yang tak ikut rombongan Ekspedisi pencarian daratan baru dua tahun lalu.
" Hidupku sekarang hanya bergantung oleh ini " kata Escalop sambil mengeluarkan beberapa butir pil dari laci.
Sekali minum pil pil itu tandas. Lalu Escalop berbaring sejenak dengan mata menerawang membayangkan dirinya yang ikut berjasa dalam pencarian daratan baru itu.
Tit!!!Tit!
Bunyi pesan dari komunikator menyala.
" Hem, dokter Asyura. Ada apa?" batin Escalop sambil membuka pesan dari komunikator nya.
" Aku menemukan ramuan baru, masih tahap ujicoba. Kalau berminat bisakah kau mencoba ramuan ini untuk pemulihan kakimu?"
Begitu isi pesan dari dokter Asyura.
__ADS_1
Escalop masih memandangi isi pesan itu. Perasaannya berkecamuk. Disatu sisi dia ingin sembuh dari cacatnya. Disisi lain, ramuan itu belum teruji secara klinis dan dia jadi bahan percobaan.