
Akademi Re-Gen
Di sebuah ruangan rahasia, tampak Direktur Dan serta Kante bersama. Memandangi sebuah alat yang berbentuk kapsul. Mereka mengamati sebuah layar yang di program untuk mengetahui setiap perkembangan dan perubahan denyut getar alat itu.
" Bagaimana menurut mu Kante?" tanya Dan.
Kante menghela nafas panjang.
" Bagaimana kita tahu kapan Aurora akan bangun? " kata Kante.
" Paling tidak kita sudah melakukan semua apa yang dikatakan Azkario Dan Zigma pada waktu itu. Tapi sampai kapan Aurora dalam kondisi seperti ini?" keluh Direktur Dan.
" Berbagai penelitian sudah kita lakukan, beragam informasi juga sudah kita kumpulkan. Tapi belum juga sedikit pun tanda tanda Aurora akan bangkit" ucap Kante.
Dan mengangguk.
" Bagaimana menurut mu cerita dari Tom? " kata Direktur Dan.
" Tom Zask? " tanya Kante.
Direktur Dan mengangguk lagi.
" Dia dulu setelah kejadian Unicorn menceritakan kepada kita kalau Aurora membantu nya menghancurkan Unicorn seorang diri. Maka dari itu muncul lah rumor bahwa dia adalah Sang Pewaris." kata Direktur Dan.
" Apa yang terjadi pada Lei saat itu bukan kah hampir sama dengan kejadian Tom.
Sedangkan Tom sekalipun tak tahu menahu tentang Aurora. Jadi sebenarnya aku bisa menyimpulkan bahwa memang Tom dibantu oleh Aurora pada saat itu." kata Kante.
" Apakah kau punya harapan bahwa Grey dan Ziki adalah anak dari Apollo dan Lei?" tanya Direktur Dan.
" Harus ku akui aku berharap demikian. Untuk membangkitkan jiwa Aurora dan menjaga kelangsungan Re-Gen di muka bumi. Tapi kita harus berhati hati soal itu. Jangan sampai salah sasaran." kata Kante.
Direktur Dan mengangguk kan kepala beberapa kali. Kepalanya mendongak melihat kapsul energi yang ada didepan nya.
" Setiap kali muncul isu pewaris Sang Legenda, semua klan Re-Gen pasti ingin menguasai nya." kata Kante.
" Betul, itu karena mereka serakah dan ingin menguasai keabadian. Mereka ingin menguasai Holy Wing yang bisa membuat mereka tak bisa mati." kata Direktur Dan.
" Dan hanya Aurora beserta keturunan nya yang memiliki itu." kata Kante.
__ADS_1
" Juga Lei, walaupun bukan keturunan langsung tapi kekuatan Holy Wing membuat nya menjadi buruan para Re-Gen. Ditambah jika Apollo benar menikahi Lei, makan bisa dipastikan keturunan nya memiliki kemampuan penghancur sekaligus penyembuh dalam satu tubuh." ujar Direktur Dan.
" Dan itu menjadikan para pemburu kekuatan akan mencari keberadaan anak dari Apollo dan Lei sekaligus. Sebuah perpaduan yang sempurna. " kata Kante.
Kante menghela nafas panjang. Pikirannya menerawang kejadian benteng Aurora. Berawal dari sana malapetaka muncul.
" Kalau dipikir, keturunan Sang Legenda adalah sebuah kutukan daripada sebuah anugrah. Mereka jauh dari kedamaian. Hidup mereka dan keturunan nya selalu diburu untuk diambil gen nya. Demi sebuah kekuatan dan keabadian. Huuuhhhh, dari Benteng Aurora kita berjuang bersama, mengalahkan Azkario si Iblis, tapi apa yang kita dapatkan Kante? Kita kehilangan Apollo, Lei dan Zorda." kata Direktur Dan sambil menghela nafas panjang.
" Zorda, ambisinya menjadi Re-Gen terhebat sejajar dengan Sang Legenda, membuatnya gelap mata. Sifat Iblisnya keluar, seperti hal nya Azkario. Unicorn Syndicate juga merupakan sejarah kelam kita para Re-Gen. Dan sekarang perseteruan panjang kita dengan Zulmar? Sampai kapan kita terus begini? Menghabisi nyawa kawan kawan seperjuangan, yang dulu meruntuhkan benteng Aurora bersama. Dan sekarang kita harus membunuh satu sama lain." kata Kante panjang.
" Dan semua hanya karena keabadian ini. Project Zero ini, untuk mendapatkan kekuatan Zigma dan Aurora sekaligus. Kadang terpikir oleh ku agar project ini tak bangkit sama sekali. Agar tak ada lagi pertumpahan darah. Tak ada lagi Re-Gen yang harus meregang nyawa." kata Direktur Dan.
Hening. Mereka berdua tenggelam dalam lamunan masing masing. Memikirkan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi.
Sementara itu di ruangan ICU tampak master Conan, Ziki dan Lila menunggui Grey yang terbaring koma tak sadarkan diri. Sudah hampir seminggu setelah kejadian pertempuran itu Grey pingsan.
Peredaran darahnya menjadi kacau, pembuluh darah nya banyak yang pecah. Sehingga untuk bertahan hidup dia diberikan berbagai macam peralatan bantuan medis.
" Master Conan, belum ada tanda tanda perkembangan?" tanya Ziki cemas.
Master Conan menggeleng lemah sambil menatap Grey yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit Akademi.
Master Conan tersenyum tipis.
" Grey tak akan mati semudah itu Ziki. Tenang lah. Dia lebih kuat dari dugaan kita." kata Master Conan menenangkan Ziki yang gundah.
" Kalian tungguin lah dia, aku akan menghadap pak Direktur sebentar." kata Master Conan kepada Ziki dan Lila
Mereka mengangguk. Lalu Master Conan melangkah keluar meninggalkan ruangan ICU itu.
" Kenapa mereka ingin Grey mati Ziki? " tanya Lila kepada Ziki.
" Aku pun tak tahu. Dari dulu kami selalu di buru oleh DS. Ayah kami terbunuh juga oleh mereka. Seolah kami adalah ancaman bagi mereka." jelas Ziki.
Lila tercenung.
" Andai aku bisa segera kuat, Grey tentu tak akan menderita begini. Dia menjaga ku sesuai perintah ayah ku." lanjut Ziki.
" Jangan kau hakimi dirimu sendiri Ziki, Grey anak yang baik, dia patuh terhadap apa yang dikatakan ayahmu." kata Lila.
__ADS_1
Ziki tak menjawab. Diam.
TOK! TOK! TOK!
Suara ketukan pintu menghapus kesunyian antara Ziki dan Lila. Lalu Lila beranjak membukakan pintu kamar ICU itu. Tampak dua orang berseragam dokter.
" Selamat siang, nona. Maaf kami dari staf kesehatan Akademi ingin mengecek kondisi dan perkembangan pasien." kata orang itu.
" Oh, dokter silahkan masuk." kata Lila.
" Terima kasih." kata dokter itu lalu masuk ke ruangan dan memeriksa data data digital yang keluar dari catatan medis Grey.
" Master Conan tidak memberi tahu kan kalau ada pemeriksaan kepada Grey hari ini, dokter." kata Ziki.
" Kami bukan petugas medis untuk perawatan reguler Tuan, kami dokter khusus yang meneliti kondisi pasian pasca shock Energi." jelas salah seorang dari mereka.
Dengan cermat kedua dokter itu memeriksa kondisi tubuh Grey. Memeriksa luka, denyut jantung dan beberapa hal lain nya.
" Maaf tuan dan nona. Untuk kelancaran pemeriksaan dan penelitian kami mohon tuan dan nona berdua meninggalkan ruangan ini sebentar." kata dokter itu.
" Kenapa?" sergah Grey.
" Hanya prosedur saja Tuan. Biar sampel sampel yang kami butuhkan bisa diambil tanpa ada kontaminasi dari zat zat lain termasuk bulir nafas dan keringat pihak lain." kata Dokter itu.
Ziki merasakan satu hal yang dianggap aneh. Selama ini Grey di rawat dengan baik dan tak ada larangan mendampingi Grey selama pemeriksaan. Namun kali ini agak sedikit berbeda.
Ziki lalu bangkit dari tempat duduk nya. Dia mengajak Lila untuk keluar ruangan.
" Kenapa perasaan ku jadi ga enak nih? " batin Ziki.
Dia berusaha menenangkan hati nya.
" Lila kau disini dulu ya." kata Ziki.
" Kau mau kemana Ziki? tanya Lila.
" Aku mau mencari Master Conan. " kata Ziki kepada Lila.
Lila. hanya mengangguk.
__ADS_1