
Semua mata terbelalak. Teman teman Crome begitu terkejut dengan pemandangan baru didepannya. Baru kali ini mereka melihat bagaimana ability Shield bisa tertembus oleh serangan fisik dan kekuatan hanya di level 60 GP.
Crome mencoba bangkit dan berjalan terhuyung huyung. Dia menatap Grey dengan tajam dan penuh selidik. Darah menetes di sudut bibirnya.
" Aku mengaku kalah tapi aku akan terus mencari tahu siapa kamu sebenarnya. Tidak ada teori dan studi yang mengatakan bahwa kekuatan fisik dan power selemah itu bisa mengalahkan aku, orang yang 10 kali kekuatannya di atas mu dan menguasai kombinasi ability sepertiku." kata Crome.
Grey tersenyum sinis, " Ya sekarang ku kasih pelajaran baru, tanpa fisik yang prima, mengandalkan kekuatan dan GP saja? Kalian bisa mati konyol di pertarungan sesungguhnya." jelas Grey.
Kawan kawan Crome segera memapahnya dan meninggalkan Grey dan Ziki.
" Kayaknya kita bakal kena ceramahnya Conan nih kak." kata Ziki menghampiri Grey.
" Bodo amat, mereka cari gara gara, males aja kalau terlalu ngalah. Tapi ga nyangka juga sih, ternyata disini juga ada bandit bandit kecil kaya gitu." kata Grey sambil terkekeh.
" Pulang yok kak, laper nih." kata Ziki.
Grey tertawa, sambil mengusap kepala Ziki dia mengangguk dan mereka pergi dari tempat itu.
***
Keesokan harinya kasak kusuk Grey menghajar murid murid level 15 di Kelas Junior pun santer terdengar di kelas. Atlas yang menjadi korban dari Grey hanya diam membisu disudut klas.
Begitu Grey dan Ziki masuk kelas, mereka langsung diburu anak anak satu kelas untuk cerita tentang perkelahian mereka dengan murid kelas Junior kemarin.
__ADS_1
Grey dan Ziki gelagapan.
" Grey, Ziki benar kalian kemarin berantem sama anak kelas Junior?" tanya Lila penuh selidik.
Ziki hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya sama sekali ga gatal.
" Bukan, bukan aku tapi Grey yang berantem." kata Ziki
Grey melotot kepada Ziki. Ziki yang tahu dipelototi kakaknya tersenyum sambil mengolok-olok kakaknya itu. Alhasil murid murid kelas Pemula itu menghujani pertanyaan kepada Grey.
" Berisik!" sebuah teriakan keras yang memaksa keributan di kelas itu seketika hening. Semua mata menoleh ke arah suara itu. Atlas!
" Bisa ga kalian diam, berisik tahu." kata Atlas lagi.
Grey pun melenggang ke tempat duduknya. Dan bersiap menunggu apakah Conan mendengar kejadian kemarin dan dia sadar bakal diomelin sama gurunya itu.
" Pagi Kelasku." tiba tiba suara Conan memecah kesunyian, seperti biasa dengan wajah konyolnya Conan masuk sambil membawa tumpukan buku pelajaran Re-Gen.
Diam diam Grey merasa salut dengan Conan. Dia adalah Re-Gen elit, kombinasi ability nya tinggi dan power nya pun sangat kuat, namun dia tak terlihat seperti Re-Gen yang mengerikan ketika bertarung.
" Ada yang babak belur? Gimana upacara penyambutan siswa barunya Grey, Ziki, remuk redam kah?" tanya Conan kepada Grey dan Ziki sambil tersenyum.
Grey dan Ziki terdiam. Lalu Atlas bangkit.
__ADS_1
" Grey kuat, Master. Kami yang dibuat babak belur." kata Atlas.
" What? Really?" kata Conan seolah olah ga percaya yang dikatakan Atlas. Atlas hanya mengangguk lemah.
"Jelaskan kepada kami Master, kenapa anak yang kekuatannya hanya muncul sesekali dan lemah, mengandalkan fisik dan tanpa ability bisa mengalahkan kami yang power nya jauh di atasnya dan memiliki setidaknya 2 kombinasi ability." kata Atlas sedikit menyelidik.
" Wow, hanya dengan fisik? Menarik. Perlu ku cari lagi referensi untuk itu. Tapi sedikit pengetahuan saja akan ku sampai kan. Para Re-Gen seperti kita adalah sebuah anugrah dari lahir. Seberapa jauh kekuatan dan ability seseorang tanpa ditopang tubuh yang kuatkan akan percuma. Karena pada dasarnya Power dan ability para Re-Gen itu adalah penumpang pada tubuh kita. Kekuatan yang besar dan ability yang lengkap akan percuma kalau tubuh kita tak mampu menahannya." kata Conan.
" Yang perlu kalian ketahui, kekuatan Re-Gen tak ada batasnya selama tubuh sanggup untuk menahannya. Jika power dan ability lebih besar dan tubuh tak sanggup menahan beban itu maka akan terjadi exploded, bisa menyebabkan kematian atau lumpuh total akibat pecahnya pembuluh darah dan organ dalam lainnya." lanjut Conan menjelaskan.
" Jadi, bagi Re-Gen yang hanya fokus meningkatkan Power dan ability tanpa meningkatkan kemampuan fisik, akibatnya hanya ada 2 : Yang pertama, power dan ability akan lambat untuk berkembang, dan kedua mati atau lumpuh permanen jika terlalu besar power dan ability nya sedangkan tubuh nya gak mampu menahan."
Kelas pun hening. Ini pelajaran dasar yang selalu diajarkan oleh Conan ketika ada siswa baru. Pelajaran yang dianggap remeh namun ternyata menjadi dasar kekuatan Re-Gen. Selama ini mereka hanya ingin cepat naik power dan ability nya namun tak pernah mencoba untuk memperkuat fisik mereka. Jika pelajaran fisik banyak yang ogah dan tidak serius mengikuti nya.
Penjelasan Conan membuat Grey teringat latihan yang dulu diberikan ayahnya. Grey yang masih berusia 5 tahun dipaksa ayahnya untuk berlari naik dan turun bukit sehari 2 jam. Berenang melawan arus, atau berdiri dengan satu kaki sambil menggendong batu yang beratnya hampir sama dengan berat tubuhnya.
Dia teringat berapa lama dia menangis pun tak akan membuat ayahnya bergeming. Dia tetap menuntut Grey untuk terus berlatih. Dari bangun tidur sampai nanti jam tidur lagi. Mengingat masa kecilnya Grey hampir menangis mengingat ayahnya, dia teringat pula ketika malam malam ayahnya mengusap kepalanya dan Ziki sambil berkata " maafkan ayahmu" sambil mencium kening mereka.
Sosok ayah dan ibu jadi satu. Ibu? Jutaan detik Grey merindukan sosok ibunya yang masih misteri, kenapa ibunya tega pergi meninggalkan mereka bertiga. Ziki yang berusia dua tahun kala itu pun mungkin tidak ingat bagaimana wajah ibunya lagi.
Grey ingin mengutuk takdir. Namun apa yang dia bisa perbuat? Semua perkataan ayahnya menjadi petunjuk Grey dan Ziki. Kini sedikit banyak dia tahu bahwa dulu ayahnya begitu keras melatihnya dan Ziki bukan karena tak sayang. Namun untuk segera membuat mereka kuat dan bisa menjaga diri. Karena kejamnya dunia luar yang belum mereka tahu.
" Terima kasih ayah, aku rindu." gumam Grey.
__ADS_1
Ziki, segeralah kuat. Suatu saat kau yang akan memikul dan menggantikan tugas ayah. Grey menerawang, sambil memandang adiknya yang kini lebih ceria. Dia tahu betul misi yang diberikan ayahnya untuk tetap menjaga Ziki, karena nanti Ziki akan mengalami penderitaan yang luar biasa, perjalanan dari takdir dan tugas sebagai Re-Gen terpilih.